Minggu, 19 November 2017 | 02.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tak Terima Vonis Hakim, Ahok Ajukan Banding

Tak Terima Vonis Hakim, Ahok Ajukan Banding

Reporter : Fadilah | Selasa, 9 Mei 2017 - 11:51 WIB

IMG-22534

Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki sidang vonis (kininews/dok)

JAKARTA, kini.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak terima atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Ia pun mengambil upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

“Kami akan ajukan banding yang mulia,” tutur Ahok usai berdiskusi dengan para kuasa hukumnya, di Kementerian Pertanian, di Jakarta Selatan, Selasa, (9/5/2017).

Mendengar pernyataan tersebut, Majelis Hakim pun mengatakan bahwa langkah apa yang akan diambil oleh Ahok harus ditindaklanjuti dengan mencatatkan pada kepaniteraan di Jakarta Utara.

“Meskipun saudara sudah menyatakan banding, namun hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan mencatatkan pada kepaniteraan di Jakarta Utara,” kata Hakim.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Senin, (9/5/2017).

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim; Dwiarso Budi Santiarto, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penodaan agama seperti dalam Pasal 156a KUHP.

Ada sejumlah pertimbangan yang diambil hakim dalam menjatuhkan putusan ini. Pertama hal yang memberatkan adalah lantaran Ahok merasa tidak bersalah, kedua perbuataan Ahok dinilai telah memecah kerukunan umat antar agama.

“Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa tidak pernah dihukum berperilaku sopan dan kooperatif selama sidang,” pungkas Hakim.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...