Minggu, 23 Juli 2017 | 05.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Mantan Wakil Ketua DPRD Muhammad Dian belum Kembalikan Mobil Dinas

Mantan Wakil Ketua DPRD Muhammad Dian belum Kembalikan Mobil Dinas

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 4 Mei 2017 - 14:54 WIB

IMG-22415

Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Junaedi. (kininews/akis)

BEKASI, kini.co.id – Setelah menghebohkan publik dengan kasus amoral nya beberapa waktu lalu, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, Muhammad Dian kembali berulah. Ia dikabarkan belum mengembalikan mobil operasional, pasca dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua III DPRD.

Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Junaedi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat penarikan mobil dinas kepada M Dian, tapi hingga saat ini belum juga dilakukan pengembalian oleh yang bersangkutan.

“Saya sudah membuat surat dan sudah disampaikan untuk penarikan mobil dinas itu,” kata dia, Kamis (4/5/2017) kepada Kini.co.id

Menurut Junaedi, mobil dinas tersebut nantinya akan diserahkan kepada Irman Firmansyah, pengganti M Dian yang belum lama ini dilantik, untuk dipakai selama menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD.

“Kalau surat tidak diindahkan, bidang aset Pemkot Bekasi akan mengambil paksa kendaraan dinas yang hingga kini belum juga diserahkan oleh M Dian,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi, Sudirman berencana memanggil M Dian, untuk dimintai keterangan terkait mobil operasional tersebut.

“Secepatnya akan kami panggil. Harusnya kendaraan itu pasca pergantian langsung diserahkan ke Irman. M Dian memang sudah tidak mematuhi semua peraturan DPRD,” kata dia.

Selain persoalan mobil, tambah Sudirman, M Dian juga semena-mena dalam berkelakuan sebagai anggota dewan. Ia diketahui kerap bolos ke kantor dan jarang mengikuti rapat. “Hal ini akan kami tanyakan juga saat pemanggilan M Dian nanti,” tandas dia.

Sekedar diketahui, M Dian tega menelantarkan anak istrinya demi perempuan selingkuhan yang telah bersuami. Atas ulah bejatnya tersebut, M Dian diganjar bersalah oleh Mahkamah Kehormatan DPP Gerindra, karena melanggar kode etik partai dan menimbulkan keresahan di tubuh kader serta masyarakat luas. M Dian terancam bakal di PAW, jika masih menjalin komunikasi dan pertemuan secara diam-diam dengan selingkuhannya. Mahkamah juga meminta Dian memberikan nafkah kepada istri dan anaknya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...