Selasa, 26 September 2017 | 18.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KH Bachtiar Nasir: Butuh Keberanian untuk Menegakan Keadilan

KH Bachtiar Nasir: Butuh Keberanian untuk Menegakan Keadilan

Kamis, 4 Mei 2017 - 06:59 WIB

IMG-22396

KH Bachtiar Nashir (kininews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nashir menyatakan ada satu pegangan yang menjadi prinsip hidupnya terkait keilmuan.

Karena ukuran derajat keilmuan seseorang itu dilihat dari rasa takutnya kepada Allah SWT bukan dari sedikit banyaknya karya tulisnya.

Yakni dalam surat Ali Imran ayat 18, “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Ali Imran: 18).

Oleh karena itu, Imam Bukhari menulis Shahih Bukhari dimulai dengan bab niat. Seorang ayah bijaksana berkata kepada anaknya.

“Setiap kali kamu bisa menulis satu kalimat ilmu berhentilah sejenak lalu tanyakan pada hatimu, bertambahkah rasa takutmu kepada Allah SWT? Jika tidak maka jangan teruskan. Tidak ada yang bertambah dari ilmumu ketika tidak bertambah takutmu kepada Allah,” kata KH Bachtiar yang dinobatkan menjadi Tokoh Perbukuan Islamic Book Fair (IBF) 2017 IKAPI, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (3/5).

Dia melanjutkan, seorang ulama jika selesai menulis buku dan yakin bahwa itu spektakuler kemudian muncul kesombongan dalam jiwanya maka dirobek semua buku itu ketika buku itu tidak membekas rasa takut kepada Allah SWT setelahnya.

“Tetapi itu saja tidak cukup, apalagi saat ini di Indonesia. Jika hanya pintar kemungkinan besar kita akan melenceng, tidak cukup hanya cerdas dibutuhkan keberanian untuk menegakkan keadilan sebagai seorang ilmuwan,” ujar Ketua GNPF-MUI ini.

Allah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.

“Ada yang menarik dari tadabbur Surat Ali Imran ayat 18 yang menjadi pegangan hidup saya dan terus belajar untuk menjalaninya. Allah SWT mensejajarkan antara malaikat dengan orang yang berilmu. Para ulama menafsirkan ukuran keilmuan seseorang diukur dari apakah dia sudah menegakkan keadilan setelah dia mengakui bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan ituadalah puncak kesadaran berilmu. Kemudian selanjutnya di tingkat iplementasi bersama para malaikat menegakkan keadilan,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...