Selasa, 21 November 2017 | 00.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Dihadang Sidang Etik, Natalius Pigai Dapat Dukungan Alumni 212

Kamis, 18 Mei 2017 - 12:07 WIB

IMG-22738

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (kininews/rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai terancam sidang etik lembaganya. Ancaman itu datang ketika pria asal Papua itu merespon aspirasi sebagian umat Islam yang melaporkan dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis.

Komisioner Komnas HAM termuda yang dikenal kritis terhadap pemerintah itu menanggapi santai ancaman sidang etik. Sebaliknya justru Pigai menuding sejumlah komisioner tidak independen dan mau diintervensi penguasa.

Pigai yang memotori penuntasan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis mendapat dukungan penuh sejumlah alumni 212.

Namun bagi Pigai langka tersebut mendapat dukungan atau tidak, dikembalikan kepada masyarakat. Tugasnya, hanya menjalankan amanat UU tidak diskriminasi terhadap agama tertentu. Dan tidak bisa diintervensi.

“Saya tidak pernah minta (didukung), tapi rakyat Indonesia bukan orang bodoh. Ketika saya tengah menjalan tugas disebut melanggar etik,” kata dia.

“Kalau rakyat ada yang marah, ya jangan kaget,” tambahnya.

Ketua Presidium Alumni 212 Ustadz Ansufri Idrus Sambo menilai usulan sidang dewan etik terhadap Natalius Pigai yang tengah menjalankan tugasnya menuntaskan dugaan upaya kriminalisasi ulama dan aktivis merupakan bentuk intervensi.

Ia pun mempertanyakan sikap anggota Komnas HAM yang mengusulkan sidang etik terhadap Pigai.

“Pak Pigai sudah bekerja secara professional dan proporsional, jelas kami pertanyakan usulan sidang etik tersebut,” tegasnya, Kamis (18/5).

Untuk itu, tambah Sambo pihaknya akan kembali membawa massa alumni 212 ke kantor Komnas HAM sebagai bentuk dukungan terhadap Natalius Pigai, untuk tidak ragu mengusut dugaan kriminalisasi itu.

“Besok kami kembali mendatangi Komnas HAM, memberikan dukungan penuh untuk Natalius Pigai. Sekalian mendesak anggota Komnas HAM yang beseberangan dengan Pak Pigai lebih baik mundur, karena sudah tidak netral bahkan terindikasi diintervensi penguasa saat ini,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...