Minggu, 23 Juli 2017 | 05.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Kamis, 18 Mei 2017 - 12:07 WIB

IMG-22738

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai terancam sidang etik lembaganya. Ancaman itu datang ketika pria asal Papua itu merespon aspirasi sebagian umat Islam yang melaporkan dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

Komisioner Komnas HAM termuda yang dikenal kritis terhadap pemerintah itu menanggapi santai ancaman sidang etik. Sebaliknya justru Pigai menuding sejumlah komisioner tidak independen dan mau diintervensi penguasa.

Pigai yang memotori penuntasan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis mendapat dukungan penuh sejumlah alumni 212.

Namun bagi Pigai langka tersebut mendapat dukungan atau tidak, dikembalikan kepada masyarakat. Tugasnya, hanya menjalankan amanat UU tidak diskriminasi terhadap agama tertentu. Dan tidak bisa diintervensi.

“Saya tidak pernah minta (didukung), tapi rakyat Indonesia bukan orang bodoh. Ketika saya tengah menjalan tugas disebut melanggar etik,” kata dia.

“Kalau rakyat ada yang marah, ya jangan kaget,” tambahnya.

Ketua Presidium Alumni 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo menilai usulan sidang dewan etik terhadap Natalius Pigai yang tengah menjalankan tugasnya menuntaskan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis merupakan bentuk intervensi.

Ia pun mempertanyakan sikap anggota Komnas HAM yang mengusulkan sidang etik terhadap Pigai.

“Pak Pigai sudah bekerja secara professional dan proporsional, jelas kami pertanyakan usulan sidang etik tersebut,” tegasnya, Kamis (18/5).

Untuk itu, tambah Sambo pihaknya akan kembali membawa massa alumni 212 ke kantor Komnas HAM sebagai bentuk dukungan terhadap Natalius Pigai, untuk tidak ragu mengusut dugaan kriminalisasi itu.

“Besok kami kembali mendatangi Komnas HAM, memberikan dukungan penuh untuk Natalius Pigai. Sekalian mendesak anggota Komnas HAM yang beseberangan dengan Pak Pigai lebih baik mundur, karena sudah tidak netral bahkan terindikasi diintervensi penguasa saat ini,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...