Rabu, 26 Juli 2017 | 13.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pengkhianat, Jika Demi Bela Ahok Mengemis Bantuan Asing

Pengkhianat, Jika Demi Bela Ahok Mengemis Bantuan Asing

Jumat, 12 Mei 2017 - 07:35 WIB

IMG-22604

Pakar hukum Unpad Prof. Romli Atmasasmita (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Rakyat Indonesia diharapkan tidak ada yang meminta bantuan pihak asing untuk urusan dalam negeri, terutama kasus penistaan agama yang membelit Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Jika masih ada wni yg minta2 bantuan asing u urusan dalam negeri jelas mental inlander,” tegas pakar hukum Unpad Prof. Romli Atmasasmitaā€¸, seperti dikutip dari akun Twitter-nya @rajasundawiwaha, Jumat (12/5).

Dia menjelaskan sejak Konferensi Asia Afrika tahun 1955 lalu, Indonesia dikenal sebagai negara anti kolonialisme, lewat tokohnya Bung Karno. Karena itu adalah sebuah tragedi, tragis kalau sampai anak cucunya ada yang kolaborasi dengan mantan penjajah.

“Pasti Bung Karno menangis di dalam kuburnya,” ucapnya.

Guru besar Universitas Padjadjaran ini menegaskan Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu tak boleh ada yang bisa mengintervensi penegakan hukum di negeri ini.

“Sy minta abaikan niat parlemen belanda intervensi ks ahok. kemlu hrs bersikap jika sdh konkrit,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...