Rabu, 26 Juli 2017 | 03.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:11 WIB

IMG-22469

Petugas mengamankan seorang napi yang kabur dari Lapas Sialang. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Kaburnya ratusan narapidana Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau dipicu adanya perlakukan tidak nyaman yang diterima narapidana yang lakukan oleh oknum petugas rutan sehingga memicu protes mereka kemudian usai shalat Jumat (5/5) siang kemarin memilih kabur.

Demikian hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), I Wayan Kusmianta Dusak, Jumat (5/5) malam kepada wartawan di kantornya.

Wayan menegaskan meski rutan tersebut kelebihan kapasitas dalam menampung napi. Akan tetapi ada persoalan lain yang menimbulkan gesekan sehingga kontradiktif.

“Iya rutan itu melebihi kapasitas. Tetapi kami mencoba membuat tata tertib, di situ muncul adanya gesekan. Ditambah adanya perlakuan yang tidak nyaman sehingga menjadi kontradiktif,” tegasnya.

Wayan mengaku evaluasi di tingkat wilayah telah dilakukan. Para kepala divisi pengawasan rutan di wilayah sedang dikumpulkan untuk mengevaluasi kinerja para karutan di daerah.

“Hasil evaluasi Rutan Sialang Bungkuk memang diketahui perlakuan tak nyaman sering diterima para napi. Laporannya belum ada kalau bentrokan antara penghuni enggak ada. Dengan petugas juga enggak ada. Hanya perlakuan tidak nyaman yang dilakukan petugas,” tambahnya.

“Makanya kami akan mengevaluasi mereka. Termasuk dilakukan penindakan (terhadap karutan),” tegasnya.

Saat ini, kata Wayan tim khusus dari Ditjen PAS juga telah dikirim ke Bengkulu untuk melakukan evaluasi.

“Dugaan saya kejadian kemarin itu, you (kepala rutan) gak bisa kerja, tidak bisa mengambil tindakan atas apa yang terjadi di Rutan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian bahwa pemicu keributan yang berujung kaburnya ratusan tahanan, berawal dari penghuni blok B dan C, yang melakukan unjuk rasa karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Mereka akhirnya membuat kericuhan dan mendobrak pintu setinggi 3 meter bagian samping kanan rutan, kemudian kabur.

Seperti diketahui bahwa Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau kelebihan kapasitas penghuni yang saat ini berisi 1.870 orang. Yang seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...