Selasa, 26 September 2017 | 16.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:40 WIB

IMG-22470

Massa aksi simpatik 55 di depan kantor MA (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan memuji massa Aksi Simpatik 55 yang digelar oleh GNPF-MUI berlangsung aman dan tertib.

Iriawan juga mengatakan massa GNPF MUI memenuhi janji untuk melakukan aksi damai berjalan kaki (long march) dari Masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah Agung (MA).

“Terimakasih semuanya berjalan lancer,” kata Iriawan di depan kantor MA, Jumat (5/5).

Selain itu, massa aksi simpatisk 55 juga memenuhi janji membubarkan diri dengan tertib usai perwakilan GNPF MUI diterima pihak MA.

Iriawan yang memantau langsung mengendarai sepeda motor untuk menyaksikan situasi dan kondisi aksi massa GNPF.

Iriawan berharap massa tidak lagi berunjuk rasa menjelang sidang putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 9 Mei 2017.

“Kita himbau 9 Mei jangan ada aksi lagi saat sidang putusan karena semua aspirasi sudah disampaikan,” tuturnya.

Mantan Kapolda Jabar itu meminta masyarakat menyerahkan dan menerima vonis hakim terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sebelumnya massa aksi simpatik 55 sebelum meninggalkan dan membubarkan diri di depan kantor Mahkamah Agung mengaku akan kembali menggelar aksi 9 Mei dalam sidang putusan terhadap Ahok.

“Ingat sekali lagi tanggal 9 Mei hari Selasa kita akan datang lagi, mau jadi penonton, jadi wasit atau jadi pemain, mari kita semua sama-sama hadiri, takbir,” teriak orator masa aksi simpatik 55 sambil meninggalkan lokasi.

“Selamat pulang dan selamat berjuang, pak polisi silahkan anda kembali ke barak masing-masing dan silahkan beristirahat, sampai jumpa lagi pada 9 Mei,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bekraf dorong ekonomi kreatif lewat program satu pintu
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 15:46 WIB

Bekraf dorong ekonomi kreatif lewat program satu pintu

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memberian peluang kepada pelaku ekonomi kreatif untuk mengajukan proposal bantuan untuk Periode 2018 melalui website satu ...
KPK Akan Penuhi Panggilan Pansus, Ini Syaratnya
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 14:52 WIB

KPK Akan Penuhi Panggilan Pansus, Ini Syaratnya

KPK kembali datang memenuhi panggilan Komisi III DPR RI untuk rapat dengar pendapat (RDP) hari ini. Dalam rapat lanjutan ini ...
Pimpinan KPK Pantau Kesaksian 3 Ahli Kasus BG di Prapid Novanto
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 14:05 WIB

Pimpinan KPK Pantau Kesaksian 3 Ahli Kasus BG di Prapid Novanto

Sidang Praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, hari ini, Selasa, (26/9/2017).Pantauan Kini.co.id ...
Tujuh komisioner KIP disahkan paripurna DPR
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 13:42 WIB

Tujuh komisioner KIP disahkan paripurna DPR

Agenda paripurna masa persidangan I 2017-2017 ketiga, Selasa (26/9) mengesahkan tujuh anggota komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) periode 2017-2021.Dalam laporannya ...
Fahri Hamzah Dinilai Arogan, Alasan 3 Fraksi Walkout dari Rapat Paripurna
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 13:34 WIB

Fahri Hamzah Dinilai Arogan, Alasan 3 Fraksi Walkout dari Rapat Paripurna

Pimpinan sidang rapat paripurna dinilai arogan oleh beberapa fraksi yang berujung walkoutnya Fraksi PAN, PKS, dan Gerindra Sekertaris Fraksi PAN ...
Lima ‘wakil Tuhan’ yang dipilih wakil rakyat disahkan di paripurna DPR
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 13:13 WIB

Lima ‘wakil Tuhan’ yang dipilih wakil rakyat disahkan di paripurna DPR

Lima Hakim Agung baru hasil uji kelayakan dan kepatutan Komisi III disahkan dalam paripurna masa persidangangn I 2017-2018, Selasa (26/9).Ketua ...