Minggu, 28 Mei 2017 | 06.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK Ajukan Izin Pengunaan 100 Senjata Api

KPK Ajukan Izin Pengunaan 100 Senjata Api

Reporter : Fadilah | Rabu, 17 Mei 2017 - 18:19 WIB

IMG-22706

Pemeriksaan senpi (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pasca teror penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, lembaga anti rasuah itu berusaha untuk melindungi keselamatan anggotanya.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan selain berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu pengamanan, KPK juga mengajukan kepemilikan senjata api bagi para penyidiknya.

“Untuk melindungi dan mengantisipasi dan memitigasi risiko terhadap penyerangan itu kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya, beberapa jaksa yang menangani perkara-perkara yang kita nilai resikonya tinggi ada pengawalan juga termasuk ke penyelidik,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Rabu (17/5).

Namun menurut Alex, tidak semuanya mau membawa senjata api.

“Kita punya hampir 100 untuk penyelidik, penyidik yang menangani kasus yang kita nilai ada risikonya selain pengawalan dari aparat kepolisian kita akan persenjatai,” kata Alexander.

Namun sampe saat ini penyidik merasa aman dan engga pegang senjata. Karena resiko dan tanggungjawabnya berat.

“Tidak mau ambil risiko juga, kalau tidak bisa mengendalikan emosi kan juga sulit. Kita tawarkan juga tidak semua mau kok. Saya juga tidak mau,” tambah Alexander.

Teror kepada Novel terjadi pada 11 April 2017 lalu, saat itu, Novel pulang dari menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya lalu dipepet 2 orang yang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba kedua orang itu menyiramkan air keras ke wajah Novel.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang kerap menangani perkara korupsi kelas kakap.

Kasus terakhir yang dia tangani yaitu tentang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.

Saat ini, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan. Air keras yang disiramkan ke Novel itu berdampak pada kondisi matanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...