Selasa, 26 September 2017 | 17.56 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Vonis Ahok Dijaga 14 Ribu Aparat Gabungan

Vonis Ahok Dijaga 14 Ribu Aparat Gabungan

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 8 Mei 2017 - 23:45 WIB

IMG-22520

Aparat Kepolisian mengamankan aksi massa (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Puluhan ribu aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan jalannya vonis pada persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5).

Kepolisian mengerahkan 14.000 pasukan gabungan TNI dan Polri untuk mengamankan jalannya sidang besok.

“Kita siapkan 12–14 ribu personel,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (8/5).

Rikwanto mengatakan, 14 ribu pasukan itu tidak hanya ditempatkan di Kementerian Pertanian, tetapi disebar sejumlah titik diantaranya Mal Cilandak Town Square, Blok M Square, Pondok Indah Mal, dan Kantor Kejaksaan.

Peningkatan keamanan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika ada aksi kekesalan dan kemarahan massa atas hasil vonis putusan sidang.

“Pengamanan bukan hanya di posisi sekitar sidang, juga di tempat-tempat lain, di persimpangan-persimpangan, keramaian-keramaian, pasar dan lainnya di sekitar sini,” kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, selain sejumlah titik yang dijaga, majelis hakim juga akan dikawal ketat oleh kepolisian. Menurutnya, polisi berusaha menjaga agar tidak ada intimidasi apapun bagi hakim yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi putusan sidang.

“Itu sudah sesuai SOP, kalau ada seperti ini kami siapkan, untuk alat taktis sejumlah baraccuda juga disiapkan,” tegasnya.

Seperti diketahui, jaksa penuntut umum menuntut Ahok dengan pasal alternatif kedua yaitu Pasal 156 KUHP, yakni dengan tuntutan pidana satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...