Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Dua Pembobol Toko Berurusan dengan Polisi di Bekasi

Dua Pembobol Toko Berurusan dengan Polisi di Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 16 Mei 2017 - 19:19 WIB

IMG-22691

Ilustrasi maling. (kininews/ist)

BEKASI, kini.co.id – Dua dari empat spesialis pembobol toko yang biasa beraksi di Kabupaten Bekasi dan Karawang ditangkap polisi, Senin (15/5/2017) siang.

Pelaku WHN (32) dan R (23) ditangkap di daerah Rawapanjang, Kecamatan Rawalumbu. Sementara dua tersangka lainnya, MW dan HEN masih diburu polisi.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Asep Adisaputra mengatakan, selain mengamankan dua pelaku pencurian, penyidik juga menangkap dua orang yang bertugas sebagai penadah barang curian. Mereka berinisial WAN (38) dan RF (18), warga Jalan Pangkalan Bambu, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

“Keempatnya diamankan tanpa perlawanan di tempat berbeda namun di daerah yang sama di Rawapanjang,” ujar Asep Selasa (16/5/2017).

Asep mengatakan, kasus pencurian yang terakhir terjadi di sebuah toko baju atau distro di Kampung Petecina RT 01 RW 01, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kamis (4/5/2017) lalu.

Saat hendak membuka, korban NOP (21) terkejut mendapati tokonya telah berantakan akibat disusupi maling. Selain itu, barang dagangannya berupa sejumlah pakaian dan celana yang ada di toko juga raib digasak pencuri.

“Penyidik kemudian bergegas ke lokasi untuk mengolah tempat kejadian perkara dan memeriksa keterangan saksi di lokasi,” jelas dia.

Beberapa hari pasca kejadian itu, penyidik mendapat informasi dari korban bahwa barang dagangannya telah dijual oleh orang lain di media sosial Facebook. Petugas kemudian menyamar sebagai calon pembeli dan mengajak penjual barang itu, RF untuk bertemu di Rawapanjang.

“Saat hendak bertransaksi, petugas langsung mengamankan tersangka. Dia membantah mencuri namun mendapat barang itu dari rekannya, WAN,” kata Asep.

Dari keterangan RF, polisi akhirnya berhasil mengamankan WAN penadah barang curian tersebut beserta beberapa potong pakaian milik korban. Pelaku WAN kemudian mengaku, barang yang dijualnya itu diperoleh dari komplotan pencuri berinisial WHN, R, MW dan HEN.

“Petugas kemudian mengejar pelaku pencurian, namun yang tertangkap hanya WHN dan R. Sedangkan dua pelaku lainnya berhasil lolos,” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...