Selasa, 26 September 2017 | 18.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Tanggapan Pemerintah Soal Kritikan Ekonomi Ketiga Dunia

Ini Tanggapan Pemerintah Soal Kritikan Ekonomi Ketiga Dunia

Reporter : Rakisa | Kamis, 4 Mei 2017 - 12:24 WIB

JAKARTA, kini.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menuding balik kritikan kritikan yang dilontarkan oleh analis ekonomi asing, Jake van der Kamp terhadap Presiden Jokowi soal klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia.

Sri Mulyani menerangkan, saat itu yang dimaksudkan oleh Presiden Jokowi bukanlah pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di dunia, melainkan tertinggi ketiga di tingkat negara anggota G20.

“Kan slide-nya juga disebutkan di dalam G20. Seharusnya membaca dulu, baru mengomentari, “ kata Sri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5).

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki apa yang disampaikan Presiden bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai dengan isi slide. Dalam slide tercantum pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di G20.

“Sebenarnya yang disampaikan Presiden termasuk di slidenya beliau itu adalah Indonesia menempati pertumbuhan ketiga setelah India dan Cina, Indonesia itu dalam negara-negara G20,” kata Teten.

“Jadi pidato itu tidak salah, bukan di seluruh dunia. Itu di G20. Saya enggak tahu apakah (jurnalis asing) yang salah mengkutip atau bagiaman,” tambahnya.

Sebelumnya juga Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Hongkong dan berbicara dihadapan para investor Hongkong menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam beberapa waktu terakhir masuk tiga tertinggi di dunia.

Pernyataan Jokowi itu membuat jurnalis sekaligus analis ekonomi Jake van der Kamp penasaran untuk mencari tahu karena pernyataan tersebut dianggap hoax.

Dari hasil penelitiannya, ternyata pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sebaik seperti yang digembar gemborkan oleh Jokowi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia justru kalah jauh dari India, bahkan masih kalah dengan Mongolia, Timor Leste dan Papua Nugini untuk kawasan Asia.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang ketiga di dunia, setelah India dan China,” kata Presiden RI Jokowi.

Ketiga di dunia, benarkah itu? Dunia yang mana?” kata Van der Kamp.

Untuk wilayah Asia dia menghitung ada 13 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dibandingkan Indonesia yang hanya 5,02 persen.

Sementara itu dianggap menyebarkan hoax, Presiden Jokowi mengatakan bahwa sudah semestinya bagi media dan seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan dan menjernihkan.

“Baik media mainstream maupun media online mestinya meluruskan kalau ada berita-berita yang tidak benar. Jangan malah kalau ada berita tidak benar malah tidak diluruskan, tapi diangkat atau diviralkan. Itu yang menurut saya perlu kita garap bersama-sama,” tutur Jokowi, Rabu (3/5) malam saat menghadiri Word Press Freedom Day (WPFD) 2017 di JCC.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...