Minggu, 23 Juli 2017 | 17.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Reporter : Rakisa | Jumat, 5 Mei 2017 - 09:04 WIB

IMG-22433

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Kiriman Bunga, MUI: Jangan Berlebihan, Ngawur Aja, Lebay ! Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik kiriman karangan bunga yang tidak jelas asal pengirimnya ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya. Hal itu dinilai berlebihan. “Jangan berlebihan lah, termasuk bunga untuk Ahok juga itu berlebihan, seolah-olah Ahok segalanya. Ngawur itu,” tegas Azrul Tanjung, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5). Ia menegaskan, umat Islam di Tanah Air sangat toleran. Buktinya ada orang yang berasal dari non-Muslim yang menjadi kepala daerah, khsususnya di luar DKI. “Jadi enggak ada alasan kalau menyatakan umat Islam intoleran atau radikal,” ujarnya. “Hari gini jangan lebay lah, berjalan normal saja. Kalau memakai bahasa Ahok, yaitu ‘jangan mau dibodohi pakai bunga,” tegasnya. Seperti diketahui, ratusan bahkan hingga saat ini ribuan karangan bunga memenuhi pagar Mabes Polri, Polda Metro Jaya bahkan hingga menyasar Gedung KPK dan Istana Negara. Berbagai isi tulisan karangan bunga tersebut mulai dari dukungan dan ucapan terimakasih kepada TNI/Polri untuk menjaga NKRI hingga kalimat-kalimat lebay. Mabes Polri menuding ada aktor intelektual yang sengaja menggerakan Aksi Simpatik 55 yang oleh akan digelar oleh GNPF-MUI besok. Untuk itu Mabes Polri mengaku akan menyelidiki siapa aktor intelektual tersebut.

“Gerakan apapun pasti ada pendomplengan. Pendomplengannya ini siapa? Itu masih dalam penyelidikan,” ujar Karopenmas Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (4/5).

Rikwanto juga menyebutkan aksi yang akan digelar itu, tidak dibenarkan, karena tujuannya adalah melakukan intervensi kepada pihak pengadilan.

“Prinsipnya pengadilan itu independen, tidak boleh diintervensi,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa Aksi Simpatik 55 bukan ajang untuk menekan pihak yudikatif. Akan tetapi, untuk menunjukkan rasa ketidakadilan yang dialami umat Islam di Indonesia.

“Kami datang untuk menunjukkan inilah rasa ketidakadilan yang kami rasakan itu dan ini tentu tidak kami buat buat,” ujarnya baru-baru ini.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...