Minggu, 19 November 2017 | 02.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Polisi Minta 9 Mei Tak Ada Lagi Aksi

Sabtu, 6 Mei 2017 - 12:40 WIB

IMG-22470

Massa aksi simpatik 55 di depan kantor MA (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan memuji massa Aksi Simpatik 55 yang digelar oleh GNPF-MUI berlangsung aman dan tertib.

Iriawan juga mengatakan massa GNPF MUI memenuhi janji untuk melakukan aksi damai berjalan kaki (long march) dari Masjid Istiqlal menuju gedung Mahkamah Agung (MA).

“Terimakasih semuanya berjalan lancer,” kata Iriawan di depan kantor MA, Jumat (5/5).

Selain itu, massa aksi simpatisk 55 juga memenuhi janji membubarkan diri dengan tertib usai perwakilan GNPF MUI diterima pihak MA.

Iriawan yang memantau langsung mengendarai sepeda motor untuk menyaksikan situasi dan kondisi aksi massa GNPF.

Iriawan berharap massa tidak lagi berunjuk rasa menjelang sidang putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 9 Mei 2017.

“Kita himbau 9 Mei jangan ada aksi lagi saat sidang putusan karena semua aspirasi sudah disampaikan,” tuturnya.

Mantan Kapolda Jabar itu meminta masyarakat menyerahkan dan menerima vonis hakim terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sebelumnya massa aksi simpatik 55 sebelum meninggalkan dan membubarkan diri di depan kantor Mahkamah Agung mengaku akan kembali menggelar aksi 9 Mei dalam sidang putusan terhadap Ahok.

“Ingat sekali lagi tanggal 9 Mei hari Selasa kita akan datang lagi, mau jadi penonton, jadi wasit atau jadi pemain, mari kita semua sama-sama hadiri, takbir,” teriak orator masa aksi simpatik 55 sambil meninggalkan lokasi.

“Selamat pulang dan selamat berjuang, pak polisi silahkan anda kembali ke barak masing-masing dan silahkan beristirahat, sampai jumpa lagi pada 9 Mei,” tambahnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...