Minggu, 19 November 2017 | 02.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Tanggapan Pemerintah Soal Kritikan Ekonomi Ketiga Dunia

Ini Tanggapan Pemerintah Soal Kritikan Ekonomi Ketiga Dunia

Reporter : Rakisa | Kamis, 4 Mei 2017 - 12:24 WIB

JAKARTA, kini.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menuding balik kritikan kritikan yang dilontarkan oleh analis ekonomi asing, Jake van der Kamp terhadap Presiden Jokowi soal klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia.

Sri Mulyani menerangkan, saat itu yang dimaksudkan oleh Presiden Jokowi bukanlah pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia, melainkan tertinggi ketiga di tingkat negara anggota G20.

“Kan slide-nya juga disebutkan di dalam G20. Seharusnya membaca dulu, baru mengomentari, “ kata Sri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5).

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki apa yang disampaikan Presiden bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan isi slide. Dalam slide tercantum pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di G20.

“Sebenarnya yang disampaikan Presiden termasuk di slidenya beliau itu adalah Indonesia menempati pertumbuhan ketiga setelah India dan Cina, Indonesia itu dalam negara-negara G20,” kata Teten.

“Jadi pidato itu tidak salah, bukan di seluruh dunia. Itu di G20. Saya enggak tahu apakah (jurnalis asing) yang salah mengkutip atau bagiaman,” tambahnya.

Sebelumnya juga Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Hongkong dan berbicara dihadapan para investor Hongkong menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam beberapa waktu terakhir masuk tiga tertinggi di dunia.

Pernyataan Jokowi itu membuat jurnalis sekaligus analis ekonomi Jake van der Kamp penasaran untuk mencari tahu karena pernyataan tersebut dianggap hoax.

Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang digembar gemborkan oleh Jokowi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru kalah jauh dari India, bahkan masih kalah dengan Mongolia, Timor Leste dan Papua Nugini untuk kawasan Asia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang ketiga di dunia, setelah India dan China,” kata Presiden RI Jokowi.

Ketiga di dunia, benarkah itu? Dunia yang mana?” kata Van der Kamp.

Untuk wilayah Asia dia menghitung ada 13 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan Indonesia yang hanya 5,02 persen.

Sementara itu dianggap menyebarkan hoax, Presiden Jokowi mengatakan bahwa sudah semestinya bagi media dan seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan dan menjernihkan.

“Baik media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita-berita yang tidak benar. Jangan malah kalau ada berita tidak benar malah tidak diluruskan, tapi diangkat atau diviralkan. Itu yang menurut saya perlu kita garap bersama-sama,” tutur Jokowi, Rabu (3/5) malam saat menghadiri Word Press Freedom Day (WPFD) 2017 di JCC.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...