Kamis, 22 Februari 2018 | 19.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Djarot: Pemindahan Ahok Bukan Karena Keamanan

Djarot: Pemindahan Ahok Bukan Karena Keamanan

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 10 Mei 2017 - 21:22 WIB

IMG-22588

Terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Ant)

Jakarta, kini.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku pemindahan tempat penahanan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan dilakukan karena alasan keamanan.

“Bukan karena alasan keamanan. Pemindahan itu dilakukan karena kalau tetap di Rutan Cipinang dan para pendukung terus berdatangan, nanti malah bikin macet lalu lintas,” kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/5).

Oleh karena itu, menurut Djarot, supaya tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, maka dipindahkan ke penjara yang berlokasi di Mako Brimob, Depok.

Djarot mengaku telah menyempatkan diri untuk datang ke Rutan Cipinang pada Selasa (9/5) malam untuk meminta massa pendukung Ahok agar meninggalkan rutan tersebut.

“Supaya tidak mengganggu lalu lintas, makanya dipindahkan ke Mako Brimob di Depok. Tadi malam saya juga sempat ke Cipinang. Saya minta supaya massa membubarkan diri dengan tertib,” ujar Djarot dikutip dari Antara.

Sementara itu, dia mengungkapkan meskipun lokasi penahanan Ahok telah dipindahkan, koordinasi terkait pelaksanaan program-program pembangunan Kota Jakarta akan terus dilakukan.

“Komunikasi bisa kami lakukan setiap saat, sekaligus koordinasi. Tapi Pak Ahok tidak menuntut supaya koordinasi setiap hari. Koordinasi dilakukan ketika ada kebijakan-kebijakan yang harus dilaksanakan,” ujar Djarot.

Seperti diketahui, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat ini tengah menjalani vonis dua tahun penjara terkait perkara dugaan penistaan agama, sehingga statusnya sebagai gubernur dinonaktifkan untuk sementara.

Sebelumnya, Ahok sempat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur. Namun, pada dini hari tadi, lokasi penahanan Ahok dipindahkan ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...
Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 14:45 WIB

Pegawai KPK Senang Novel Baswedan Kembali

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili oleh Harun Al Rasyid mengaku senang Novel Baswedan dapat kembali."Pertama pegawai KPK merasa ...