Rabu, 26 Juli 2017 | 03.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Berikut Tujuh Saksi yang Dihadirkan di Sidang e-KTP ke Dua Belas

Berikut Tujuh Saksi yang Dihadirkan di Sidang e-KTP ke Dua Belas

Reporter : Fadilah | Kamis, 4 Mei 2017 - 09:29 WIB

IMG-22398

Sidang Kasus Korupsi e-KTP (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, kini.co.id – Sidang kasus korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto kembali digelar, Kamis, (4/5/2017). Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan sejumlah saksi.

Menurut Humas PN (Pengadilan Negeri) Jakarta Pusat (Jakpus), Waluyo ada tujuh saksi yang akan dihadirkan Jaksa KPK dalam persidangan kali ini.

“Ada tujuh saksi, kalau perihal konfirmasi kehadiran langsung ditanyakan ke jaksa saja,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tujuh saksi tersebut diantaranya Dirut Perum PNRI; Isnu Edhi Wijaya, Dirut PT Sucofindo; Arief Safari, Dirut PT Pindad; Abraham Mose, sedangkan sisanya berasal dari PT LEN (Lembaga Elektronika Nasional) Industri Persero.

Mereka yang bersaksi dari PT LEN Industri Persero adalah Mantan Direktur Utama; Wahyuddin Bagenda, Mantan Direktur; Agus Iswanto, Mantan Direktur Administrasi dan Keuangan; Andra Yastrialsyah Agussalam, dan terakhir Mantan Direktur Teknologi dan Manufaktur; Darman Mappangara yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT INTI Persero.

Dalam kasus ini sudah ada empat orang tersangka. Mereka adalah pihak swasta bernama Andi Agustinus, Politisi Hanura; Miryam S Haryani, dan dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Irman dan Sugiharto telah didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP secara bersama-sama. Dalam proyek yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Sedangkan Miryam dijadikan tersangka karena telah memberikan keterangan palsu saat di persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto.

(Fadilah)

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...