Rabu, 17 Januari 2018 | 19.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Natalius Pigai: Komnas HAM Fleksibel Soal Meminta Keterangan Habib Rizieq

Natalius Pigai: Komnas HAM Fleksibel Soal Meminta Keterangan Habib Rizieq

Jumat, 12 Mei 2017 - 19:25 WIB

IMG-22630

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Presidium Alumni 212 menyebutkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sebagai korban dugaan pelanggaran HAM yang dikriminalisasi demi keamanannya, Komnas HAM bisa menemuinya di luar negeri untuk menggali keterangan langsung.

“Demi keamanan beliau [Habib Rizieq] untuk sementara tidak bisa pulang ke Indonesia karena berbagai aksi teror yang mengancamnya,” tegas Ketua Presidium alumni 212, Ustadz Ansfuri Idrus Sambo di Komnas HAM, Jumat (12/5).

Seharusnya, kata Ansfuri Komnas HAM sebagai lembaga eksternal negara bisa memfasilitasi hal tersebut, hanya masalah teknis.

Disinggung adanya kabar keberadaan Habib Rizieq yang saat ini berada di Malaysia, Ansufri enggan menyebutkan dimanas saat ini Imam Besar FPI tersebut.

“Kami tidak bisa menyebutkan di mana beliau berada karena alasan keamanan. Tapi jika Komnas HAM mau menemui beliau bisa kami fasilitasi pertemuannya di Jeddah, Arab Saudi,” tambahnya.

Sementara itu Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengaku akan memfasilitasi hal tersebut sebagai kewajiban lembaganya untuk mendapatkan keterangan semua korban.

“Itu soal teknis saja fleksibel, Komnas HAM bisa dengan mengundangnya ke Kantor Komnas HAM atau meminta keterangan di luar. Atau misalnya bisa melalui email atau wawancara langsung melalui teknologi,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...