Jumat, 21 Juli 2017 | 15.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Siapa Orangtua Jokowi Sesungguhnya ?

Siapa Orangtua Jokowi Sesungguhnya ?

Reporter : Rakisa | Senin, 8 Mei 2017 - 16:58 WIB

IMG-22495

Presidium Alumni 212 bersama tokoh nasional di Komnas HAM. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Desakan untuk melakukan tes Deoxyribonucleic Acid (DNA) terhadap Presiden Jokowi mengemuka saat ratusan alumni 212 mendatangi Komnas HAM, Senin (8/5) siang.

Desakan test DNA tersebut menyangkut jatidiri Jokowi masih dipersoalkan, seperti dimana Jokowi lahir dan dibesarkan? Siapa orangtua Jokowi sesungguhnya? Lantas apakah ada hubungan Jokowi dengan PKI.

Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansfuri Sambo mengatakan cara-cara pemerintah dibawa Jokowi dengan melakukan kriminalisasi ulama dan aktivis dengan tuduhan makar dan anti bhineka merupakan cara-cara rezim Jokowi lebih berbahaya dibandingkan orde baru.

“Maka dari itu kami membuat petisi agar Komnas HAM juga membuat tim gabungan pencari fakta untuk mendesak agar dilakukan test DNA Presiden Jokowi yang merupakan anak tokoh PKI,” tegas Ustadz Ansfuri Idrus Sambo di Komnas HAM, Jl Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Sementara itu Ketua Progres 98, Faisal Assegaf menambahkan perilaku penguasa saat ini tampak jelas ada dendam politik masa lalu, terhadap suatu kebangkitan ideologi dengan melakukan kriminalisasi ulama dan aktivis.

“Kriminalisasi ulama dan aktivis ini semangat masa lalu yang kemudian muncul, yang diduga ‘dendam PKI’ terhadap umat Islam dan ulama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh nasional bersama alumni 212 menyampaikan dukungannya kepada Komnas HAM untuk mendesak Pemerintah memfasilitas test DNA tersebut diantaranya Ustadz Alfian Tanjung, yang dikenal dengan pemikiran-pemikiran bahaya Komunis, Amien Rais, advokat senior Egi Sudjana dan Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendrata.

Menanggapi munculnya usualn agar Komnas HAM meminta Pemerintah melakukan test DNA terhadap Jokowi, Koordinator Komnas HAM, Natalius Pigai mengaku masih banyak waktu untuk melakukan hal itu, fokus pihaknya saat ini adalah melakukan investigasi dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

“Kasus-kasus kriminalisasi apa yang dialami ulama-ulama, habaib, ustadz/ustadzah. Kami sudah inventarisir kasus-kasus tersebut, yakni pertama adanya dugaan kriminalisasi ulama dengan aktor yang diberikan kewenangan hukum,” ujar Pigai.

Termasuk tuduhan Makar yang juga dilakukan aktornya adalah diduga oleh aktor negara atau pemangku negara.

Pigai menambahkan, untuk itu kriminalisasi ulama dan aktivis tersebut korbanya sudah kita inventarisir yakni, dalam minggu ini mengirimkan surat kepada para korban, untuk dimintai keterangannya.

“Dalam pemanggilan nanti tolong korban agar menyampaikan dengan benar.Jangan pernah takut, Komnas HAM ini adalah rumah kita semua, kita membuka kran ini,” tambahnya.

Masih kata Pigai, Minggu ini juga pihaknya akan memanggil aktor-aktor yang terlibat, mulai dari pemangku hukum negara, pelaku penyelenggara negara.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut
Hukum - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:53 WIB

Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut

Meski Kapolda Metro Jaya diganti, Mabes Polri memastikan penyidikan kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tetap berjalan.Kepala ...
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...