Jumat, 27 April 2018 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Polisi Tuding Aksi Simpatik 55 Ada Aktor Intelektual, Siapa ?!

Reporter : Rakisa | Jumat, 5 Mei 2017 - 09:04 WIB

IMG-22433

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), KH Bachtiar Nasir. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Kiriman Bunga, MUI: Jangan Berlebihan, Ngawur Aja, Lebay ! Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik kiriman karangan bunga yang tidak jelas asal pengirimnya ke Mabes Polri, Polda Metro Jaya. Hal itu dinilai berlebihan. “Jangan berlebihan lah, termasuk bunga untuk Ahok juga itu berlebihan, seolah-olah Ahok segalanya. Ngawur itu,” tegas Azrul Tanjung, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/5). Ia menegaskan, umat Islam di Tanah Air sangat toleran. Buktinya ada orang yang berasal dari non-Muslim yang menjadi kepala daerah, khsususnya di luar DKI. “Jadi enggak ada alasan kalau menyatakan umat Islam intoleran atau radikal,” ujarnya. “Hari gini jangan lebay lah, berjalan normal saja. Kalau memakai bahasa Ahok, yaitu ‘jangan mau dibodohi pakai bunga,” tegasnya. Seperti diketahui, ratusan bahkan hingga saat ini ribuan karangan bunga memenuhi pagar Mabes Polri, Polda Metro Jaya bahkan hingga menyasar Gedung KPK dan Istana Negara. Berbagai isi tulisan karangan bunga tersebut mulai dari dukungan dan ucapan terimakasih kepada TNI/Polri untuk menjaga NKRI hingga kalimat-kalimat lebay. Mabes Polri menuding ada aktor intelektual yang sengaja menggerakan Aksi Simpatik 55 yang oleh akan digelar oleh GNPF-MUI besok. Untuk itu Mabes Polri mengaku akan menyelidiki siapa aktor intelektual tersebut.

“Gerakan apapun pasti ada pendomplengan. Pendomplengannya ini siapa? Itu masih dalam penyelidikan,” ujar Karopenmas Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (4/5).

Rikwanto juga menyebutkan aksi yang akan digelar itu, tidak dibenarkan, karena tujuannya adalah melakukan intervensi kepada pihak pengadilan.

“Prinsipnya pengadilan itu independen, tidak boleh diintervensi,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir mengatakan bahwa Aksi Simpatik 55 bukan ajang untuk menekan pihak yudikatif. Akan tetapi, untuk menunjukkan rasa ketidakadilan yang dialami umat Islam di Indonesia.

“Kami datang untuk menunjukkan inilah rasa ketidakadilan yang kami rasakan itu dan ini tentu tidak kami buat buat,” ujarnya baru-baru ini.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...