Minggu, 28 Mei 2017 | 06.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Siapa Orangtua Jokowi Sesungguhnya ?

Siapa Orangtua Jokowi Sesungguhnya ?

Reporter : Rakisa | Senin, 8 Mei 2017 - 16:58 WIB

IMG-22495

Presidium Alumni 212 bersama tokoh nasional di Komnas HAM. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Desakan untuk melakukan tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) terhadap Presiden Jokowi mengemuka saat ratusan alumni 212 mendatangi Komnas HAM, Senin (8/5) siang.

Desakan test DNA tersebut menyangkut jatidiri Jokowi masih dipersoalkan, seperti dimana Jokowi lahir dan dibesarkan? Siapa orangtua Jokowi sesungguhnya? Lantas apakah ada hubungan Jokowi dengan PKI.

Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansfuri Sambo mengatakan cara-cara pemerintah dibawa Jokowi dengan melakukan kriminalisasi ulama dan aktivis dengan tuduhan makar dan anti bhineka merupakan cara-cara rezim Jokowi lebih berbahaya dibandingkan orde baru.

“Maka dari itu kami membuat petisi agar Komnas HAM juga membuat tim gabungan pencari fakta untuk mendesak agar dilakukan test DNA Presiden Jokowi yang merupakan anak tokoh PKI,” tegas Ustadz Ansfuri Idrus Sambo di Komnas HAM, Jl Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Sementara itu Ketua Progres 98, Faisal Assegaf menambahkan perilaku penguasa saat ini tampak jelas ada dendam politik masa lalu, terhadap suatu kebangkitan ideologi dengan melakukan kriminalisasi ulama dan aktivis.

“Kriminalisasi ulama dan aktivis ini semangat masa lalu yang kemudian muncul, yang diduga ‘dendam PKI’ terhadap umat Islam dan ulama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh nasional bersama alumni 212 menyampaikan dukungannya kepada Komnas HAM untuk mendesak Pemerintah memfasilitas test DNA tersebut diantaranya Ustadz Alfian Tanjung, yang dikenal dengan pemikiran-pemikiran bahaya Komunis, Amien Rais, advokat senior Egi Sudjana dan Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendrata.

Menanggapi munculnya usualn agar Komnas HAM meminta Pemerintah melakukan test DNA terhadap Jokowi, Koordinator Komnas HAM, Natalius Pigai mengaku masih banyak waktu untuk melakukan hal itu, fokus pihaknya saat ini adalah melakukan investigasi dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

“Kasus-kasus kriminalisasi apa yang dialami ulama-ulama, habaib, ustadz/ustadzah. Kami sudah inventarisir kasus-kasus tersebut, yakni pertama adanya dugaan kriminalisasi ulama dengan aktor yang diberikan kewenangan hukum,” ujar Pigai.

Termasuk tuduhan Makar yang juga dilakukan aktornya adalah diduga oleh aktor negara atau pemangku negara.

Pigai menambahkan, untuk itu kriminalisasi ulama dan aktivis tersebut korbanya sudah kita inventarisir yakni, dalam minggu ini mengirimkan surat kepada para korban, untuk dimintai keterangannya.

“Dalam pemanggilan nanti tolong korban agar menyampaikan dengan benar.Jangan pernah takut, Komnas HAM ini adalah rumah kita semua, kita membuka kran ini,” tambahnya.

Masih kata Pigai, Minggu ini juga pihaknya akan memanggil aktor-aktor yang terlibat, mulai dari pemangku hukum negara, pelaku penyelenggara negara.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...