Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Swasta Bakal Ditinjau

Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Swasta Bakal Ditinjau

Reporter : Ardiansyah | Senin, 15 Mei 2017 - 21:37 WIB

IMG-22673

Ilustrasi. (ist)

BEKASI, kini.co.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, mengaku telah membentuk tim khusus dan bakal melakukan peninjauan langsung ke ribuan perusahaan swasta yang telah membuang limbah secara liar.

Peninjaun ini dilakukan buntut ditemukannya 1.050 perusahaan swasta yang membuang limbah secara liar. Sejatinya, ada 1.200 perusahaan swasta yang bergerak pada berbagai bidang di 12 Kecamatan Kota Bekasi.

“Tujuannya, untuk mengetahui kelayakan mesin pengelolaan limbah dan kadarnya sesuai dengan PP 41 tahun 1996 dan PP 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran,” kata Kepala Dinas LH, Jumhana Luthfi, Senin (15/5/2017).

Pasalnya, masih banyak perusahaan swasta nakal mengabaikan aturan pembuangan limbah. Biasanya, perusahaan mengoperasikan mesin pengelolaan limbah bila petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kendati demikian, setelah tidak diawasi, limbah berbahan bahaya bisa diabadikan di buang kesungai maupun saluran air.

“Belajar dari pengalaman itu, kami terus melakukan pengawasan dengan membentuk tim,” kata Luthfi.

Indikator limbah beracun di air biasanya, memiliki kandungan mangan hingga 1,042 miligram, nitrit 0,178 miligram, nitrat 29,6 miligram, amonia 1,04 miligram, zat besi 3,74 miligram dan copper 2,82 miligram.

Terpisah, sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Solihin mengatakan, pengawasan limbah sebaiknya diperketat. Sebab, ia khawatir, peristiwa pencemaran limbah Kali Bekasi kembali terulang.

“Kali Bekasi pernah tercemar oleh perusahaan yang berdomisili di daerah Kabupaten Bogor. Jangan sampai kejadian ini terulang karena bisa mengganggu produksi air bersih,” tandas Solihin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...