Jumat, 21 Juli 2017 | 15.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolri: Butuh Faktor Keberuntungan Ungkap Kasus Teror Novel

Kapolri: Butuh Faktor Keberuntungan Ungkap Kasus Teror Novel

Reporter : Zainal Bakri | Minggu, 7 Mei 2017 - 13:09 WIB

IMG-22474

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Penanganan kasus teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan nampaknya masih buntu belum ada titik terang hingga saat ini.

Bahkan, Kapolri Jendral Tito Karnavia mengaku, jika tersangka penyerangan sangat sulit diketahui, hanya butuh faktor keberuntungan yang besar untuk mengungkap kasus teror Novel.

Berbeda dengan kasus terorisme, aparat kepolisian bergerak sangat cepat kadang dengan cara melenyapkan terduga.

“Mudah-mudahan segera terungkap, tetapi kembali pada faktor keberuntungan yang sangat menentukan dalam penanganan kasus ini, karena tersangkanya sulit diketahui,” tegas Tito di Jakarta, Sabtu (6/5).

Penyidik, kata Tito masih terus melakukan pengembangan berdasarkan dua metode yaitu induktif dan deduktif. Pengembangan mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, dan keterangan dari para saksi.

“Metode induktif bergerak dari TKP berusaha mengembangkan ke luar. Sedangkan metode deduktif, motif dari luar yaitu siapa-siapa yang punya potensi tidak suka dengan korban, baik masalah pribadi, konflik dia dengan orang lain, atau dengan pekerjaan,” ujarnya.

Untuk itu, Tim dari Polda Metro Jaya juga telah berangkat ke tempat perawatan intensif Novel di Singapura. Hal ini untuk mendapatkan keterangan dari korban yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

“Kemarin memang tidak dilakukan pemeriksaan karena kondisi. Yang dipentingkan adalah bagaimana Novel bisa recover. Saya dengar Pak Kapolda sudah kirim tim berangkat untuk menggali. Mungkin ingat wajah dan lain-lainnya seperti apa,” ujar Tito.

“Kita kembangkan lagi, gerak dari TKP terus berjalan, CCTV terus berjalan mungkin dengan radius yg lebih luas lagi. IT juga jalan. Sambil dalami motif dengan tanyakan ke Novel,” ditambahkan Tito.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut
Hukum - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:53 WIB

Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut

Meski Kapolda Metro Jaya diganti, Mabes Polri memastikan penyidikan kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tetap berjalan.Kepala ...
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...