Selasa, 26 September 2017 | 18.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Hakim Ingatkan Mantan Bos Konsorsium PNRI Agar Berkata Jujur

Hakim Ingatkan Mantan Bos Konsorsium PNRI Agar Berkata Jujur

Reporter : Fadilah | Kamis, 4 Mei 2017 - 14:48 WIB

IMG-22413

Mantan Dirut PNRI, Isnu Edhi Wijaya (ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, kini.co.id – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat mengingatkan mantan Bos Konsorsium PNRI; Isnu Edhi Wijaya agar berkata jujur dalam sidang perkara e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Kamis, (4/5/2017).

“Saksi Anda telah disumpah, sekali lagi tolong dijawab dengan benar pertanyaan jaksa tersebut,” tegas Ketua Majelis Hakim, Jhon Halasan Butar Butar.

Teguran tersebut berawal saat Isnu seolah menutup-nutupi peran dan hubungan Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam proyek e-KTP ini.

Namun setelah ditegur oleh Majelis Hakim, Isnu pun membeberkannya. Isnu mengaku bahwa dirinya mengenal Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Andi merupakan sebagai salah satu pengusaha yang ikut cawe-cawe dalam proyek ini. Cawe-cawe dalam arti terlibat banyak dengan perusahaan yang berkaitan dengan berbagai kebutuhan KTP-el.

Isnu juga menyebut pernah ikut serta dalam berbagai pertemuan dengan perusahaan-perusahaan ini di ruko Fatmawati, yang kemudian diketahui milik Andi Narogong.

“Kami sebagai perusahaan tentu mengumpulkan berbagai macam informasi (soal e- KTP),” ujar Isnu.

“Itu sebelum ada pengumuman?” tanya Jaksa KPK.

“Belum,” jawab Isnu.

Tak cukup sampai disitu, Jaksa KPK pun mencerca pertanyaan lain yang belum disampaikan oleh saksi Isnu.

Akhirnya setelah setelah dikejar dengan beragam pertanyaan, Isnu mengakui diperkenalkan ke Andi oleh Irman dan Sugiharto yang saat ini merupakan terdakwa.

“Pak Irman bilang untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Andi Narogong,” pungkasnya.

(Fadilah)

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...