Selasa, 24 April 2018 | 00.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>DTKB Segera Rekomendasi Tiga Poin Permasalahan Macet

DTKB Segera Rekomendasi Tiga Poin Permasalahan Macet

Reporter : Rakisa | Jumat, 5 Mei 2017 - 18:58 WIB

IMG-22467

Pemkot Bekasi. (ist)

BEKASI, kini.co.id – Dewan Transportasi Kota Bekasi segera merekomendasikan tiga poin solusi permasalahan kemacetan lalu lintas di wilayah setempat kepada Pemerintah Kota Bekasi.

“Ada tiga poin pembahasan kami yang segera kita rekomendasikan kepada Wali Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan, namun kami belum menemukan waktu yang pas sesuai agenda wali kota,” kata Humas DTKB Dani Wahab, Jumat (5/5/2017).

Menurut Dani, rekomendasi itu menyangkut tentang transportasi berbasis online, kajian angkutan massal Transpatriot serta grand design transportasi umum di Kota Bekasi.

Dikatakan Dani, persoalan transportasi berbasis online di wilayah setempat berkaitan dengan masih minimnya lahan untuk penyediaan pangkalan para pengendaranya.

“Kami merekomendasikan adanya pengadaan area khusus untuk transportasi online agar operasional mereka di Kota Bekasi tidak liar dan memakan badan jalan umum sehingga timbul kemacetan,” ujar dia.

Pemkot Bekasi diminta untuk menyediakan kantong parkir bagi transportasi berbasis online agar keberadaan mereka saat mangkal menunggu penumpang tidak mempersempit badan jalan.

Terkait Transpatriot yang ditargetkan mulai beroperasional pada September 2017, kata Dani, Pemkot Bekasi perlu memikirkan tentang potensi persinggungan trayek dengan angkutan lain.

Alasannya, sesuai Surat Keputusan Wali Kota Bekasi, Transpatriot diwacanakan melalui trayek Terminal Kota Bekasi – Jalan Cut Meutia – Jalan Pekayon-Jatiasih dan berakhir di Terminal Pondokgede.

“Transpatriot ini akan mengambil jalur angkutan umum eksisting K02 Terminal Bekasi-Pondokgede. Kami khawatir terjadi konflik akibat persinggungan trayek,” kata dia.

DTKB, lamjut Dani, merekomendasikan agar Transpatriot diubah trayeknya menjadi angkutan penghubung pusat perbelanjaan serta kantor pelayanan umum.

“Kami menyarankan agar Transpatriot ini dioperasionalkan sebagai penghubung transportasi ke sejumlah pusat perbelanjaan seperti mal, rumah sakit, dan kantor pelayanan lainnya secara menyebar,” tutur dia.

Menurut Dani, Pemkot Bekasi telah mengalokasikan anggaran Rp11 miliar lebih pada 2017 untuk pengadaan sembilan unit Transpatriot jenis bus 3/4 atau elf.

Adapun rekomendasi terkait grand design transportasi umum diarahkan pihaknya agar Pemkot Bekasi menentukan klasifikasi angkutan umum sesuai fungsinya.

“Di Kota Bekasi harus ada penentuan jenis angkutan umum yang utama, di luar itu klasifikanya sebagai angkutan pengumpan,” tegas dia.

Dani mengatakan, salah satu rekomendasi pihaknya yang dinilai ideal sebagai jenis angkutan utama di Kota Bekasi adalah wacana operasional kereta Light Rapid Transit (LRT).

“Yang ideal adalah angkutan umum kereta seperti LRT. Angkutan umum eksisting sekarang bisa kita gunakan sebagai armada penumpang menuju stasiun dan sekitarnya,” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...