Selasa, 26 September 2017 | 18.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pembantu Curi Emas untuk Kekasih Gelap

Pembantu Curi Emas untuk Kekasih Gelap

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 12 Mei 2017 - 19:33 WIB

IMG-22633

Pembantu Rumah Tangga, KTH mencuri emas majikannya. (kininews/ardiansyah)

BEKASI, kini.co.id – Seorang pembantu rumah tangga (PRT), KTH (46) tega menggondol harta benda majikannya di Kampung Pilar Timur RT 02 RW 011, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Terang saja, KTH sampai hati mengambil dan melarikan emas seberat 300 gram milik majikannya, Eni Nuraeni (64).

Diketahui, KTH menggunakan hasil penjualan perhiasan untuk kepentingan membeli ponsel dan melunasi sisa kredit sepeda motor milik kekasih gelapnya, AR alias Ipin (48).

Kasubag Humas Polres Kabupaten Bekasi, Kompol Kunto Bagus menyebutkan, pelaku tega melarikan harta milik majikannya saat Eni tak berada di rumah.

“Tersangka modusnya menjadi pembantu di rumah majikannya. Saat majikannya pergi, dia mengambil emas seberat 300 gram yang disimpan di dalam lemari pakaian yang terkunci dengan cara mencongkelnya,” kata Kunto Bagus.

Saat mengetahui, barangnya hilang, korban pun segera melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

“Saat terjadi hilangnya emas milik korban, sang pembantu yang telah bekerja baru seumur jagung itu juga turut menghilang,” jelas dia, Jumat (12/5/2017).

Petugas pun mudah mendapatkan pelaku yang bersembunyi di rumah kontrakan di Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung. Ketika itu, KTH sedang asik tidur bersama Ipin.

Kunto menyebutkan, barang bukti kejahatan KTH berupa 32 gelang emas, 1 buah kalung emas dan 2 buah cincin dengan berat 800 gram yang kini telah diamankan petugas.

“Dengan dibantu tim IT dari Sat Reskrim Polrestro Bekasi, akhirnya kita dapat mengamankan pelaku, dan barang buktinya. Namun, 2 gelang sudah dijual pelaku di pasar daerah Indramayu,” kata Kunto.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...