Sabtu, 23 September 2017 | 07.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri: Butuh Faktor Keberuntungan Ungkap Kasus Teror Novel

Kapolri: Butuh Faktor Keberuntungan Ungkap Kasus Teror Novel

Reporter : Zainal Bakri | Minggu, 7 Mei 2017 - 13:09 WIB

IMG-22474

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penanganan kasus teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan nampaknya masih buntu belum ada titik terang hingga saat ini.

Bahkan, Kapolri Jendral Tito Karnavia mengaku, jika tersangka penyerangan sangat sulit diketahui, hanya butuh faktor keberuntungan yang besar untuk mengungkap kasus teror Novel.

Berbeda dengan kasus terorisme, aparat kepolisian bergerak sangat cepat kadang dengan cara melenyapkan terduga.

“Mudah-mudahan segera terungkap, tetapi kembali pada faktor keberuntungan yang sangat menentukan dalam penanganan kasus ini, karena tersangkanya sulit diketahui,” tegas Tito di Jakarta, Sabtu (6/5).

Penyidik, kata Tito masih terus melakukan pengembangan berdasarkan dua metode yaitu induktif dan deduktif. Pengembangan mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, dan keterangan dari para saksi.

“Metode induktif bergerak dari TKP berusaha mengembangkan ke luar. Sedangkan metode deduktif, motif dari luar yaitu siapa-siapa yang punya potensi tidak suka dengan korban, baik masalah pribadi, konflik dia dengan orang lain, atau dengan pekerjaan,” ujarnya.

Untuk itu, Tim dari Polda Metro Jaya juga telah berangkat ke tempat perawatan intensif Novel di Singapura. Hal ini untuk mendapatkan keterangan dari korban yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

“Kemarin memang tidak dilakukan pemeriksaan karena kondisi. Yang dipentingkan adalah bagaimana Novel bisa recover. Saya dengar Pak Kapolda sudah kirim tim berangkat untuk menggali. Mungkin ingat wajah dan lain-lainnya seperti apa,” ujar Tito.

“Kita kembangkan lagi, gerak dari TKP terus berjalan, CCTV terus berjalan mungkin dengan radius yg lebih luas lagi. IT juga jalan. Sambil dalami motif dengan tanyakan ke Novel,” ditambahkan Tito.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:22 WIB

Buka Kejurnas Karate 2017, ini pesan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V Tahun 2017, yang ...
Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang
Peristiwa - Sabtu, 23 September 2017 - 01:02 WIB

Satu Mobil Jaguar milik M Sanusi tak laku dilelang

Lelang barang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) selesai digelar, Jumat (22/9) sore ...
Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut
Hukum - Sabtu, 23 September 2017 - 00:08 WIB

Hakim tolak eksepsi KPK, praperadilan Novanto dilanjut

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Chepy Iskandar menolak eksepsi yang diajukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang praperadilan ...
Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 23:59 WIB

Soal nobar G30S/PKI, Panglima TNI: Menhan tak punya kewenangan terhadap saya

Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menuding Panglima TNI memaksa anggotanya untuk nonton film Pengkhianatan G30S/PKI.Panglima TNI Jenderal ...
Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 21:05 WIB

Dalil yang diajukan Setya Novanto disanggah tuntas KPK

Seluruh permohonan yang diajukan tim penasehat hukum Setya Novanto dijawab tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan praperadilan ...
Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 20:46 WIB

Diduga sarang dirusak penyebab ribuan lebah menempel di sayap pesawat

Manajemen Citilink Indonesia menyebutkan penyebab ribuan lebah nemempel disayap pesawat tujuan Batam- Kualanamu diduga karea habitat atau sarang lebah terganggu ...