Minggu, 23 Juli 2017 | 05.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Periksa Seorang Berinisial N Terkait Teror Novel Baswedan

Polisi Periksa Seorang Berinisial N Terkait Teror Novel Baswedan

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 18 Mei 2017 - 16:15 WIB

Jakarta, kini.co.id – Kepolisian kembali memeriksa sesorang berinisial N yang diduga terkait teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Inspektur Jendral Setyo Wasisto mengatakan N diduga memiliki indikasi terlibat dalam teror tersebut.

“Yang bersangkutan (N) sedang diperiksa. Dan ada indikasi ke sana (terlibat penyiraman, red),” kata Setyo di Mabes Polri kepada wartawan, Kamis (18/5).

Menurutnya, penyidik masih terus mendalami keterkaitan N dalam teror penyiraman air keras ke Novel baswedan.

Namun demikian Polisi belum dapat memastikan apakah indikasi tersebut signifikan atau tidak.

Dirinya memastikan penyidik terus bekerja keras untuk menemukan dalang di balik teror tersebut. Jenderal bintang dua itu menekankan bahwa proses pengungkapan kasus membutuhkan waktu yang lamanya tak dapat ditentukan.

“Penyidikan butuh waktu, ada faktor keberuntungan, dan kita terus bekerja. Ada lebih dari lima orang (yang diperiksa, red), walau ternyata alibinya tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi,” tutur Setyo.

Sebelumnya Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan secara terang-terangan nama pria berinisial tersebut yang diduga memiliki motif untuk menyerang Novel bernama N.

Tito menyebut N diduga memiliki motif sakit hati karena ditekan Novel. Penyidik juga masih mendalami dugaan tersebut dan belum bisa memastikan motifnya karena pemeriksaannya dilakukan dari berbagai sudut.

Siapakah N yang disebut Kapolri, apakah nama N tersebut diduga adalah NPT yang beberapa waaktu lalu membuat pengakuan lewat video dan menjadi viral.

Dalam sebuah video pengakuannya, N memperkenalkan diri sebagai keponakan Muhtar Ependi, perantara suap hakim Akil Mochtar. N juga meminta maaf kepada pamannya (Muhtar Ependi) karena sudah memberi keterangan palsu dipengadilan karena ditekan penyidik KPK, Novel Baswedaan.

“Saya disuruh oleh penyidik KPK, yaitu Bapak Novel Baswedan, agar om saya dan Bapak Akil Mochtar masuk penjara,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...