Minggu, 23 Juli 2017 | 17.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Masih Tunggu Pengungkapan Terduga Penyerang Novel

KPK Masih Tunggu Pengungkapan Terduga Penyerang Novel

Reporter : Fadilah | Kamis, 11 Mei 2017 - 17:26 WIB

IMG-22602

Jubir KPK, Febri Diansyah. (kininews/fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait dengan penangkapan terduga peneror penyidik senior KPK, berinisial AL.

Pihaknya juga menunggu perkembangan dan kelanjutan hasil pemeriksan terhadap terduga AL.

“Iya (masih menunggu), karena penangkapan dilakukan oleh Polri, dan seperti yang disampaikan kemarin, masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak Polri,” kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (11/5).

Menurut Febri untuk mengetahui status terhadap AL, atau orang yang diduga sebagai ‎pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan, berdasarkan KUHAP, pihak kepolisian mempunyai waktu 1×24 jam.

“Jadi kalau mengacu KUHAP, ada waktu 1×24 jam setelah penangkapan untuk penentuan statusnya,” tegasnya.

Seperti diberitakan, petugas Polda Metro Jaya dan Mabes Polri, Rabu (10/5) malam mengamankan seorang pria berinisial AL yang diduga terkait penyiraman cairan kimia terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan penangkapan terduga AL atas keterangan Novel yang menyerahkan sendiri foto yang diduga merupakan pelaku penyiram air keras terhadapnya.

“Kami dapatkan (foto terduga) dari korban saat penyidik mengunjunginya di Singapura, ” kata Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/5) malam.

Saat ini, kata Setyo, AL masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Dia belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Saksi juga bukan. Tolong kedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Setyo.

Saat ini, Novel sendiri masih menjalani perawatan intensif di Singapura akibat mata kanan dan kiri karena disiram air keras oleh dua orang pelaku.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...