Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tukang Ojek Jual Ganja 5 Kg

Tukang Ojek Jual Ganja 5 Kg

Reporter : Ardiansyah | Senin, 8 Mei 2017 - 15:37 WIB

IMG-22483

Ojek jual Ganja. (kininews/ardiansyah)

JAKARTA, kini.co.id – Polsek Bekasi Utara berhasil menciduk seorang tukang ojek pangkalan yang nyambi menjadi pengedar narkotika jenis ganja di daerah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur pada Jumat, (5/5/2017).

Pelaku atas nama Ibnu Farid diringkus setelah unit narkoba Polsek Bekasi Utara melakukan pengembangan kepada salah seorang tersangka belum lama ini. Dari tangan pelaku, 5 kilogram paket ganja yang dipilah menjadi 5 bata berhasil diamankan.

Kapolsek Bekasi Utara, Komisaris Polisi Suroto menjelaskan, hal itu terjadi setelah petugas mengetahui bahwa di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sering dilakukan oleh tersangka untuk bertransaksi narkoba. Pelaku diciduk saat sedang menunggu pembeli di TKP.

“Sebelumnya kami menaruh curiga terhadap pelaku yang berdiri di pinggir jalan, dan petugas langsung melakukan penggeledahan, ternyata di dalam plastik hitam yang di bawa pelaku terdapat pecahan paket ganja seberat 5 kilogram,” jelas dia, Senin (8/5/2017) kepada awak media.

Saat itu juga, petugas langsung menggiring pelaku ke Polsek Bekasi Utara beserta barang buktinya untuk dilakukan kembali pengembangan. Dan hasilnya, pelaku mengaku hanya menjadi kurir seseorang bernama Idam (masuk dalam daftar pencarian orang).

“Pelaku Idam (DPO) mendapatkannya melalui paket Kantor Pos dan Giro cabang Rawamangun, Jakarta Timur,” kata dia dengan membeberkan barang haram itu didapat dari daerah Nanggro Aceh Darusalam.

“Dari sana (Aceh) pelaku Idam dikirim sebanyak 100 kilogram ganja kering siap edar. Setelah sampai Jakarta pelaku memilahnya dan menyimpan dirumah, pembeli yang sudah memesan akhirnya diketemukan oleh Idam melewati pelaku Ibnu di pangkalan ojek,” tambah dia.

Suroto membeberkan, dalam penangkapan selain mengamankan 5 kilogram ganja, barang bukti lain yang berhasil diamankan petugas yakni 2 unit handphone, 1 buah kartu ATM dan buku tabungan.

Sementara itu, pelaku Ibnu Farid mengaku sudah melakukan bisnis haramnya selama 1 minggu terakhir. Hal itu ia lakukan karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan 2 anak dan istrinya.

“Dari penghasilan ojek saya sekarang kan berkurang. Karena kita bersaing dengan ojek online,” tutur Ibnu menyesali perbuatannya.

Sebab, dari hasil nyambi sebagai pengedar narkotika. Ibnu sendiri mengaku pendapatannya bertambah, apalagi dalan 1 kilogram penjualan Ibnu dapat mendapatkan bonus sebesar Rp200 ribu.

“Harga 1 Kilogramnya Rp3 juta. Dan kemarin ada yang memesan sebanyaj 5 Kilogram. Dari situ saya dalam sehari bisa dapat Rp1 juta ketimbang jadi tukang ojek yang sehari hanya Rp50 ribu,” kata dia.

Kendati atas hal ini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman berlapis. Ia dikenakan pasal pidana 114 ayat 2, subsider Pasal 111 ayat 2, sesuai dengan UURI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Pelaku terancam Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup kurungan max 20 tahun dan minimal 5 tahun penjara.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...