Jumat, 19 Januari 2018 | 10.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Teror Penyiraman Novel, Kapolri Sebut Nama Nico

Teror Penyiraman Novel, Kapolri Sebut Nama Nico

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 18 Mei 2017 - 02:01 WIB

IMG-22732

Kapolri Jendral Tito Karnavian didampingi Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel (kininews/humas polda sumut)

Medan, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan penyidik masih terus mencari pelaku teror terkait penyerangan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Tidak berhenti untuk mengungkap. Selama satu bulan penyidikan, lima orang diamankan karena kasus ini,” kata Tito di Medan, Rabu (17/5) usai menjadi pembicara pada Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara di gedung Madinatul Hujjaj komplek Asrama Haji Medan, Rabu (17/5).

Namun, kata Tito dari lima orang yang sempat ditangkap dalam kasus ini tiga orang dilepaskan. Karena punya alibi kuat tidak berada di lokasi penyiraman saat peristiwa itu.

“Berarti mereka bukan pelakunya,” tambah Tito.

Masih kata Tito, dua orang lainnya yang ditangkap masih diselidiki karena dicurigai memiliki motif dan potensi melakukan penyerangan kepada Novel Baswedan, salah satunya adalah Miryam S Haryani.

Miryam yang ditangkap polisi, tambah Tito selain karena didorong oleh permintaan KPK. Kecurigaan penyidik terhadap Miryam bisa diduga karena merupakan pihak yang selama ini “head to head” dengan Novel Baswedan.

Seperti diketahui Novel dan Miryam sebelum teror penyiraman terlibat saling bantah di persidangan e-KTP. Miryam mengaku ditekan Novel saat pemeriksaan sehingga mencabut BAP di persidangan korupsi e-KTP. Tetapi pernyataan Miryam dibantah Novel di persidangan.

Masih dijelaskan Tito, satu orang lainnya, yang diduga memiliki motif untuk menyerang Novel bernama Nico. Tito menyebut Nico diduga memiliki motif sakit hati karena ditekan Novel.

Penyidik juga masih mendalami dugaan tersebut dan belum bisa memastikan motifnya karena pemeriksaannya dilakukan dari berbagai sudut.

Siapakah Nico yang disebut Kapolri, apakah nama Nico tersebut adalah Niko Panji Tirtayasa yang beberapa waaktu lalu membuat pengakuan lewat video dan menjadi viral.

Dalam sebuah video pengakuannya, Niko memperkenalkan diri sebagai keponakan Muhtar Ependi, perantara suap hakim Akil Mochtar.

Niko juga meminta maaf kepada pamannya (Muhtar Ependi) karena sudah memberi keterangan palsu dipengadilan karena ditekan penyidik KPK, Novel Baswedaan.

“Saya disuruh oleh penyidik KPK, yaitu Bapak Novel Baswedan, agar om saya dan Bapak Akil Mochtar masuk penjara,” kata Niko.

Ia menyebut nama para pembayar, yaitu lawan-lawan orang yang menjadi tersangka KPK. Ia kemudian menunjukkan lembaran kertas yang ia sebut sebagai bukti transfer, termasuk dari KPK, yang diterima istrinya.

Uang tersebut dikatakan untuk memberi kesaksian palsu dan berbohong. Niko kembali menyebutkan ancaman Novel Baswedan dan Ketua KPK (saat itu) Abraham Samad dan Bambang Widjayanto.

“Bilamana saya tidak mengikuti arahan beliau, saya dan istri akan dipenjarakan oleh pihak KPK,” tambah Niko.***

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...