Minggu, 28 Mei 2017 | 06.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Periksa Seorang Berinisial N Terkait Teror Novel Baswedan

Polisi Periksa Seorang Berinisial N Terkait Teror Novel Baswedan

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 18 Mei 2017 - 16:15 WIB

IMG-22745

Kondisi Novel setelah menjalani operasi kedua matanya di Singapura (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kepolisian kembali memeriksa sesorang berinisial N yang diduga terkait teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Inspektur Jendral Setyo Wasisto mengatakan N diduga memiliki indikasi terlibat dalam teror tersebut.

“Yang bersangkutan (N) sedang diperiksa. Dan ada indikasi ke sana (terlibat penyiraman, red),” kata Setyo di Mabes Polri kepada wartawan, Kamis (18/5).

Menurutnya, penyidik masih terus mendalami keterkaitan N dalam teror penyiraman air keras ke Novel baswedan.

Namun demikian Polisi belum dapat memastikan apakah indikasi tersebut signifikan atau tidak.

Dirinya memastikan penyidik terus bekerja keras untuk menemukan dalang di balik teror tersebut. Jenderal bintang dua itu menekankan bahwa proses pengungkapan kasus membutuhkan waktu yang lamanya tak dapat ditentukan.

“Penyidikan butuh waktu, ada faktor keberuntungan, dan kita terus bekerja. Ada lebih dari lima orang (yang diperiksa, red), walau ternyata alibinya tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi,” tutur Setyo.

Sebelumnya Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan secara terang-terangan nama pria berinisial tersebut yang diduga memiliki motif untuk menyerang Novel bernama N.

Tito menyebut N diduga memiliki motif sakit hati karena ditekan Novel. Penyidik juga masih mendalami dugaan tersebut dan belum bisa memastikan motifnya karena pemeriksaannya dilakukan dari berbagai sudut.

Siapakah N yang disebut Kapolri, apakah nama N tersebut diduga adalah NPT yang beberapa waaktu lalu membuat pengakuan lewat video dan menjadi viral.

Dalam sebuah video pengakuannya, N memperkenalkan diri sebagai keponakan Muhtar Ependi, perantara suap hakim Akil Mochtar. N juga meminta maaf kepada pamannya (Muhtar Ependi) karena sudah memberi keterangan palsu dipengadilan karena ditekan penyidik KPK, Novel Baswedaan.

“Saya disuruh oleh penyidik KPK, yaitu Bapak Novel Baswedan, agar om saya dan Bapak Akil Mochtar masuk penjara,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...
KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 20:57 WIB

KPK Beberkan Krnologi OTT BPK-Kemendes

KPK memaparkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di kantor BPK dan Kemendes PDTT, pada Jumat (26/5).Dalam OTT tersebut, ...
TransJakarta  Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 17:24 WIB

TransJakarta Belum Pastikan Kapan Halte Kampung Melayu Beroperasi

Kondisi bangunan Transjakarta di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur yang terkena dampak ledakan sebagian besar kerusakan cukup parah, terutama kaca. ...