Kamis, 22 Februari 2018 | 19.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Ratusan Napi Kabur, Kemenkumham Akui Ada Perlakukan Tidak Nyaman

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:11 WIB

IMG-22469

Petugas mengamankan seorang napi yang kabur dari Lapas Sialang. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Kaburnya ratusan narapidana Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau dipicu adanya perlakukan tidak nyaman yang diterima narapidana yang lakukan oleh oknum petugas rutan sehingga memicu protes mereka kemudian usai shalat Jumat (5/5) siang kemarin memilih kabur.

Demikian hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), I Wayan Kusmianta Dusak, Jumat (5/5) malam kepada wartawan di kantornya.

Wayan menegaskan meski rutan tersebut kelebihan kapasitas dalam menampung napi. Akan tetapi ada persoalan lain yang menimbulkan gesekan sehingga kontradiktif.

“Iya rutan itu melebihi kapasitas. Tetapi kami mencoba membuat tata tertib, di situ muncul adanya gesekan. Ditambah adanya perlakuan yang tidak nyaman sehingga menjadi kontradiktif,” tegasnya.

Wayan mengaku evaluasi di tingkat wilayah telah dilakukan. Para kepala divisi pengawasan rutan di wilayah sedang dikumpulkan untuk mengevaluasi kinerja para karutan di daerah.

“Hasil evaluasi Rutan Sialang Bungkuk memang diketahui perlakuan tak nyaman sering diterima para napi. Laporannya belum ada kalau bentrokan antara penghuni enggak ada. Dengan petugas juga enggak ada. Hanya perlakuan tidak nyaman yang dilakukan petugas,” tambahnya.

“Makanya kami akan mengevaluasi mereka. Termasuk dilakukan penindakan (terhadap karutan),” tegasnya.

Saat ini, kata Wayan tim khusus dari Ditjen PAS juga telah dikirim ke Bengkulu untuk melakukan evaluasi.

“Dugaan saya kejadian kemarin itu, you (kepala rutan) gak bisa kerja, tidak bisa mengambil tindakan atas apa yang terjadi di Rutan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian bahwa pemicu keributan yang berujung kaburnya ratusan tahanan, berawal dari penghuni blok B dan C, yang melakukan unjuk rasa karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Mereka akhirnya membuat kericuhan dan mendobrak pintu setinggi 3 meter bagian samping kanan rutan, kemudian kabur.

Seperti diketahui bahwa Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau kelebihan kapasitas penghuni yang saat ini berisi 1.870 orang. Yang seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...