Minggu, 28 Mei 2017 | 06.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Reporter : Rakisa | Jumat, 5 Mei 2017 - 09:04 WIB

IMG-22433

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Kiriman Bunga, MUI: Jangan Berlebihan, Ngawur Aja, Lebay ! Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik kiriman karangan bunga yang tidak jelas asal pengirimnya ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya. Hal itu dinilai berlebihan. “Jangan berlebihan lah, termasuk bunga untuk Ahok juga itu berlebihan, seolah-olah Ahok segalanya. Ngawur itu,” tegas Azrul Tanjung, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5). Ia menegaskan, umat Islam di Tanah Air sangat toleran. Buktinya ada orang yang berasal dari non-Muslim yang menjadi kepala daerah, khsususnya di luar DKI. “Jadi enggak ada alasan kalau menyatakan umat Islam intoleran atau radikal,” ujarnya. “Hari gini jangan lebay lah, berjalan normal saja. Kalau memakai bahasa Ahok, yaitu ‘jangan mau dibodohi pakai bunga,” tegasnya. Seperti diketahui, ratusan bahkan hingga saat ini ribuan karangan bunga memenuhi pagar Mabes Polri, Polda Metro Jaya bahkan hingga menyasar Gedung KPK dan Istana Negara. Berbagai isi tulisan karangan bunga tersebut mulai dari dukungan dan ucapan terimakasih kepada TNI/Polri untuk menjaga NKRI hingga kalimat-kalimat lebay. Mabes Polri menuding ada aktor intelektual yang sengaja menggerakan Aksi Simpatik 55 yang oleh akan digelar oleh GNPF-MUI besok. Untuk itu Mabes Polri mengaku akan menyelidiki siapa aktor intelektual tersebut.

“Gerakan apapun pasti ada pendomplengan. Pendomplengannya ini siapa? Itu masih dalam penyelidikan,” ujar Karopenmas Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (4/5).

Rikwanto juga menyebutkan aksi yang akan digelar itu, tidak dibenarkan, karena tujuannya adalah melakukan intervensi kepada pihak pengadilan.

“Prinsipnya pengadilan itu independen, tidak boleh diintervensi,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa Aksi Simpatik 55 bukan ajang untuk menekan pihak yudikatif. Akan tetapi, untuk menunjukkan rasa ketidakadilan yang dialami umat Islam di Indonesia.

“Kami datang untuk menunjukkan inilah rasa ketidakadilan yang kami rasakan itu dan ini tentu tidak kami buat buat,” ujarnya baru-baru ini.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...