Rabu, 26 Juli 2017 | 03.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KH Bachtiar Nasir: Butuh Keberanian untuk Menegakan Keadilan

KH Bachtiar Nasir: Butuh Keberanian untuk Menegakan Keadilan

Kamis, 4 Mei 2017 - 06:59 WIB

IMG-22396

KH Bachtiar Nashir (kininews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nashir menyatakan ada satu pegangan yang menjadi prinsip hidupnya terkait keilmuan.

Karena ukuran derajat keilmuan seseorang itu dilihat dari rasa takutnya kepada Allah SWT bukan dari sedikit banyaknya karya tulisnya.

Yakni dalam surat Ali Imran ayat 18, “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Ali Imran: 18).

Oleh karena itu, Imam Bukhari menulis Shahih Bukhari dimulai dengan bab niat. Seorang ayah bijaksana berkata kepada anaknya.

“Setiap kali kamu bisa menulis satu kalimat ilmu berhentilah sejenak lalu tanyakan pada hatimu, bertambahkah rasa takutmu kepada Allah SWT? Jika tidak maka jangan teruskan. Tidak ada yang bertambah dari ilmumu ketika tidak bertambah takutmu kepada Allah,” kata KH Bachtiar yang dinobatkan menjadi Tokoh Perbukuan Islamic Book Fair (IBF) 2017 IKAPI, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (3/5).

Dia melanjutkan, seorang ulama jika selesai menulis buku dan yakin bahwa itu spektakuler kemudian muncul kesombongan dalam jiwanya maka dirobek semua buku itu ketika buku itu tidak membekas rasa takut kepada Allah SWT setelahnya.

“Tetapi itu saja tidak cukup, apalagi saat ini di Indonesia. Jika hanya pintar kemungkinan besar kita akan melenceng, tidak cukup hanya cerdas dibutuhkan keberanian untuk menegakkan keadilan sebagai seorang ilmuwan,” ujar Ketua GNPF-MUI ini.

Allah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.

“Ada yang menarik dari tadabbur Surat Ali Imran ayat 18 yang menjadi pegangan hidup saya dan terus belajar untuk menjalaninya. Allah SWT mensejajarkan antara malaikat dengan orang yang berilmu. Para ulama menafsirkan ukuran keilmuan seseorang diukur dari apakah dia sudah menegakkan keadilan setelah dia mengakui bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan ituadalah puncak kesadaran berilmu. Kemudian selanjutnya di tingkat iplementasi bersama para malaikat menegakkan keadilan,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...