Selasa, 24 April 2018 | 00.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:40 WIB

IMG-22470

Massa aksi simpatik 55 di depan kantor MA (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan memuji massa Aksi Simpatik 55 yang digelar oleh GNPF-MUI berlangsung aman dan tertib.

Iriawan juga mengatakan massa GNPF MUI memenuhi janji untuk melakukan aksi damai berjalan kaki (long march) dari Masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah Agung (MA).

“Terimakasih semuanya berjalan lancer,” kata Iriawan di depan kantor MA, Jumat (5/5).

Selain itu, massa aksi simpatisk 55 juga memenuhi janji membubarkan diri dengan tertib usai perwakilan GNPF MUI diterima pihak MA.

Iriawan yang memantau langsung mengendarai sepeda motor untuk menyaksikan situasi dan kondisi aksi massa GNPF.

Iriawan berharap massa tidak lagi berunjuk rasa menjelang sidang putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 9 Mei 2017.

“Kita himbau 9 Mei jangan ada aksi lagi saat sidang putusan karena semua aspirasi sudah disampaikan,” tuturnya.

Mantan Kapolda Jabar itu meminta masyarakat menyerahkan dan menerima vonis hakim terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sebelumnya massa aksi simpatik 55 sebelum meninggalkan dan membubarkan diri di depan kantor Mahkamah Agung mengaku akan kembali menggelar aksi 9 Mei dalam sidang putusan terhadap Ahok.

“Ingat sekali lagi tanggal 9 Mei hari Selasa kita akan datang lagi, mau jadi penonton, jadi wasit atau jadi pemain, mari kita semua sama-sama hadiri, takbir,” teriak orator masa aksi simpatik 55 sambil meninggalkan lokasi.

“Selamat pulang dan selamat berjuang, pak polisi silahkan anda kembali ke barak masing-masing dan silahkan beristirahat, sampai jumpa lagi pada 9 Mei,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...