Minggu, 19 November 2017 | 02.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Swasta Bakal Ditinjau

Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Swasta Bakal Ditinjau

Reporter : Ardiansyah | Senin, 15 Mei 2017 - 21:37 WIB

IMG-22673

Ilustrasi. (ist)

BEKASI, kini.co.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, mengaku telah membentuk tim khusus dan bakal melakukan peninjauan langsung ke ribuan perusahaan swasta yang telah membuang limbah secara liar.

Peninjaun ini dilakukan buntut ditemukannya 1.050 perusahaan swasta yang membuang limbah secara liar. Sejatinya, ada 1.200 perusahaan swasta yang bergerak pada berbagai bidang di 12 Kecamatan Kota Bekasi.

“Tujuannya, untuk mengetahui kelayakan mesin pengelolaan limbah dan kadarnya sesuai dengan PP 41 tahun 1996 dan PP 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran,” kata Kepala Dinas LH, Jumhana Luthfi, Senin (15/5/2017).

Pasalnya, masih banyak perusahaan swasta nakal mengabaikan aturan pembuangan limbah. Biasanya, perusahaan mengoperasikan mesin pengelolaan limbah bila petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kendati demikian, setelah tidak diawasi, limbah berbahan bahaya bisa diabadikan di buang kesungai maupun saluran air.

“Belajar dari pengalaman itu, kami terus melakukan pengawasan dengan membentuk tim,” kata Luthfi.

Indikator limbah beracun di air biasanya, memiliki kandungan mangan hingga 1,042 miligram, nitrit 0,178 miligram, nitrat 29,6 miligram, amonia 1,04 miligram, zat besi 3,74 miligram dan copper 2,82 miligram.

Terpisah, sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Solihin mengatakan, pengawasan limbah sebaiknya diperketat. Sebab, ia khawatir, peristiwa pencemaran limbah Kali Bekasi kembali terulang.

“Kali Bekasi pernah tercemar oleh perusahaan yang berdomisili di daerah Kabupaten Bogor. Jangan sampai kejadian ini terulang karena bisa mengganggu produksi air bersih,” tandas Solihin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 22:46 WIB

Sayembara pencarian Setnov selesai, MAKI sumbangkan hadiah ke Anak Yatim

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan pemenang sayembara informasi valid keberadaan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto ...
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...