Rabu, 26 Juli 2017 | 03.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ribuan Perusahaan Swasta di Bekasi Buang Limbah Liar

Ribuan Perusahaan Swasta di Bekasi Buang Limbah Liar

Reporter : Ardiansyah | Senin, 15 Mei 2017 - 21:43 WIB

IMG-22676

Ilustrasi limbah. (ist)

BEKASI, kini.co.id – Sebanyak 1.200 perusahaan swasta tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Namun, hanya ada 10 persen atau 120 perusahaan saja yang melaporkan, pengelolaan limbahnya ke pemerintah Kota Bekasi.

Sisanya, ada 1.050 perusahaan swasta yang teridikasi masih membuang limbah secara liar, atau tidak sesuai baku mutu lingkungan setempat.

Berdasarkan pendataannya, ribuan perusahaan swasta itu membuang limbah di 200 titik. Mulai dari pembuangan limbah secara liar di kali, saluran air dan sirkulasi udara.

Terkuaknya indikasi pembuangan limbah liar, oleh perusahaan swasta ini dibeberkan langsung oleh Kepala Bidang Persampahan, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dadang Mulyana.

“Laporan pengelolaan limbah wajib diberikan ke pemerintah, mengingat dampak limbah terhadap lingkungan sangat berbahaya,” ujar Dadang, Senin (15/5/2017).

Dadang melanjutkan, meski tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Perusahaan swasta yang membuang limbah secara liar di dominasi dari Kecamatan Bantargebang, Medansatria dan Bekasi Utara.

Tiga Kecamatan tersebut, kata dia, banyak perusahaan swasta yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Sebetulnya, kata Dadang, mereka berhak membuang limbah di saluran air, akli maupun sirkulasi udara. Hanya saja, pembuangan limbah harus sesuai dengan baku mutu lingkungan.

“Sebelum dibuang, limbah harus melewati proses pengolahan atau bisa menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 02:40 WIB

PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras Akan Ungkap Keganjilan Kasus Novel Siang Ini

Memasuki 106 hari, Rabu (26/7) pihak Kepolisian terus berupaya mengungkap kasus penyiraman air panas yang dialami Novel Baswedan. Namun belum ...
KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:33 WIB

KPK Dalami Kasus Korupsi Korporasi PT DGI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal pengadaan dan proyek-proyek yang ditangani PT Duta Graha Indah, tersangka tindak pidana korporasi ...
Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji
Ekonomi - Rabu, 26 Juli 2017 - 01:25 WIB

Sri Mulyani: Presiden Minta Redenominasi Dikaji

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Presiden Jokowi telah meminta adanya kajian dari sisi sosial, politik, dan ekonomi terhadap rencana ...
Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:49 WIB

Muchtar Mengaku Pernah Didatangi Orang Suruhan Johan Budi

Muchtar Efendi menyebutkan dirinya didatangi oleh pihak KPK yang mengaku utusan Johan Budi terkait harta yang disita tersebut. Menurutnya, oknum ...
Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK
Hukum - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:46 WIB

Muchtar Efendi Ungkap Ancaman Penyidik KPK

Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang terpidana kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Muchtar Effendi untuk dimintai kesaksian.Dalam ...
RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan
Politik - Selasa, 25 Juli 2017 - 23:14 WIB

RUU Masyarakat Adat Masuki Fase Akhir Perumusan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang tengah digodok oleh DPR memasuki fase akhir. Perumusan draf RUU tersebut akan ditajamkan kembali ...