Rabu, 26 Juli 2017 | 13.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Membawa Paksa Imam Besar FPI

Membawa Paksa Imam Besar FPI

Senin, 15 Mei 2017 - 13:32 WIB

IMG-22664

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya (kininews/dok)

Jakarta, kini.co.id – Kapan jadwal kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, aparat kepolisian mengaku belum mengetahui.

Namun demikian, Habib Rizieq dalam pesannya kepada umat Islam, Minggu (14/5) kemarin yang berkumpul di Pondok Pesantren An-Nur, Ciseeng, Bogor memberikan nasehat jarak jauhnya mengaku dalam waktu ini akan berada di Indonesia.

“Insya Allah saya dan keluarga akan kembali ke Indonesia, Insyaa Allah saya akan berada ditengah-tengah kalian, akan kembali berjuang bersama resiko apapun,” kata Habib Rizieq.

Habib juga meminta kepada umat Islam untuk tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya gerakan bunga, gerakan balon dan lilin.

“Musuh tidak dicari, tapi kalau musuh datang sendiri umat Islam pantang untuk berlari, musuh tidak diundang tapi kalau musuh datang menyerang maka umat Islam tak akan lari tunggang langgang, sekali lagi jangan terpancing dan terprovokasi,” tegasnya.

Menyambut datangnya bulan Ramadhan, ia pun mengajak umat Islam untuk tarhib Ramadhan dengan menyalakan api obor, untuk NKRI yang bersatu.

“Ayo kita padamkan lilin-lilin yang rasis, fasis, padamkan lilin yang ingin merusak sistem hukum di Indonesia, padamkan lilin yang mengadu domba anak bangsa, menebar kebencian dan membela penista agama, ayo bersatu dengan menyalakan api obor untuk NKRI yang Bersatu,” tegasnya.

Sementara Polda Metro Jaya menyatakan penyidik akan menerbitkan surat perintah membawa terhadap Habib Rizieq karena telah dua kali tidak memenuhi panggilan.

Perintah membawa Habib Rizieq akan dikeluarkan pada Senin (15/5), untuk memudahkan agar pemeriksaan sebagai saksi begitu turun dari pesawat Habib Rizieq akan dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Belum tahu kapan jadwal kembali ke Indonesia. Untuk yang pertama seperti itu (bawa paksa). Biar cepat aja deh kalau nanti kita periksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (15/5).

Argo menegaskan, penjemputan terhadap Habib Rizieq tinggal menunggu surat perintah dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan. Terkait teknisnya, Argo menyerahkan kepada penyidik untuk melaksanakan perintah tersebut.

“Nanti penyidik yang lebih tahu teknisnya. Yang terpenting nanti diterbitkan surat perintah membawanya (Habib Rizieq),” paparnya.

Kuasa Hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro meminta penyidik Polda Metro Jaya memberikan akses kepada tim pengacara Habib Rizieq untuk mendampingi saat dijemput ke pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pemeriksaan.

“Jika dijemput di Bandara kami akan koordinasi dengan penyidik agar kami pengacara bisa ikut menjempt ke pesawat,” ujar Sugito.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...