Jumat, 24 November 2017 | 10.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jaringan ’98: Tangkap Ahoker Penghina Presiden !

Jaringan ’98: Tangkap Ahoker Penghina Presiden !

Sabtu, 13 Mei 2017 - 11:36 WIB

IMG-22640

Aksi pendukung Ahok (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi demonstrasi para pendukung terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Ahoker) dinilai kebablasan. Pasalnya dalam aksi tersebut, Ahoker secara lantang berani menghina Presiden Jokowi.

Jurubicara Jaringan ’98, Ricky Tamba mengaku miris dengan aksi tersebut. Menurutnya, sikap para Ahoker itu sudah kelewatan dan tanpa dasar yang jelas.

“Era demokrasi, tak boleh ada larangan menyampaikan aspirasi hingga mengkritik pemerintah. Tapi jangan karena jagoannya kalah pilkada dan dipenjara kasus penistaan agama, lalu seenaknya dengan berbagai dalil dan alasan menghina Presiden Jokowi,” tegas Ricky dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/5)

Dijelaskan Ricky bahwa kekalahan Ahok di Pilgub DKI sudah sesuai dengan proses elektoral yang demokratis konstitusional. Sementara vonis 2 tahun kepada Ahok dalam kasus penistaan agama merupakan sebuah keputusan hukum karena sudah melalui sidang panjang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Sebagai mantan relawan Jokowi di Pilpres 2014 yang tulus ikhlas tanpa pamrih rebutan jabatan dan kue kekuasaan, kami sangat tak rela bila Presiden Jokowi dikecam dan dihina tanpa argumentasi rasional, Apalagi karena emosi egoisme kepentingan kelompok Ahok semata,” kecam Ricky.

Untuk itu, Jaringan ’98 mendesak agar aparat penegak hukum menangkap aktor utama Ahoker yang menghina Presiden Jokowi.

“Tangkap simpatisan Ahok penghina Presiden Jokowi!” serunya.

Selain itu, Jaringan’98 juga meminta aparat untuk bisa tegas menerapkan aturan hukum kepada aksi unjukrasa yang melanggar aturan. Sehingga, pembiaran ini tidak menjadi preseden buruk yang ditiru kelompok lainnya untuk mengangkangi hukum serta mengancam keutuhan negara.

“Polri jangan pilah-pilih, bubarkan semua demonstrasi yang melanggar aturan berlaku. Seperti aksi tanpa pemberitahuan tertulis atau yang melebihi pukul 18.00 WIB. Usut tuntas bila ada motif khusus dan aktor intelektual yang mendesain aksi-aksi demonstrasi yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar sebuah video yang memperlihatkan para pendukung Ahok sedang menggelar demo menuntut pembebasan Ahok yang divonis 2 tahun penjara. Dalam video itu terekam seorang orator perempuan yang menyebut ‘rezim Jokowi adalah rezim yang lebih para dari rezim SBY’.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang mendapat video itu geram. Politisi senior PDIP itupun langsung menelusuri video tersebut dan mengidentifikasi orang yang dimaksud.

“Dirjen politik Kemendagri dalam waktu cepat telah mampu melacak dan telah mendata dan menelisik siapa yang bersangkutan termasuk keluarga dan aktivitasnya,” ujar Tjahjo.

“Saya Mendagri bagian dari rezim pemerintahan Pak Jokowi merasa tersinggung dengan ucapan orang tersebut yang mengaku simpatisan si Ahok,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polisi Ungkap Penyebab Benjolnya Kepala Setnov Saat Insiden Tiang Listrik
Hukum - Jumat, 24 November 2017 - 09:54 WIB

Polisi Ungkap Penyebab Benjolnya Kepala Setnov Saat Insiden Tiang Listrik

Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI, Setya Novanto terkait kecelakaan menabrak tiang listrik beberapa waktu lalu.Dalam pemeriksaan ...
Kondisi Mulai Kondusif, 806 Pengungsi Papua Bakal Dipulangkan
Peristiwa - Jumat, 24 November 2017 - 09:21 WIB

Kondisi Mulai Kondusif, 806 Pengungsi Papua Bakal Dipulangkan

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menilai suasana setelah insiden Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah mulai kondusif.Untuk itu, 806 ...
Horas! 30 Raja Manortor di Horja Godang Kahiyang-Bobby
Peristiwa - Jumat, 24 November 2017 - 09:09 WIB

Horas! 30 Raja Manortor di Horja Godang Kahiyang-Bobby

Acara ngunduh mantu anak Presiden Jokowi digelar hari ini, Jumat (24/11/2017).Tabuhan gordang sambilan pun mulai terdengar tanda dimulainya prosesi manyantani ...
Dirjen Dukcapil: Daerah bisa beli printer sendiri jika ingin cepat cetak e-KTP
Peristiwa - Kamis, 23 November 2017 - 22:44 WIB

Dirjen Dukcapil: Daerah bisa beli printer sendiri jika ingin cepat cetak e-KTP

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrullah mengatakan pihaknya fokus mengerjakan tiga hal ...
Setnov dicecar 21 pertanyaan terkait kecelakaan tabrak tiang listrik
Peristiwa - Kamis, 23 November 2017 - 22:16 WIB

Setnov dicecar 21 pertanyaan terkait kecelakaan tabrak tiang listrik

Penyidik Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya memeriksa Setya Novanto selama kurang lebih dua jam.Setya Novanto diperiksa sebagai saksi ...
Kemenperin perdalam struktur industri farmasi nasional
Ekonomi - Kamis, 23 November 2017 - 19:33 WIB

Kemenperin perdalam struktur industri farmasi nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya ...