Minggu, 28 Mei 2017 | 06.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Membawa Paksa Imam Besar FPI

Membawa Paksa Imam Besar FPI

Senin, 15 Mei 2017 - 13:32 WIB

IMG-22664

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya (kininews/dok)

Jakarta, kini.co.id – Kapan jadwal kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, aparat kepolisian mengaku belum mengetahui.

Namun demikian, Habib Rizieq dalam pesannya kepada umat Islam, Minggu (14/5) kemarin yang berkumpul di Pondok Pesantren An-Nur, Ciseeng, Bogor memberikan nasehat jarak jauhnya mengaku dalam waktu ini akan berada di Indonesia.

“Insya Allah saya dan keluarga akan kembali ke Indonesia, Insyaa Allah saya akan berada ditengah-tengah kalian, akan kembali berjuang bersama resiko apapun,” kata Habib Rizieq.

Habib juga meminta kepada umat Islam untuk tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya gerakan bunga, gerakan balon dan lilin.

“Musuh tidak dicari, tapi kalau musuh datang sendiri umat Islam pantang untuk berlari, musuh tidak diundang tapi kalau musuh datang menyerang maka umat Islam tak akan lari tunggang langgang, sekali lagi jangan terpancing dan terprovokasi,” tegasnya.

Menyambut datangnya bulan Ramadhan, ia pun mengajak umat Islam untuk tarhib Ramadhan dengan menyalakan api obor, untuk NKRI yang bersatu.

“Ayo kita padamkan lilin-lilin yang rasis, fasis, padamkan lilin yang ingin merusak sistem hukum di Indonesia, padamkan lilin yang mengadu domba anak bangsa, menebar kebencian dan membela penista agama, ayo bersatu dengan menyalakan api obor untuk NKRI yang Bersatu,” tegasnya.

Sementara Polda Metro Jaya menyatakan penyidik akan menerbitkan surat perintah membawa terhadap Habib Rizieq karena telah dua kali tidak memenuhi panggilan.

Perintah membawa Habib Rizieq akan dikeluarkan pada Senin (15/5), untuk memudahkan agar pemeriksaan sebagai saksi begitu turun dari pesawat Habib Rizieq akan dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Belum tahu kapan jadwal kembali ke Indonesia. Untuk yang pertama seperti itu (bawa paksa). Biar cepat aja deh kalau nanti kita periksa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (15/5).

Argo menegaskan, penjemputan terhadap Habib Rizieq tinggal menunggu surat perintah dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan. Terkait teknisnya, Argo menyerahkan kepada penyidik untuk melaksanakan perintah tersebut.

“Nanti penyidik yang lebih tahu teknisnya. Yang terpenting nanti diterbitkan surat perintah membawanya (Habib Rizieq),” paparnya.

Kuasa Hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro meminta penyidik Polda Metro Jaya memberikan akses kepada tim pengacara Habib Rizieq untuk mendampingi saat dijemput ke pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pemeriksaan.

“Jika dijemput di Bandara kami akan koordinasi dengan penyidik agar kami pengacara bisa ikut menjempt ke pesawat,” ujar Sugito.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...