Jumat, 22 September 2017 | 18.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Kamis, 18 Mei 2017 - 12:07 WIB

IMG-22738

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai terancam sidang etik lembaganya. Ancaman itu datang ketika pria asal Papua itu merespon aspirasi sebagian umat Islam yang melaporkan dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

Komisioner Komnas HAM termuda yang dikenal kritis terhadap pemerintah itu menanggapi santai ancaman sidang etik. Sebaliknya justru Pigai menuding sejumlah komisioner tidak independen dan mau diintervensi penguasa.

Pigai yang memotori penuntasan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis mendapat dukungan penuh sejumlah alumni 212.

Namun bagi Pigai langka tersebut mendapat dukungan atau tidak, dikembalikan kepada masyarakat. Tugasnya, hanya menjalankan amanat UU tidak diskriminasi terhadap agama tertentu. Dan tidak bisa diintervensi.

“Saya tidak pernah minta (didukung), tapi rakyat Indonesia bukan orang bodoh. Ketika saya tengah menjalan tugas disebut melanggar etik,” kata dia.

“Kalau rakyat ada yang marah, ya jangan kaget,” tambahnya.

Ketua Presidium Alumni 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo menilai usulan sidang dewan etik terhadap Natalius Pigai yang tengah menjalankan tugasnya menuntaskan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis merupakan bentuk intervensi.

Ia pun mempertanyakan sikap anggota Komnas HAM yang mengusulkan sidang etik terhadap Pigai.

“Pak Pigai sudah bekerja secara professional dan proporsional, jelas kami pertanyakan usulan sidang etik tersebut,” tegasnya, Kamis (18/5).

Untuk itu, tambah Sambo pihaknya akan kembali membawa massa alumni 212 ke kantor Komnas HAM sebagai bentuk dukungan terhadap Natalius Pigai, untuk tidak ragu mengusut dugaan kriminalisasi itu.

“Besok kami kembali mendatangi Komnas HAM, memberikan dukungan penuh untuk Natalius Pigai. Sekalian mendesak anggota Komnas HAM yang beseberangan dengan Pak Pigai lebih baik mundur, karena sudah tidak netral bahkan terindikasi diintervensi penguasa saat ini,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945
Tak Berkategori - Jumat, 22 September 2017 - 16:53 WIB

DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya jelas ...
Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 16:11 WIB

Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar akan membacakan putusan sela dalam perkara permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh ...
YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 16:01 WIB

YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan Bank Indonesia tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang ...
Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini ...
Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital
Ekonomi - Jumat, 22 September 2017 - 15:25 WIB

Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital

Pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu ...
Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:23 WIB

Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka lelang barang hasil rampasan dari koruptor. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah itu ...