Selasa, 26 September 2017 | 16.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Komnas HAM Sebut Aktor Negara Dibalik Kriminaliasi Ulama dan Aktivis

Komnas HAM Sebut Aktor Negara Dibalik Kriminaliasi Ulama dan Aktivis

Reporter : Rakisa | Senin, 8 Mei 2017 - 19:04 WIB

IMG-22510

Komisioner Komnas HAM, Natalous Pigai bersama Komisioner Komnas HAM bersama tokoh nasional Amien Rais di Komnas HAM. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran HAM terhadap kriminalisasi ulama dan aktivis yang dilaporkan Presidium Alumni 212 bersama para sejumlah tokoh nasional.

Natalius pun mengungkapkan sudah melakukan inventarisir kasus-kasus tersebut dan dalam waktu dekat akan memanggil korban, termasuk alat negara yang diduga terlibat.

“Kami tim yang langsung menangani dan menindaklanjuti kasus yang dialami oleh alim ulama dan habaib seperti kasus kriminalisasi aktifis, ustadz, alim ulama dan habaib,” ujarnya di Kantor Komnas HAM, Jl Laturhary, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Komisioner asal Papua ini juga meminta agar tidak pernah takut menyampaikan apa saja kepada Komnas HAM, karena tidak terpengaruh dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapa pun.

“Ini adalah rumah kita bersama, jadi saya membuka kran hal itu,” terangnya.

Natalius mengaku kasus-kasus yang sedang ditangani Komnas HAM saat ini menjadi salah satu fokus Komnas HAM dan saat ini tengah didalami.

Ia pun secara tegas bahwa ada dugaan yang mengarah kepada the state of actor, pertama kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh aktor-aktor yang berasal dari Negara (the state of actor).

“Kedua, terkait kasus penangkapan dalam dugaan upaya makar juga diduga dilakukan oleh aktor yang berasal dari Negara,” terangnya.

Kemudian, ketiga adanya intimidasi, teror yang bisa saja dilakukan siapapun terlebih lagi yang juga dapat dilakukan oleh aktor yang diduga berasal dari negara.

Dan keempat, hate speech, Komnas HAM menyadari bahwa ada dugaan ujaran kebencian yang diduga juga dilakukan aktor yang berasal dari negara. Untuk itu, Komnas HAM sudah memproses secara administratif dan akan mengirimkan surat kepada pihak yang terkait.

“Hari ini suratnya sudah jadi, namun baru bisa besok, Selasa (9/5) dikirim ke sanak saudara korban untuk bisa ditandatangani agar bisa menjenguk korban, terkait kasus penangkapan dugaan adanya upaya makar,” tandasnya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh nasional dan aktivis dituding dengan dugaan makar mereka ditahan selama beberapa hari bahkan aktivis nasional Sri Bintang Pamungkas baru dibebaskan setelah 102 hari.

Terbaru sejumlah aktivis Islam, seperti KH Muhammad Al-Khaththatah bersama empat orang lainnya juga dituduh makar, mereka sampai saat ini masih ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua. Bahkan mereka tidak diperkenan dijenguk oleh pihak keluarga.

Atas hal itu, Natalius Pigai menegaskan Komnas HAM sebagai lembaga eksternal kepolisian meminta agar tidak cepat-cepat atau terburu-buru menyampaikan kepada kejaksaan.

“Tahan dulu jangan dilimpahkan, kami sedang dalam penyelidikan jika nanti hasil penyelidikan alat bukti itu tidak cukup maka kami meminta penahana itu dievaluasi,” tambahnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bekraf dorong ekonomi kreatif lewat program satu pintu
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 15:46 WIB

Bekraf dorong ekonomi kreatif lewat program satu pintu

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memberian peluang kepada pelaku ekonomi kreatif untuk mengajukan proposal bantuan untuk Periode 2018 melalui website satu ...
KPK Akan Penuhi Panggilan Pansus, Ini Syaratnya
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 14:52 WIB

KPK Akan Penuhi Panggilan Pansus, Ini Syaratnya

KPK kembali datang memenuhi panggilan Komisi III DPR RI untuk rapat dengar pendapat (RDP) hari ini. Dalam rapat lanjutan ini ...
Pimpinan KPK Pantau Kesaksian 3 Ahli Kasus BG di Prapid Novanto
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 14:05 WIB

Pimpinan KPK Pantau Kesaksian 3 Ahli Kasus BG di Prapid Novanto

Sidang Praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, hari ini, Selasa, (26/9/2017).Pantauan Kini.co.id ...
Tujuh komisioner KIP disahkan paripurna DPR
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 13:42 WIB

Tujuh komisioner KIP disahkan paripurna DPR

Agenda paripurna masa persidangan I 2017-2017 ketiga, Selasa (26/9) mengesahkan tujuh anggota komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) periode 2017-2021.Dalam laporannya ...
Fahri Hamzah Dinilai Arogan, Alasan 3 Fraksi Walkout dari Rapat Paripurna
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 13:34 WIB

Fahri Hamzah Dinilai Arogan, Alasan 3 Fraksi Walkout dari Rapat Paripurna

Pimpinan sidang rapat paripurna dinilai arogan oleh beberapa fraksi yang berujung walkoutnya Fraksi PAN, PKS, dan Gerindra Sekertaris Fraksi PAN ...
Lima ‘wakil Tuhan’ yang dipilih wakil rakyat disahkan di paripurna DPR
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 13:13 WIB

Lima ‘wakil Tuhan’ yang dipilih wakil rakyat disahkan di paripurna DPR

Lima Hakim Agung baru hasil uji kelayakan dan kepatutan Komisi III disahkan dalam paripurna masa persidangangn I 2017-2018, Selasa (26/9).Ketua ...