Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:40 WIB

IMG-22470

Massa aksi simpatik 55 di depan kantor MA (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan memuji massa Aksi Simpatik 55 yang digelar oleh GNPF-MUI berlangsung aman dan tertib.

Iriawan juga mengatakan massa GNPF MUI memenuhi janji untuk melakukan aksi damai berjalan kaki (long march) dari Masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah Agung (MA).

“Terimakasih semuanya berjalan lancer,” kata Iriawan di depan kantor MA, Jumat (5/5).

Selain itu, massa aksi simpatisk 55 juga memenuhi janji membubarkan diri dengan tertib usai perwakilan GNPF MUI diterima pihak MA.

Iriawan yang memantau langsung mengendarai sepeda motor untuk menyaksikan situasi dan kondisi aksi massa GNPF.

Iriawan berharap massa tidak lagi berunjuk rasa menjelang sidang putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 9 Mei 2017.

“Kita himbau 9 Mei jangan ada aksi lagi saat sidang putusan karena semua aspirasi sudah disampaikan,” tuturnya.

Mantan Kapolda Jabar itu meminta masyarakat menyerahkan dan menerima vonis hakim terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sebelumnya massa aksi simpatik 55 sebelum meninggalkan dan membubarkan diri di depan kantor Mahkamah Agung mengaku akan kembali menggelar aksi 9 Mei dalam sidang putusan terhadap Ahok.

“Ingat sekali lagi tanggal 9 Mei hari Selasa kita akan datang lagi, mau jadi penonton, jadi wasit atau jadi pemain, mari kita semua sama-sama hadiri, takbir,” teriak orator masa aksi simpatik 55 sambil meninggalkan lokasi.

“Selamat pulang dan selamat berjuang, pak polisi silahkan anda kembali ke barak masing-masing dan silahkan beristirahat, sampai jumpa lagi pada 9 Mei,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...