Selasa, 26 September 2017 | 17.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Cemburu alasan Pelajar Keroyok Buruh Pabrik

Cemburu alasan Pelajar Keroyok Buruh Pabrik

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 13 Mei 2017 - 16:21 WIB

IMG-22653

Ilustrasi.

BEKASI, kini.co.id – Pengroyokan yang dialami oleh Jihan Rusdianto (19), seorang buruh pabrik di kawasan Cibitung oleh empat pemuda di depan SD YPI 45, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Dilatarbelakangi cemburu oleh salah satu pelaku.

Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, menjelsakan bahwa awal mula kejadian saat korban mengantar pulang kekasihnya Yuni Anjani Lestari (14) di bilangan Rawalumbu, Jumat (12/5/2017).

“saat korban selesai mengantar kekasihnya sampai kerumah. Di jembatan 6 Rawalumbu, bertemu dengan keempat pelaku, sehingga terjdi cek-cot,” kata Erna, Sabtu (13/5/2017).

Pelaku diketahui masih berstatus sebagai pelajar. Pelaku berisial KA (17) duduk di kelas XI SMK, dan MAF masih duduk di bangku SMP, mereka berdua kini sudah diamankan oleh Polsek Bekasi Timur.

Sementara dua pelaku lainnya, Tesa dan Gandul, menjadi buronan Polsek Bekasi Timur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Erna melanjutkan, saat terjadi cek-cot mulut antara korban dan para pelaku. Terutama pelaku berinisial KA (tertangkap) yang merasa cemburu lantaran kekasihnya, Yuni Anjani (14). Dibawa oleh korban semalaman.

“Kemudian oleh ke empat pelaku, korban di bawa ke TKP (tempat kejaidan perkara) yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dengan mengendarai kendarananya masing-masing,” terang Erna.

Sesampainya di TKP, korban diajak berduel oleh pelaku KA. Selama beberapa menit mereka bergulat, rekanan pelaku melhiat bawah KA bakalan kalah, sehingga dengan seketika pelaku MAF meyabet dari belakang perut korban menggunakan sebilah celurit.

“Tidak lama kemudian, pelaku Tesa (DPO) membacok kembali bagian perut korban sehingga korban tersungkur. Selanjutnya para pelaku langsung melarikan diri,” kata dia.

Beruntungnya, tidak lama kemudian korban masih dapat berdiri sehingga korban mencoba mengendarai kendaraannya dengan bersimbah darah. Korban langsung menuju rumah sakit terdekat yakni, RS Mitra Timur.

“Korban mengalami luka sobek dibagian perutnya sebelah kanan sebanyak dua bagian. Sementara pelaku akan kita kenakan Pasal 170 ayat (2) ke 1e KUHP),” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...