Sabtu, 18 November 2017 | 20.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri: Butuh Faktor Keberuntungan Ungkap Kasus Teror Novel

Kapolri: Butuh Faktor Keberuntungan Ungkap Kasus Teror Novel

Reporter : Zainal Bakri | Minggu, 7 Mei 2017 - 13:09 WIB

IMG-22474

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penanganan kasus teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan nampaknya masih buntu belum ada titik terang hingga saat ini.

Bahkan, Kapolri Jendral Tito Karnavia mengaku, jika tersangka penyerangan sangat sulit diketahui, hanya butuh faktor keberuntungan yang besar untuk mengungkap kasus teror Novel.

Berbeda dengan kasus terorisme, aparat kepolisian bergerak sangat cepat kadang dengan cara melenyapkan terduga.

“Mudah-mudahan segera terungkap, tetapi kembali pada faktor keberuntungan yang sangat menentukan dalam penanganan kasus ini, karena tersangkanya sulit diketahui,” tegas Tito di Jakarta, Sabtu (6/5).

Penyidik, kata Tito masih terus melakukan pengembangan berdasarkan dua metode yaitu induktif dan deduktif. Pengembangan mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, dan keterangan dari para saksi.

“Metode induktif bergerak dari TKP berusaha mengembangkan ke luar. Sedangkan metode deduktif, motif dari luar yaitu siapa-siapa yang punya potensi tidak suka dengan korban, baik masalah pribadi, konflik dia dengan orang lain, atau dengan pekerjaan,” ujarnya.

Untuk itu, Tim dari Polda Metro Jaya juga telah berangkat ke tempat perawatan intensif Novel di Singapura. Hal ini untuk mendapatkan keterangan dari korban yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

“Kemarin memang tidak dilakukan pemeriksaan karena kondisi. Yang dipentingkan adalah bagaimana Novel bisa recover. Saya dengar Pak Kapolda sudah kirim tim berangkat untuk menggali. Mungkin ingat wajah dan lain-lainnya seperti apa,” ujar Tito.

“Kita kembangkan lagi, gerak dari TKP terus berjalan, CCTV terus berjalan mungkin dengan radius yg lebih luas lagi. IT juga jalan. Sambil dalami motif dengan tanyakan ke Novel,” ditambahkan Tito.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...