Jumat, 21 Juli 2017 | 15.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Bejat! Amir Mujahidin Nodai Anak Tirinya Selama Satu Tahun

Bejat! Amir Mujahidin Nodai Anak Tirinya Selama Satu Tahun

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 9 Mei 2017 - 16:14 WIB

IMG-22546

ilustrasi

BEKASI, kini.co.id – Kelakuan Amir Mujahidin sungguh bejat. Betapa tidak, pria berusia 29 itu tega menodai kesucian anak tirinya berinisial ADS (10), yang masih duduk di bangku kelas IV SD di salah satu sekolah swasta.

Parahnya lagi, peristiwa memilukan yang dialami korban sudah selama kurung waktu satu tahun lamanya setelah pernikahan ibu kandung korban berinisial DS (34) dengan pelaku pada Februari 2016 silam.

DS mengaku pernikahannya sudah berjalan selama satu tahun lebih setelah ia ditinggalkan oleh almarhum suaminya. Sejak ditinggal pergi sang suami, DS mengasuh dua buah hati anak perempuannya, ADS adalah anak pertama dari DS.

Setelah itu, ia memilih untuk mencari kembali sosok pria untuk menjadi tulang punggung keluarga. Pria itu adalah Amir Mujahidin, hingga akhirnya mereka menikah. Namun pernikahannya tak sesuai apa yang telah DS harapkan.

Nasib malang yang dialaminya ini harus ditelan pahit-pahit sendirian setalah ia melihat hal yang mencengangkan terjadi kepada anak pertamaya. Perlakuan Amir Mujahidin memang berada diluar pemikiarannya namun kenyataan ini harus diterima.

Kasus ini terkuak saat DS dan Amir Mujahidin bertikai di kontrakannya yang berada di bilangan Bekasi Barat. Pertikaian itu membuat DS muak dan pergi keluar rumah, sebab ia takut sang suami memukulinya.

“Saya ajak anak pertama saya keluar rumah sebentar karena saya penat kepala, tetapi ADS tidak mau karena takut adik kecilnya yang dibawa oleh bapak tirinya ke kamar di apa-apakan. Disitu langsung saya pergi keluar,” ungkap dia, Selasa (9/5/2017) kepada Kini.coid

Tak lama kemdian, DS kembali ke kontrakannya bersama dengan sang tante. Namun pintu kontrakannya malah dalam keadaan terkunci, ia dan tantenya lalu menengok ke jendela dan melihat hal yang tak terduga.

“Pas saya lihat ternyata anak saya didepan sudah dalam kondisi setengah bugil tanpa mengenakan celana. Saya lalu menggedor pintu dan suami saya lari ke kamar dan anak saya juga lari ke kamar mandi,” jelas dia.

“Pas sudah dibuka saya langsung mengahmpiri anak saya ke kamar mandi untuk menanyakan apa yang terjadi tadi dengan bapak tirinya, saya lihat ada sperma dekat kelamin anak saya, dan anak saya akhirnya membongkar kebusukan perilaku bapak tirinya itu,” sambung dia.

Sontak saja, DS langsung merebut anak kandungnya yang masih balita di kamar dan terjadilah cekcot mulut antara kedua pasagan suami istri itu. Tidak sampai disitu, DS akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke pihak Kepolisian.

DS mengaku, perbuatan keji tersebut dilakukan oleh suaminya pada hari Minggu tanggal 30 April 2017. Kejadian terjadi pada tengah hari bolong. Akhirnya ia bersama dengan tantenya dan orangtuanya memutuskan melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolsian.

Upaya DS dan keluarganya untuk melaporkan perbuatan bejat yang menimpa anak perempuan pertamanya itu pun sempat dihalau oleh Amir Mujahidin. Pelaku pun tidak ada henti-hentinya untuk meminta maaf. Namun emosi yang dirasakan oleh DS sudah di ubun-ubun kepala.

“Saya terus dikejar oleh dia (pelaku) sampai saya jalan ke Kelurahan Bintara masih dikejar, dan saya sampai minta tolong kepada security hingga akhirnya saya diantar balik kerumah lagi, tapi pelaku masih mengejar saya,” terang dia.

Hingga hari mulai gelap, lanjut DS, pelaku mencoba gantle man dengan menariknya ke kantor kepolisian. Kendati untuk melaporkan kejadian ini DS tidak mau datang bersama dengan Amir Mujahidin.

“Ya saya langsung jalan aja ke Polsek Bekasi Barat, dan gak tau pelaku kemana. Ternyata saat ke Polsek saya diarahkan untuk langsung melaporkan kasus ini ke Polres Metropolitan Bekasi Kota, lantaran di Polsek tidak tersedia uni PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak),” kata dia.

Selanjutnya DS langsung mengikuti arahan yang telah diberikan oleh pihak kepolsian di Polsek Barat. Kendati saat sampai di Polres Metro Bekasi Kota, ternyata Amir Mujahidin sudah berada di depan halaman ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Ayo lapor sama saya, saya tidak takut,” kecam ucapan pelaku yang ditirukan oleh DS. “Ngapain kamu kesini udah sanah gak usah biar saya yang langsung laporin,” jawab DS kala itu kepada pelaku dengan menggandeng ADS.

“Tetapi dia malah langsung ke depan meja penyidik dan duduk. Sampai penyidik nanya sama dia ‘ngapain bapak mau lapor apa disini’ tanya penyidik.’Saya pelaku pak’ jawabnya singkat,” tambah dia.

Setelah itu, lanjut DS, mulailah ia diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik tentang apa yang terjadi kepada keluarganya terutama kepada ADS.

Usai diperiksa, ADS pun kembali menerima beberapa pertanyaan oleh penyidik yang membuat sang ibu yang melahirkannya menangis. Bagaimana tidak, soalnya ADS mengaku perbuatan yang dilakukan oleh ayah tirinya terjadi seusia pernikahannya dengan Amir Mujahidin.

“Ga nyangka saya sama dia, ternyata sudah banyak sekali dia melakukan perbuatan bejatnya kepada putri saya selama saya tidak berada dirumah. Bahkan anak saya saat diperiksa bilang kalau pelaku juga pernah melakukannya saat saya sedang cuci piring dirumah,” terang dia menahan isak tangis.

Kendati malahan, saat diperiksa oleh polisi kata DS, Amir Mujahidin mengaku melakukan perbuatan bejatnya kepada ADS selama empat kali. Namun pengkuan itu terbantahkan dengan pengakuan ADS yang merasa lama di dzalimi oleh pelaku.

“Saat itu anak saya disuruh oral seks sama pelaku, dan pelaku juga masturbasi dengan meraba kelamin anak saya,” tutur dia mengak kalau Amir Mujahidin mempunyai istri juga di daerah Rawa Bebek, Bekasi Barat.

Wanita yang dikaruniai satu anak dari Amir Mujahidin ini menjelaskan bahwa sebelumnya ia pernah menaruh curiga terhadap pelaku. Itu terjadi bulan April 2017 yang tidak diketahui hari dan tanggalnya.

Ia curiga saat ADS pulang outbound dari sekolahnya dan tedengar suara bising di belakan dapur. Saat itu dibelakang ADS bersama dengan Amir Mujahidin.

“Gedebak-gedebuk suaranya, tapi saya samperin anak saya keluar langsung. Tapi saya pengen sekali menanyakan ada apa tadi, seperti ada yang menjaggal dihati saya. Tapi saya bingung mau tanya apa kepada ADS,” kata dia.

Singkat cerita, DS mulai melanjutkan usai membuat laporan sesuai dengan nomor laporan STLP/365/K/IV/2017/SPKT/ Resta Bks Kota. Pihak keluarga dari Amir Mujahdin sering menyambangi kediamannya.

Kedatangan mereka meminta agar laporan yang sudah ditandatanganinya itu dapat dicabut. Namun hal itu tidak membuat DS luluh dikarenakan apa yang tengah dirasakannya saat ini lebih dari sakit dari apapun.

“Keluarganya juga datang mulu. Bahkan kemarin pagi ada yang datang pria berawak besar mengnakan jaket warna hitam dengan orangtuanya juga. Ada yag ngaku sebagai anggota Kostrad dan pengacara, meminta agar saya cabut laporannya,” kata dia.

Sementara itu, ADS mengaku, bahwa ayah tirinya bila ingin melaukan perbuatan bejatnya tanpa basa-basi. Tidak ada iming-iming diberikan uang saku ataupun bentuk jajanan.

“Abi (biasa ADS panggil ayah tirinya) langsung pegang tangan aku, di tarik terus suruh ngelakuin seperti biasa,” kata ADS saat ditanyakan bagaimana modus pelaku saat melakukan aksi bejatnya.

ADS juga mengatakan tidak ada bentuk ancaman yang dilontarkan oleh Amir Mujahidin saat mengajarka anak tirinya melakukan oral seks.

“Cuma ditarik tangannya, terus diajak ke kamar atau kamar mandi kalau engga ada ibu. Setiap kali engga ada ibu Abi selalu begitu,” tanda dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut
Hukum - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:53 WIB

Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut

Meski Kapolda Metro Jaya diganti, Mabes Polri memastikan penyidikan kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tetap berjalan.Kepala ...
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...