Rabu, 26 Juli 2017 | 03.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pembantu Curi Emas untuk Kekasih Gelap

Pembantu Curi Emas untuk Kekasih Gelap

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 12 Mei 2017 - 19:33 WIB

IMG-22633

Pembantu Rumah Tangga, KTH mencuri emas majikannya. (kininews/ardiansyah)

BEKASI, kini.co.id – Seorang pembantu rumah tangga (PRT), KTH (46) tega menggondol harta benda majikannya di Kampung Pilar Timur RT 02 RW 011, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Terang saja, KTH sampai hati mengambil dan melarikan emas seberat 300 gram milik majikannya, Eni Nuraeni (64).

Diketahui, KTH menggunakan hasil penjualan perhiasan untuk kepentingan membeli ponsel dan melunasi sisa kredit sepeda motor milik kekasih gelapnya, AR alias Ipin (48).

Kasubag Humas Polres Kabupaten Bekasi, Kompol Kunto Bagus menyebutkan, pelaku tega melarikan harta milik majikannya saat Eni tak berada di rumah.

“Tersangka modusnya menjadi pembantu di rumah majikannya. Saat majikannya pergi, dia mengambil emas seberat 300 gram yang disimpan di dalam lemari pakaian yang terkunci dengan cara mencongkelnya,” kata Kunto Bagus.

Saat mengetahui, barangnya hilang, korban pun segera melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

“Saat terjadi hilangnya emas milik korban, sang pembantu yang telah bekerja baru seumur jagung itu juga turut menghilang,” jelas dia, Jumat (12/5/2017).

Petugas pun mudah mendapatkan pelaku yang bersembunyi di rumah kontrakan di Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung. Ketika itu, KTH sedang asik tidur bersama Ipin.

Kunto menyebutkan, barang bukti kejahatan KTH berupa 32 gelang emas, 1 buah kalung emas dan 2 buah cincin dengan berat 800 gram yang kini telah diamankan petugas.

“Dengan dibantu tim IT dari Sat Reskrim Polrestro Bekasi, akhirnya kita dapat mengamankan pelaku, dan barang buktinya. Namun, 2 gelang sudah dijual pelaku di pasar daerah Indramayu,” kata Kunto.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...