Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Sri Bintang Sepakat Habib Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Sri Bintang Sepakat Habib Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Selasa, 16 Mei 2017 - 21:05 WIB

IMG-22695

Sri Bintang Pamungkas. (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas mengaku sepakat jika Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak pulang ke Indonesia.

Terlebih kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang disangkakan kepada Habib Rizieq dinilai merupakan kasus ecek-ecek yang bisa jadi merupakan rekayasa belaka.

“Saya pernah bilang sama Habib, saya pulang ke Indonesia dari Jerman dulu karena siap melawan Soeharto. Nah, sekarang Habib yang begitu besarnya nama sebagai ulama dan habaib pula, kok mau datang hanya untuk perkara ecek-ecek. Jadi saya bilang enggak usah pulang,” kata Sri Bintang kepada wartawan usai diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/5).

Sri Bintang juga menilai polisi berlebihan hanya karena menginginkan Habib Rizieq datang sebagai saksi kemudian melibatkan pihak interpol.

Seperti dikatakan Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera bahwa Habib Rizieq memastikan tidak akan memenuhi panggilan polisi dan lebih memilih tinggal sementara di Arab Saudi setelah dari Malaysia beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Sri Bintang menyebut polisi tidak bisa sembarangan melakukan pemanggilan.

“Emang polisi mau datang ke Saudi Arabia. Kalau Saudi sebagai negara berdaulat tidak memberikan visa ke polisi, emang polisi bisa berangkat ke sana,” tegasnya.

Menyinggung kasus makar yang menjerat dirinya, Sri Bintang meminta agar polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Saya kira polisi harus diganggu terus agar mau mengeluarkan surat pemberhentian penyelidikan (SP3),” tambahnya.

Pasalnya, kata Sri Bintang tuduhan polisi kepadanya soal makar pernah akan dicabut, tapi belakangan malah akan diganti dengan tuduhan lainnya.

“Pernah menjawab sebulan lalu, dikatakan mungkin kasus makar didrop dan diganti UU ITE. Tapi saya tunggu kok tuduhan IT enggak pernah muncul. Makanya saya tetap jadi tersangka, begitu juga tersangka lainnya,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...