Senin, 20 November 2017 | 20.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Sri Bintang Sepakat Habib Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Sri Bintang Sepakat Habib Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Selasa, 16 Mei 2017 - 21:05 WIB

IMG-22695

Sri Bintang Pamungkas. (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas mengaku sepakat jika Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tidak pulang ke Indonesia.

Terlebih kasus dugaan percakapan berkonten pornografi yang disangkakan kepada Habib Rizieq dinilai merupakan kasus ecek-ecek yang bisa jadi merupakan rekayasa belaka.

“Saya pernah bilang sama Habib, saya pulang ke Indonesia dari Jerman dulu karena siap melawan Soeharto. Nah, sekarang Habib yang begitu besarnya nama sebagai ulama dan habaib pula, kok mau datang hanya untuk perkara ecek-ecek. Jadi saya bilang enggak usah pulang,” kata Sri Bintang kepada wartawan usai diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/5).

Sri Bintang juga menilai polisi berlebihan hanya karena menginginkan Habib Rizieq datang sebagai saksi kemudian melibatkan pihak interpol.

Seperti dikatakan Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera bahwa Habib Rizieq memastikan tidak akan memenuhi panggilan polisi dan lebih memilih tinggal sementara di Arab Saudi setelah dari Malaysia beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Sri Bintang menyebut polisi tidak bisa sembarangan melakukan pemanggilan.

“Emang polisi mau datang ke Saudi Arabia. Kalau Saudi sebagai negara berdaulat tidak memberikan visa ke polisi, emang polisi bisa berangkat ke sana,” tegasnya.

Menyinggung kasus makar yang menjerat dirinya, Sri Bintang meminta agar polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Saya kira polisi harus diganggu terus agar mau mengeluarkan surat pemberhentian penyelidikan (SP3),” tambahnya.

Pasalnya, kata Sri Bintang tuduhan polisi kepadanya soal makar pernah akan dicabut, tapi belakangan malah akan diganti dengan tuduhan lainnya.

“Pernah menjawab sebulan lalu, dikatakan mungkin kasus makar didrop dan diganti UU ITE. Tapi saya tunggu kok tuduhan IT enggak pernah muncul. Makanya saya tetap jadi tersangka, begitu juga tersangka lainnya,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...