Sabtu, 27 Mei 2017 | 13.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Menuntut Komnas HAM Bersikap Netral Terkait Situasi Terkini

Menuntut Komnas HAM Bersikap Netral Terkait Situasi Terkini

Reporter : Rakisa | Rabu, 17 Mei 2017 - 21:17 WIB

IMG-22714

Massa KMP2H aksi di depan Komnas HAM, Rabu (17/5). (kininews/rakisa)

JAKARTA, kini.co.id – Puluhan Massa dari Koalisi Masyarakat Pro Penegakan Hukum (KMP2H) mendesak Komnas HAM untuk bersikap netral dalam mengawal proses penegakan hukum saat ini yang diantaranya sedang ditangani oleh pihak kepolisian.

Mereka menilai Komnas HAM melalui statemen-statemennya di media lebih condong terhadap salah satu golongan sebut saja gerakan kanan.

Koordinator KMP2H, M Adnan dalam pertemuannya dengan Komisioner Komnas HAM, Imdadun Rahmat menyatakan bahwa sesuai dengan prinsip penegakan HAM yang telah diratifikasi dalam UU No. 12 tahun 2005 melarang tegas agitasi permusuhan, provokasi kekerasan dan penyebaran kebencian terhadap suku, agama, ras dan antar etnis yang akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang seolah lazim dilakukan dan disebarluaskan di masyarakat baik melalui media massa, sosial media ataupun berita hoax yang mengandung ujaran kebencian (hate speech).

“Kami meminta Komnas HAM untuk mengawal secara serius proses penegakan hukum terhadap pelaku penyebar kebencian atas nama SARA baik yang sedang berjalan maupun yang terindikasi melakukan tindakan menyebarluaskan kebencian tersebut yang kini tengah ditangani pihak kepolisian,” terang Adnan di ruang pengaduan Komnas HAM, Jl Latuharhary, Jakarta Pusat, Rabu (17/5).

Mereka juga meminta masyarakat agar jangan diam terhadap berbagai upaya penyebarluasan kebencian agar tidak merusak pranata sosial dan kerukunan masyarakat. Apalagi penyebarluasan kebencian ini mengarah upaya adu domba dan melawan pemerintahan yang sah.

Menanggapi tuntutan itu, Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat mengaku akan mengawal proses penegakan hukum yang menjadi concern dari Komnas HAM.

Komnas HAM sejauh ini terus mengikuti perkembangan isu yang menyangkut penyebaran kebencian atas nama SARA yang akhir-akhir ini marak ditengah masyarakat.

“Kami akan kawal bentuk-bentuk pelanggaran HAM baik pelaku perorangan ataupun institusi atau organisasi, karena itu telah menjadi kewajiban Komnas HAM sebagai lembaga yang memperjuangkan tegaknya Hak Asasi di Indonesia,” ungkapnya.

Terkait tudingan bahwa Komnas HAM lebih berpihak terhadap salah satu golongan, Imdadun juga mengaku tidak benar. Jika lembaga Komnas HAM berpihak artinya sebuah kemunduran.

Namun demian ia mengucapkan terimakasih atas kritik, saran dan masukannya, hal tersebut akan dibicarakan secara internal.

“Akan kita bicarakan secara internal apakah hal itu hanya persepsi saja atau memang terjadi. Satu hal bahwa tidak ada impunitas, semua orang harus diperlukan sama dimata hukum sesuai prinsip equlity before the law,” tandasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:07 WIB

Tak Pulang Dua Hari, Eddy Tewas di Atas Rumah

Sungguh tragis nasib Sulaidawati, setelah mencari suaminya Eddy Suprianto (60) selama dua hari tidak ketemu, sejak Rabu (24/5/2017). Namun, suaminya ...
Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 12:04 WIB

Diduga Tersengat Aliran Listrik ACCU Mobol, Tawi Tewas

Seorang pekerja di CV Parma, Kampung Cikiwul RT 003 RW 001, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, tewas setelah jatuh tergeletak dan ...
KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:23 WIB

KPK OTT Tujuh Orang dari BPK dan Kementrian

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan terhadap tujuh orang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pejabat Kementerian Desa, ...
Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 23:07 WIB

Ledakan Kampung Melayu Gunakan Serbuk Mother of Satan

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jenis bahan peledak yang digunakan Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam dalam melakukan aksinya, Rabu ...
Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu
Peristiwa - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:57 WIB

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam Pelaku Peledakan di Kampung Melayu

Identitas pelaku peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam lalu telah terindentifikasi berdasarkan hasil test DNA. ...
Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli
Hukum - Jumat, 26 Mei 2017 - 22:14 WIB

Panglima TNI Minta Media Awasi Kasus Korupsi Heli

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW)-101."Jangan khawatir ...