Jumat, 24 November 2017 | 10.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Reporter : Rakisa | Jumat, 5 Mei 2017 - 09:04 WIB

IMG-22433

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Kiriman Bunga, MUI: Jangan Berlebihan, Ngawur Aja, Lebay ! Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik kiriman karangan bunga yang tidak jelas asal pengirimnya ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya. Hal itu dinilai berlebihan. “Jangan berlebihan lah, termasuk bunga untuk Ahok juga itu berlebihan, seolah-olah Ahok segalanya. Ngawur itu,” tegas Azrul Tanjung, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5). Ia menegaskan, umat Islam di Tanah Air sangat toleran. Buktinya ada orang yang berasal dari non-Muslim yang menjadi kepala daerah, khsususnya di luar DKI. “Jadi enggak ada alasan kalau menyatakan umat Islam intoleran atau radikal,” ujarnya. “Hari gini jangan lebay lah, berjalan normal saja. Kalau memakai bahasa Ahok, yaitu ‘jangan mau dibodohi pakai bunga,” tegasnya. Seperti diketahui, ratusan bahkan hingga saat ini ribuan karangan bunga memenuhi pagar Mabes Polri, Polda Metro Jaya bahkan hingga menyasar Gedung KPK dan Istana Negara. Berbagai isi tulisan karangan bunga tersebut mulai dari dukungan dan ucapan terimakasih kepada TNI/Polri untuk menjaga NKRI hingga kalimat-kalimat lebay. Mabes Polri menuding ada aktor intelektual yang sengaja menggerakan Aksi Simpatik 55 yang oleh akan digelar oleh GNPF-MUI besok. Untuk itu Mabes Polri mengaku akan menyelidiki siapa aktor intelektual tersebut.

“Gerakan apapun pasti ada pendomplengan. Pendomplengannya ini siapa? Itu masih dalam penyelidikan,” ujar Karopenmas Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (4/5).

Rikwanto juga menyebutkan aksi yang akan digelar itu, tidak dibenarkan, karena tujuannya adalah melakukan intervensi kepada pihak pengadilan.

“Prinsipnya pengadilan itu independen, tidak boleh diintervensi,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa Aksi Simpatik 55 bukan ajang untuk menekan pihak yudikatif. Akan tetapi, untuk menunjukkan rasa ketidakadilan yang dialami umat Islam di Indonesia.

“Kami datang untuk menunjukkan inilah rasa ketidakadilan yang kami rasakan itu dan ini tentu tidak kami buat buat,” ujarnya baru-baru ini.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polisi Ungkap Penyebab Benjolnya Kepala Setnov Saat Insiden Tiang Listrik
Hukum - Jumat, 24 November 2017 - 09:54 WIB

Polisi Ungkap Penyebab Benjolnya Kepala Setnov Saat Insiden Tiang Listrik

Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI, Setya Novanto terkait kecelakaan menabrak tiang listrik beberapa waktu lalu.Dalam pemeriksaan ...
Kondisi Mulai Kondusif, 806 Pengungsi Papua Bakal Dipulangkan
Peristiwa - Jumat, 24 November 2017 - 09:21 WIB

Kondisi Mulai Kondusif, 806 Pengungsi Papua Bakal Dipulangkan

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menilai suasana setelah insiden Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah mulai kondusif.Untuk itu, 806 ...
Horas! 30 Raja Manortor di Horja Godang Kahiyang-Bobby
Peristiwa - Jumat, 24 November 2017 - 09:09 WIB

Horas! 30 Raja Manortor di Horja Godang Kahiyang-Bobby

Acara ngunduh mantu anak Presiden Jokowi digelar hari ini, Jumat (24/11/2017).Tabuhan gordang sambilan pun mulai terdengar tanda dimulainya prosesi manyantani ...
Dirjen Dukcapil: Daerah bisa beli printer sendiri jika ingin cepat cetak e-KTP
Peristiwa - Kamis, 23 November 2017 - 22:44 WIB

Dirjen Dukcapil: Daerah bisa beli printer sendiri jika ingin cepat cetak e-KTP

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah mengatakan pihaknya fokus mengerjakan tiga hal ...
Setnov dicecar 21 pertanyaan terkait kecelakaan tabrak tiang listrik
Peristiwa - Kamis, 23 November 2017 - 22:16 WIB

Setnov dicecar 21 pertanyaan terkait kecelakaan tabrak tiang listrik

Penyidik Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya memeriksa Setya Novanto selama kurang lebih dua jam.Setya Novanto diperiksa sebagai saksi ...
Kemenperin perdalam struktur industri farmasi nasional
Ekonomi - Kamis, 23 November 2017 - 19:33 WIB

Kemenperin perdalam struktur industri farmasi nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya ...