Minggu, 22 April 2018 | 11.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:11 WIB

IMG-22469

Petugas mengamankan seorang napi yang kabur dari Lapas Sialang. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Kaburnya ratusan narapidana Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau dipicu adanya perlakukan tidak nyaman yang diterima narapidana yang lakukan oleh oknum petugas rutan sehingga memicu protes mereka kemudian usai shalat Jumat (5/5) siang kemarin memilih kabur.

Demikian hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), I Wayan Kusmianta Dusak, Jumat (5/5) malam kepada wartawan di kantornya.

Wayan menegaskan meski rutan tersebut kelebihan kapasitas dalam menampung napi. Akan tetapi ada persoalan lain yang menimbulkan gesekan sehingga kontradiktif.

“Iya rutan itu melebihi kapasitas. Tetapi kami mencoba membuat tata tertib, di situ muncul adanya gesekan. Ditambah adanya perlakuan yang tidak nyaman sehingga menjadi kontradiktif,” tegasnya.

Wayan mengaku evaluasi di tingkat wilayah telah dilakukan. Para kepala divisi pengawasan rutan di wilayah sedang dikumpulkan untuk mengevaluasi kinerja para karutan di daerah.

“Hasil evaluasi Rutan Sialang Bungkuk memang diketahui perlakuan tak nyaman sering diterima para napi. Laporannya belum ada kalau bentrokan antara penghuni enggak ada. Dengan petugas juga enggak ada. Hanya perlakuan tidak nyaman yang dilakukan petugas,” tambahnya.

“Makanya kami akan mengevaluasi mereka. Termasuk dilakukan penindakan (terhadap karutan),” tegasnya.

Saat ini, kata Wayan tim khusus dari Ditjen PAS juga telah dikirim ke Bengkulu untuk melakukan evaluasi.

“Dugaan saya kejadian kemarin itu, you (kepala rutan) gak bisa kerja, tidak bisa mengambil tindakan atas apa yang terjadi di Rutan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian bahwa pemicu keributan yang berujung kaburnya ratusan tahanan, berawal dari penghuni blok B dan C, yang melakukan unjuk rasa karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Mereka akhirnya membuat kericuhan dan mendobrak pintu setinggi 3 meter bagian samping kanan rutan, kemudian kabur.

Seperti diketahui bahwa Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau kelebihan kapasitas penghuni yang saat ini berisi 1.870 orang. Yang seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...