Kamis, 22 Februari 2018 | 19.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Komnas HAM Sebut Aktor Negara Dibalik Kriminaliasi Ulama dan Aktivis

Komnas HAM Sebut Aktor Negara Dibalik Kriminaliasi Ulama dan Aktivis

Reporter : Rakisa | Senin, 8 Mei 2017 - 19:04 WIB

IMG-22510

Komisioner Komnas HAM, Natalous Pigai bersama Komisioner Komnas HAM bersama tokoh nasional Amien Rais di Komnas HAM. (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran HAM terhadap kriminalisasi ulama dan aktivis yang dilaporkan Presidium Alumni 212 bersama para sejumlah tokoh nasional.

Natalius pun mengungkapkan sudah melakukan inventarisir kasus-kasus tersebut dan dalam waktu dekat akan memanggil korban, termasuk alat negara yang diduga terlibat.

“Kami tim yang langsung menangani dan menindaklanjuti kasus yang dialami oleh alim ulama dan habaib seperti kasus kriminalisasi aktifis, ustadz, alim ulama dan habaib,” ujarnya di Kantor Komnas HAM, Jl Laturhary, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Komisioner asal Papua ini juga meminta agar tidak pernah takut menyampaikan apa saja kepada Komnas HAM, karena tidak terpengaruh dan tidak dapat dipengaruhi oleh siapa pun.

“Ini adalah rumah kita bersama, jadi saya membuka kran hal itu,” terangnya.

Natalius mengaku kasus-kasus yang sedang ditangani Komnas HAM saat ini menjadi salah satu fokus Komnas HAM dan saat ini tengah didalami.

Ia pun secara tegas bahwa ada dugaan yang mengarah kepada the state of actor, pertama kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh aktor-aktor yang berasal dari Negara (the state of actor).

“Kedua, terkait kasus penangkapan dalam dugaan upaya makar juga diduga dilakukan oleh aktor yang berasal dari Negara,” terangnya.

Kemudian, ketiga adanya intimidasi, teror yang bisa saja dilakukan siapapun terlebih lagi yang juga dapat dilakukan oleh aktor yang diduga berasal dari negara.

Dan keempat, hate speech, Komnas HAM menyadari bahwa ada dugaan ujaran kebencian yang diduga juga dilakukan aktor yang berasal dari negara. Untuk itu, Komnas HAM sudah memproses secara administratif dan akan mengirimkan surat kepada pihak yang terkait.

“Hari ini suratnya sudah jadi, namun baru bisa besok, Selasa (9/5) dikirim ke sanak saudara korban untuk bisa ditandatangani agar bisa menjenguk korban, terkait kasus penangkapan dugaan adanya upaya makar,” tandasnya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh nasional dan aktivis dituding dengan dugaan makar mereka ditahan selama beberapa hari bahkan aktivis nasional Sri Bintang Pamungkas baru dibebaskan setelah 102 hari.

Terbaru sejumlah aktivis Islam, seperti KH Muhammad Al-Khaththatah bersama empat orang lainnya juga dituduh makar, mereka sampai saat ini masih ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua. Bahkan mereka tidak diperkenan dijenguk oleh pihak keluarga.

Atas hal itu, Natalius Pigai menegaskan Komnas HAM sebagai lembaga eksternal kepolisian meminta agar tidak cepat-cepat atau terburu-buru menyampaikan kepada kejaksaan.

“Tahan dulu jangan dilimpahkan, kami sedang dalam penyelidikan jika nanti hasil penyelidikan alat bukti itu tidak cukup maka kami meminta penahana itu dievaluasi,” tambahnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...