Rabu, 26 Juli 2017 | 03.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polda Metro Terbitkan Surat Perintah Membawa Habib Rizieq

Polda Metro Terbitkan Surat Perintah Membawa Habib Rizieq

Minggu, 14 Mei 2017 - 19:49 WIB

IMG-22659

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Polda Metro Jaya akan menerbitkan surat perintah membawa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sebagai saksi dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi pada Senin (15/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan setelah urat perintah membawa diterbitkan, penyidik akan mengambil langkah sesuai dengan aturan sebelum menjemput paksa Habib Rizieq.

“Masih kita dalami ke mana yang bersangkutan dan dicari informasinya, surat baru kita keluarkan besok,” ujar Argo di Jakarta, Minggu (14/5) sebagaimana dilansir Antara.

Argo mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima keberadaan Habib Rizieq ada di Malaysia. Namun saat ini belum diketahui keberadaan terakhir.

Penyidik, kata Argo telah mengiirmkan surat panggilan kedua pada Rabu (10/5) lalu namun karena informasi berada di luar negeri sehingga tidak hadir memenuhi panggilan.

Polisi juga telah melayangkan panggilan kepada Habib Rizieq, istrinya Syarifah Fadhlun Yahya, Firza Husein dan Emma sebagai saksi dugaan penyebaran pesan singkat berkonten pornografi.

Namun pada panggilan pertama pada Selasa (25/4) lalu, seluruh saksi tidak memenuhi panggilan karena alasan kegiatan di luar dan kesehatan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...