Rabu, 26 Juli 2017 | 03.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tak Terima Vonis Hakim, Ahok Ajukan Banding

Tak Terima Vonis Hakim, Ahok Ajukan Banding

Reporter : Fadilah | Selasa, 9 Mei 2017 - 11:51 WIB

IMG-22534

Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki sidang vonis (kininews/dok)

JAKARTA, kini.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak terima atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). Ia pun mengambil upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

“Kami akan ajukan banding yang mulia,” tutur Ahok usai berdiskusi dengan para kuasa hukumnya, di Kementerian Pertanian, di Jakarta Selatan, Selasa, (9/5/2017).

Mendengar pernyataan tersebut, Majelis Hakim pun mengatakan bahwa langkah apa yang akan diambil oleh Ahok harus ditindaklanjuti dengan mencatatkan pada kepaniteraan di Jakarta Utara.

“Meskipun saudara sudah menyatakan banding, namun hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan mencatatkan pada kepaniteraan di Jakarta Utara,” kata Hakim.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Senin, (9/5/2017).

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim; Dwiarso Budi Santiarto, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penodaan agama seperti dalam Pasal 156a KUHP.

Ada sejumlah pertimbangan yang diambil hakim dalam menjatuhkan putusan ini. Pertama hal yang memberatkan adalah lantaran Ahok merasa tidak bersalah, kedua perbuataan Ahok dinilai telah memecah kerukunan umat antar agama.

“Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa tidak pernah dihukum berperilaku sopan dan kooperatif selama sidang,” pungkas Hakim.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...