Rabu, 26 Juli 2017 | 03.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Vonis Ahok Dijaga 14 Ribu Aparat Gabungan

Vonis Ahok Dijaga 14 Ribu Aparat Gabungan

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 8 Mei 2017 - 23:45 WIB

IMG-22520

Aparat Kepolisian mengamankan aksi massa (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Puluhan ribu aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan jalannya vonis pada persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5).

Kepolisian mengerahkan 14.000 pasukan gabungan TNI dan Polri untuk mengamankan jalannya sidang besok.

“Kita siapkan 12–14 ribu personel,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (8/5).

Rikwanto mengatakan, 14 ribu pasukan itu tidak hanya ditempatkan di Kementerian Pertanian, tetapi disebar sejumlah titik diantaranya Mal Cilandak Town Square, Blok M Square, Pondok Indah Mal, dan Kantor Kejaksaan.

Peningkatan keamanan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika ada aksi kekesalan dan kemarahan massa atas hasil vonis putusan sidang.

“Pengamanan bukan hanya di posisi sekitar sidang, juga di tempat-tempat lain, di persimpangan-persimpangan, keramaian-keramaian, pasar dan lainnya di sekitar sini,” kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, selain sejumlah titik yang dijaga, majelis hakim juga akan dikawal ketat oleh kepolisian. Menurutnya, polisi berusaha menjaga agar tidak ada intimidasi apapun bagi hakim yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi putusan sidang.

“Itu sudah sesuai SOP, kalau ada seperti ini kami siapkan, untuk alat taktis sejumlah baraccuda juga disiapkan,” tegasnya.

Seperti diketahui, jaksa penuntut umum menuntut Ahok dengan pasal alternatif kedua yaitu Pasal 156 KUHP, yakni dengan tuntutan pidana satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...