Rabu, 17 Januari 2018 | 19.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK Persilakan Polisi Periksa Tersangka Penyiraman Novel Baswedan

KPK Persilakan Polisi Periksa Tersangka Penyiraman Novel Baswedan

Reporter : Fadilah | Rabu, 17 Mei 2017 - 15:41 WIB

IMG-22704

Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Alexander Marwata. (kininews/fadilah)

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Alexander Marwata mengatakan bahwa pihaknya memberikan akses kepada pihak kepolisian untuk memeriksa sejumlah pihak termasuk tersangka KPK yang dicurigai terlibat kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan.

“Silakan saja,” tutur Alex di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (17/5/2017).

Menurut Alex sejauh ini belum ada koordinasi antara KPK dengan pihak kepolisian terkait pemeriksaan ini.

“Koordinasi, tentu iya harus dilakukan. Karena sekarang Miryam merupakan tahanan KPK,” pungkas Alex.

Sebelumnya Penyidik PMJ (Polda Metro Jaya) berencana memeriksa sejumlah orang yang kasusnya pernah atau sedang ditangani oleh penyidik Novel Baswedan. Karena dianggap berpotensi memiliki keterkaitan atau menjadi dalang di balik aksi penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK tersebut.

Menurut Kabid Humas PMJ Kombes Pol R. P. Argo Yuwono, tidak tertutup kemungkinan bahwa mereka memiliki keterkaitan atau berada di belakang kejadian ini atas dorongan rasa sakit hati ketika menjalani proses hukum di KPK.

“Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mencari tahu kemungkinan motif di balik peristiwa ini,” ucap Argo secara terpisah.

Diketahui, sejumlah kasus yang diketahui pernah ditangani Novel seperti kasus e-KTP yang melibatkan sejumlah nama seperti mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto sebagai terdakwa serta anggota DPR RI Miryam S. Haryani.

Dalam kasus ini, Miryam sempat mengaku mendapat tekanan dan paksaan dalam proses pembuatan BAP hingga akhirnya mencabut BAP yang sudah dia tandatangani.

Untuk itu, polisi kemungkinan besar akan memintai keterangan dari Mirza terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel.

Selain itu, penyidik juga akan memeriksa sejumlah pihak terkait kasus lainnya yang pernah ditangani oleh Novel, seperti kasus dugaan korupsi suap uji materi Undang-Undang No 41 tahun 2014 tentang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyeret hakim MK (Mahkamah Konstitusi) Patrialis Akbar.

Begitu juga dengan pihak yang terkait kasus dugaan korupsi proyek Al-Qur’an dan pengadaan laboratorium MTs di Kementerian Agama (Kemenag) yang melibatkan tersangka Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...