Selasa, 26 September 2017 | 18.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Swasta Bakal Ditinjau

Dinas LH Bentuk Tim Khusus, Ribuan Perusahaan Swasta Bakal Ditinjau

Reporter : Ardiansyah | Senin, 15 Mei 2017 - 21:37 WIB

IMG-22673

Ilustrasi. (ist)

BEKASI, kini.co.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, mengaku telah membentuk tim khusus dan bakal melakukan peninjauan langsung ke ribuan perusahaan swasta yang telah membuang limbah secara liar.

Peninjaun ini dilakukan buntut ditemukannya 1.050 perusahaan swasta yang membuang limbah secara liar. Sejatinya, ada 1.200 perusahaan swasta yang bergerak pada berbagai bidang di 12 Kecamatan Kota Bekasi.

“Tujuannya, untuk mengetahui kelayakan mesin pengelolaan limbah dan kadarnya sesuai dengan PP 41 tahun 1996 dan PP 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran,” kata Kepala Dinas LH, Jumhana Luthfi, Senin (15/5/2017).

Pasalnya, masih banyak perusahaan swasta nakal mengabaikan aturan pembuangan limbah. Biasanya, perusahaan mengoperasikan mesin pengelolaan limbah bila petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kendati demikian, setelah tidak diawasi, limbah berbahan bahaya bisa diabadikan di buang kesungai maupun saluran air.

“Belajar dari pengalaman itu, kami terus melakukan pengawasan dengan membentuk tim,” kata Luthfi.

Indikator limbah beracun di air biasanya, memiliki kandungan mangan hingga 1,042 miligram, nitrit 0,178 miligram, nitrat 29,6 miligram, amonia 1,04 miligram, zat besi 3,74 miligram dan copper 2,82 miligram.

Terpisah, sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Solihin mengatakan, pengawasan limbah sebaiknya diperketat. Sebab, ia khawatir, peristiwa pencemaran limbah Kali Bekasi kembali terulang.

“Kali Bekasi pernah tercemar oleh perusahaan yang berdomisili di daerah Kabupaten Bogor. Jangan sampai kejadian ini terulang karena bisa mengganggu produksi air bersih,” tandas Solihin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...
Kemenperin dorong regenerasi pembatik
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 17:14 WIB

Kemenperin dorong regenerasi pembatik

Dalam pengembangan industri batik nasional secara berkelanjutan, perlu adanya upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah meregenerasi perajin batik. Pasalnya, ...
Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 16:53 WIB

Semester I 2017, nilai ekspor batik capai USD 39 Juta

Nilai ekspor batik dan produk batik sampai dengan semester I tahun 2017 mencapai USD39,4 juta dengan tujuan pasar utamanya ke ...
Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:28 WIB

Agun Gunandjar: Ada Pengawasan Yang Kurang Baik di Tingkat Pimpinan

Ketua tim Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, KPK banyak melanggar prosedur hukum acara dan melanggar HAM. Prosedur ...
Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:21 WIB

Ini Daftar ‘Dosa’ KPK Menurut DPR

Pansus Hak Angket KPK mengaku menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tugas dan ...
Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 16:15 WIB

Banyak OTT, Arteria Sebut KPK Hilang Arah

Kritikan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap KPK terus mengalir kepada lembaga antirasuah ini. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengkritik tindakan OTT ...