Minggu, 28 Mei 2017 | 06.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Kamis, 18 Mei 2017 - 12:07 WIB

IMG-22738

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai terancam sidang etik lembaganya. Ancaman itu datang ketika pria asal Papua itu merespon aspirasi sebagian umat Islam yang melaporkan dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

Komisioner Komnas HAM termuda yang dikenal kritis terhadap pemerintah itu menanggapi santai ancaman sidang etik. Sebaliknya justru Pigai menuding sejumlah komisioner tidak independen dan mau diintervensi penguasa.

Pigai yang memotori penuntasan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis mendapat dukungan penuh sejumlah alumni 212.

Namun bagi Pigai langka tersebut mendapat dukungan atau tidak, dikembalikan kepada masyarakat. Tugasnya, hanya menjalankan amanat UU tidak diskriminasi terhadap agama tertentu. Dan tidak bisa diintervensi.

“Saya tidak pernah minta (didukung), tapi rakyat Indonesia bukan orang bodoh. Ketika saya tengah menjalan tugas disebut melanggar etik,” kata dia.

“Kalau rakyat ada yang marah, ya jangan kaget,” tambahnya.

Ketua Presidium Alumni 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo menilai usulan sidang dewan etik terhadap Natalius Pigai yang tengah menjalankan tugasnya menuntaskan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis merupakan bentuk intervensi.

Ia pun mempertanyakan sikap anggota Komnas HAM yang mengusulkan sidang etik terhadap Pigai.

“Pak Pigai sudah bekerja secara professional dan proporsional, jelas kami pertanyakan usulan sidang etik tersebut,” tegasnya, Kamis (18/5).

Untuk itu, tambah Sambo pihaknya akan kembali membawa massa alumni 212 ke kantor Komnas HAM sebagai bentuk dukungan terhadap Natalius Pigai, untuk tidak ragu mengusut dugaan kriminalisasi itu.

“Besok kami kembali mendatangi Komnas HAM, memberikan dukungan penuh untuk Natalius Pigai. Sekalian mendesak anggota Komnas HAM yang beseberangan dengan Pak Pigai lebih baik mundur, karena sudah tidak netral bahkan terindikasi diintervensi penguasa saat ini,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...