Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:11 WIB

IMG-22469

Petugas mengamankan seorang napi yang kabur dari Lapas Sialang. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Kaburnya ratusan narapidana Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau dipicu adanya perlakukan tidak nyaman yang diterima narapidana yang lakukan oleh oknum petugas rutan sehingga memicu protes mereka kemudian usai shalat Jumat (5/5) siang kemarin memilih kabur.

Demikian hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), I Wayan Kusmianta Dusak, Jumat (5/5) malam kepada wartawan di kantornya.

Wayan menegaskan meski rutan tersebut kelebihan kapasitas dalam menampung napi. Akan tetapi ada persoalan lain yang menimbulkan gesekan sehingga kontradiktif.

“Iya rutan itu melebihi kapasitas. Tetapi kami mencoba membuat tata tertib, di situ muncul adanya gesekan. Ditambah adanya perlakuan yang tidak nyaman sehingga menjadi kontradiktif,” tegasnya.

Wayan mengaku evaluasi di tingkat wilayah telah dilakukan. Para kepala divisi pengawasan rutan di wilayah sedang dikumpulkan untuk mengevaluasi kinerja para karutan di daerah.

“Hasil evaluasi Rutan Sialang Bungkuk memang diketahui perlakuan tak nyaman sering diterima para napi. Laporannya belum ada kalau bentrokan antara penghuni enggak ada. Dengan petugas juga enggak ada. Hanya perlakuan tidak nyaman yang dilakukan petugas,” tambahnya.

“Makanya kami akan mengevaluasi mereka. Termasuk dilakukan penindakan (terhadap karutan),” tegasnya.

Saat ini, kata Wayan tim khusus dari Ditjen PAS juga telah dikirim ke Bengkulu untuk melakukan evaluasi.

“Dugaan saya kejadian kemarin itu, you (kepala rutan) gak bisa kerja, tidak bisa mengambil tindakan atas apa yang terjadi di Rutan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian bahwa pemicu keributan yang berujung kaburnya ratusan tahanan, berawal dari penghuni blok B dan C, yang melakukan unjuk rasa karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Mereka akhirnya membuat kericuhan dan mendobrak pintu setinggi 3 meter bagian samping kanan rutan, kemudian kabur.

Seperti diketahui bahwa Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau kelebihan kapasitas penghuni yang saat ini berisi 1.870 orang. Yang seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...