Jumat, 22 September 2017 | 18.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Teror Penyiraman Novel, Kapolri Sebut Nama Nico

Teror Penyiraman Novel, Kapolri Sebut Nama Nico

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 18 Mei 2017 - 02:01 WIB

IMG-22732

Kapolri Jendral Tito Karnavian didampingi Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel (kininews/humas polda sumut)

Medan, kini.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan penyidik masih terus mencari pelaku teror terkait penyerangan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Tidak berhenti untuk mengungkap. Selama satu bulan penyidikan, lima orang diamankan karena kasus ini,” kata Tito di Medan, Rabu (17/5) usai menjadi pembicara pada Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara di gedung Madinatul Hujjaj komplek Asrama Haji Medan, Rabu (17/5).

Namun, kata Tito dari lima orang yang sempat ditangkap dalam kasus ini tiga orang dilepaskan. Karena punya alibi kuat tidak berada di lokasi penyiraman saat peristiwa itu.

“Berarti mereka bukan pelakunya,” tambah Tito.

Masih kata Tito, dua orang lainnya yang ditangkap masih diselidiki karena dicurigai memiliki motif dan potensi melakukan penyerangan kepada Novel Baswedan, salah satunya adalah Miryam S Haryani.

Miryam yang ditangkap polisi, tambah Tito selain karena didorong oleh permintaan KPK. Kecurigaan penyidik terhadap Miryam bisa diduga karena merupakan pihak yang selama ini “head to head” dengan Novel Baswedan.

Seperti diketahui Novel dan Miryam sebelum teror penyiraman terlibat saling bantah di persidangan e-KTP. Miryam mengaku ditekan Novel saat pemeriksaan sehingga mencabut BAP di persidangan korupsi e-KTP. Tetapi pernyataan Miryam dibantah Novel di persidangan.

Masih dijelaskan Tito, satu orang lainnya, yang diduga memiliki motif untuk menyerang Novel bernama Nico. Tito menyebut Nico diduga memiliki motif sakit hati karena ditekan Novel.

Penyidik juga masih mendalami dugaan tersebut dan belum bisa memastikan motifnya karena pemeriksaannya dilakukan dari berbagai sudut.

Siapakah Nico yang disebut Kapolri, apakah nama Nico tersebut adalah Niko Panji Tirtayasa yang beberapa waaktu lalu membuat pengakuan lewat video dan menjadi viral.

Dalam sebuah video pengakuannya, Niko memperkenalkan diri sebagai keponakan Muhtar Ependi, perantara suap hakim Akil Mochtar.

Niko juga meminta maaf kepada pamannya (Muhtar Ependi) karena sudah memberi keterangan palsu dipengadilan karena ditekan penyidik KPK, Novel Baswedaan.

“Saya disuruh oleh penyidik KPK, yaitu Bapak Novel Baswedan, agar om saya dan Bapak Akil Mochtar masuk penjara,” kata Niko.

Ia menyebut nama para pembayar, yaitu lawan-lawan orang yang menjadi tersangka KPK. Ia kemudian menunjukkan lembaran kertas yang ia sebut sebagai bukti transfer, termasuk dari KPK, yang diterima istrinya.

Uang tersebut dikatakan untuk memberi kesaksian palsu dan berbohong. Niko kembali menyebutkan ancaman Novel Baswedan dan Ketua KPK (saat itu) Abraham Samad dan Bambang Widjayanto.

“Bilamana saya tidak mengikuti arahan beliau, saya dan istri akan dipenjarakan oleh pihak KPK,” tambah Niko.***

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945
Tak Berkategori - Jumat, 22 September 2017 - 16:53 WIB

DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya jelas ...
Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 16:11 WIB

Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar akan membacakan putusan sela dalam perkara permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh ...
YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 16:01 WIB

YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan Bank Indonesia tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang ...
Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini ...
Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital
Ekonomi - Jumat, 22 September 2017 - 15:25 WIB

Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital

Pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu ...
Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:23 WIB

Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka lelang barang hasil rampasan dari koruptor. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah itu ...