Rabu, 26 Juli 2017 | 03.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Tanggapan Pemerintah Soal Kritikan Ekonomi Ketiga Dunia

Ini Tanggapan Pemerintah Soal Kritikan Ekonomi Ketiga Dunia

Reporter : Rakisa | Kamis, 4 Mei 2017 - 12:24 WIB

JAKARTA, kini.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menuding balik kritikan kritikan yang dilontarkan oleh analis ekonomi asing, Jake van der Kamp terhadap Presiden Jokowi soal klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia.

Sri Mulyani menerangkan, saat itu yang dimaksudkan oleh Presiden Jokowi bukanlah pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia, melainkan tertinggi ketiga di tingkat negara anggota G20.

“Kan slide-nya juga disebutkan di dalam G20. Seharusnya membaca dulu, baru mengomentari, “ kata Sri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5).

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki apa yang disampaikan Presiden bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan isi slide. Dalam slide tercantum pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di G20.

“Sebenarnya yang disampaikan Presiden termasuk di slidenya beliau itu adalah Indonesia menempati pertumbuhan ketiga setelah India dan Cina, Indonesia itu dalam negara-negara G20,” kata Teten.

“Jadi pidato itu tidak salah, bukan di seluruh dunia. Itu di G20. Saya enggak tahu apakah (jurnalis asing) yang salah mengkutip atau bagiaman,” tambahnya.

Sebelumnya juga Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Hongkong dan berbicara dihadapan para investor Hongkong menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam beberapa waktu terakhir masuk tiga tertinggi di dunia.

Pernyataan Jokowi itu membuat jurnalis sekaligus analis ekonomi Jake van der Kamp penasaran untuk mencari tahu karena pernyataan tersebut dianggap hoax.

Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang digembar gemborkan oleh Jokowi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru kalah jauh dari India, bahkan masih kalah dengan Mongolia, Timor Leste dan Papua Nugini untuk kawasan Asia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang ketiga di dunia, setelah India dan China,” kata Presiden RI Jokowi.

Ketiga di dunia, benarkah itu? Dunia yang mana?” kata Van der Kamp.

Untuk wilayah Asia dia menghitung ada 13 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan Indonesia yang hanya 5,02 persen.

Sementara itu dianggap menyebarkan hoax, Presiden Jokowi mengatakan bahwa sudah semestinya bagi media dan seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan dan menjernihkan.

“Baik media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita-berita yang tidak benar. Jangan malah kalau ada berita tidak benar malah tidak diluruskan, tapi diangkat atau diviralkan. Itu yang menurut saya perlu kita garap bersama-sama,” tutur Jokowi, Rabu (3/5) malam saat menghadiri Word Press Freedom Day (WPFD) 2017 di JCC.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...