Jumat, 26 Mei 2017 | 21.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Sri Bintang Sepakat Habib Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Sri Bintang Sepakat Habib Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Selasa, 16 Mei 2017 - 21:05 WIB

IMG-22695

Sri Bintang Pamungkas. (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas mengaku sepakat jika Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak pulang ke Indonesia.

Terlebih kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang disangkakan kepada Habib Rizieq dinilai merupakan kasus ecek-ecek yang bisa jadi merupakan rekayasa belaka.

“Saya pernah bilang sama Habib, saya pulang ke Indonesia dari Jerman dulu karena siap melawan Soeharto. Nah, sekarang Habib yang begitu besarnya nama sebagai ulama dan habaib pula, kok mau datang hanya untuk perkara ecek-ecek. Jadi saya bilang enggak usah pulang,” kata Sri Bintang kepada wartawan usai diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/5).

Sri Bintang juga menilai polisi berlebihan hanya karena menginginkan Habib Rizieq datang sebagai saksi kemudian melibatkan pihak interpol.

Seperti dikatakan Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera bahwa Habib Rizieq memastikan tidak akan memenuhi panggilan polisi dan lebih memilih tinggal sementara di Arab Saudi setelah dari Malaysia beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Sri Bintang menyebut polisi tidak bisa sembarangan melakukan pemanggilan.

“Emang polisi mau datang ke Saudi Arabia. Kalau Saudi sebagai negara berdaulat tidak memberikan visa ke polisi, emang polisi bisa berangkat ke sana,” tegasnya.

Menyinggung kasus makar yang menjerat dirinya, Sri Bintang meminta agar polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Saya kira polisi harus diganggu terus agar mau mengeluarkan surat pemberhentian penyelidikan (SP3),” tambahnya.

Pasalnya, kata Sri Bintang tuduhan polisi kepadanya soal makar pernah akan dicabut, tapi belakangan malah akan diganti dengan tuduhan lainnya.

“Pernah menjawab sebulan lalu, dikatakan mungkin kasus makar didrop dan diganti UU ITE. Tapi saya tunggu kok tuduhan IT enggak pernah muncul. Makanya saya tetap jadi tersangka, begitu juga tersangka lainnya,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Darul Anshor Poso Bantah Tak Kenal Solihin,Tapi..
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 19:41 WIB

Darul Anshor Poso Bantah Tak Kenal Solihin,Tapi..

Menanggapi pemberitaan yang beredar bahwa salah satu terduga pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (23/5) lalu adalah ...
Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei
Nasional - Jumat, 26 Mei 2017 - 19:13 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu 27 Mei

Pemerintah resmi menetapkan awal puasa 1438 Hijriyah/2017 Masehi pada Sabtu, 27 Mei 2017, berdasaran hasil sidang isbat yang digelar di ...
Alumni 212 Minta Jaminan Keamanan Habib Rizieq dan Pembebasan Al-Khaththath
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 18:02 WIB

Alumni 212 Minta Jaminan Keamanan Habib Rizieq dan Pembebasan Al-Khaththath

Presidium alumni 212 meminta Pemerintahan Jokowi agar memberikan jaminan keamanan kepada Imam Besar FPI, Habib Rizieq dan keluarganya, dari segala ...
Anggota DPR Ini Ingatkan Serangan Teror Menyasar Asia
Politik - Jumat, 26 Mei 2017 - 15:43 WIB

Anggota DPR Ini Ingatkan Serangan Teror Menyasar Asia

Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam lalu yang menewaskan tiga anggota polisi, dua orang pelaku ...
Densus 88 Ringkus Tiga Orang Terduga Terkait Ledakan Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 15:10 WIB

Densus 88 Ringkus Tiga Orang Terduga Terkait Ledakan Kampung Melayu

Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Jawa Barat mengamankan tiga orang yang diduga terkait ledakan di Terminal Kampung ...
Pengakuan ISIS Atas Ledakan Kampung Melayu, Pengamat: Salah Satu Organ
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 11:06 WIB

Pengakuan ISIS Atas Ledakan Kampung Melayu, Pengamat: Salah Satu Organ

Pihak ISIS mengaku bertanggungjawab atas ledakan yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (23/5) malam lalu. Kantor berita kelompok ...