Rabu, 26 Juli 2017 | 03.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Cemburu alasan Pelajar Keroyok Buruh Pabrik

Cemburu alasan Pelajar Keroyok Buruh Pabrik

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 13 Mei 2017 - 16:21 WIB

IMG-22653

Ilustrasi.

BEKASI, kini.co.id – Pengroyokan yang dialami oleh Jihan Rusdianto (19), seorang buruh pabrik di kawasan Cibitung oleh empat pemuda di depan SD YPI 45, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur. Dilatarbelakangi cemburu oleh salah satu pelaku.

Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing, menjelsakan bahwa awal mula kejadian saat korban mengantar pulang kekasihnya Yuni Anjani Lestari (14) di bilangan Rawalumbu, Jumat (12/5/2017).

“saat korban selesai mengantar kekasihnya sampai kerumah. Di jembatan 6 Rawalumbu, bertemu dengan keempat pelaku, sehingga terjdi cek-cot,” kata Erna, Sabtu (13/5/2017).

Pelaku diketahui masih berstatus sebagai pelajar. Pelaku berisial KA (17) duduk di kelas XI SMK, dan MAF masih duduk di bangku SMP, mereka berdua kini sudah diamankan oleh Polsek Bekasi Timur.

Sementara dua pelaku lainnya, Tesa dan Gandul, menjadi buronan Polsek Bekasi Timur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Erna melanjutkan, saat terjadi cek-cot mulut antara korban dan para pelaku. Terutama pelaku berinisial KA (tertangkap) yang merasa cemburu lantaran kekasihnya, Yuni Anjani (14). Dibawa oleh korban semalaman.

“Kemudian oleh ke empat pelaku, korban di bawa ke TKP (tempat kejaidan perkara) yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dengan mengendarai kendarananya masing-masing,” terang Erna.

Sesampainya di TKP, korban diajak berduel oleh pelaku KA. Selama beberapa menit mereka bergulat, rekanan pelaku melhiat bawah KA bakalan kalah, sehingga dengan seketika pelaku MAF meyabet dari belakang perut korban menggunakan sebilah celurit.

“Tidak lama kemudian, pelaku Tesa (DPO) membacok kembali bagian perut korban sehingga korban tersungkur. Selanjutnya para pelaku langsung melarikan diri,” kata dia.

Beruntungnya, tidak lama kemudian korban masih dapat berdiri sehingga korban mencoba mengendarai kendaraannya dengan bersimbah darah. Korban langsung menuju rumah sakit terdekat yakni, RS Mitra Timur.

“Korban mengalami luka sobek dibagian perutnya sebelah kanan sebanyak dua bagian. Sementara pelaku akan kita kenakan Pasal 170 ayat (2) ke 1e KUHP),” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...