Selasa, 24 April 2018 | 00.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Hakim Ingatkan Mantan Bos Konsorsium PNRI Agar Berkata Jujur

Hakim Ingatkan Mantan Bos Konsorsium PNRI Agar Berkata Jujur

Reporter : Fadilah | Kamis, 4 Mei 2017 - 14:48 WIB

IMG-22413

Mantan Dirut PNRI, Isnu Edhi Wijaya (ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, kini.co.id – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat mengingatkan mantan Bos Konsorsium PNRI; Isnu Edhi Wijaya agar berkata jujur dalam sidang perkara e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Kamis, (4/5/2017).

“Saksi Anda telah disumpah, sekali lagi tolong dijawab dengan benar pertanyaan jaksa tersebut,” tegas Ketua Majelis Hakim, Jhon Halasan Butar Butar.

Teguran tersebut berawal saat Isnu seolah menutup-nutupi peran dan hubungan Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam proyek e-KTP ini.

Namun setelah ditegur oleh Majelis Hakim, Isnu pun membeberkannya. Isnu mengaku bahwa dirinya mengenal Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Andi merupakan sebagai salah satu pengusaha yang ikut cawe-cawe dalam proyek ini. Cawe-cawe dalam arti terlibat banyak dengan perusahaan yang berkaitan dengan berbagai kebutuhan KTP-el.

Isnu juga menyebut pernah ikut serta dalam berbagai pertemuan dengan perusahaan-perusahaan ini di ruko Fatmawati, yang kemudian diketahui milik Andi Narogong.

“Kami sebagai perusahaan tentu mengumpulkan berbagai macam informasi (soal e- KTP),” ujar Isnu.

“Itu sebelum ada pengumuman?” tanya Jaksa KPK.

“Belum,” jawab Isnu.

Tak cukup sampai disitu, Jaksa KPK pun mencerca pertanyaan lain yang belum disampaikan oleh saksi Isnu.

Akhirnya setelah setelah dikejar dengan beragam pertanyaan, Isnu mengakui diperkenalkan ke Andi oleh Irman dan Sugiharto yang saat ini merupakan terdakwa.

“Pak Irman bilang untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Andi Narogong,” pungkasnya.

(Fadilah)

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...