Selasa, 21 November 2017 | 00.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Periksa Seorang Berinisial N Terkait Teror Novel Baswedan

Polisi Periksa Seorang Berinisial N Terkait Teror Novel Baswedan

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 18 Mei 2017 - 16:15 WIB

Jakarta, kini.co.id – Kepolisian kembali memeriksa sesorang berinisial N yang diduga terkait teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Inspektur Jendral Setyo Wasisto mengatakan N diduga memiliki indikasi terlibat dalam teror tersebut.

“Yang bersangkutan (N) sedang diperiksa. Dan ada indikasi ke sana (terlibat penyiraman, red),” kata Setyo di Mabes Polri kepada wartawan, Kamis (18/5).

Menurutnya, penyidik masih terus mendalami keterkaitan N dalam teror penyiraman air keras ke Novel baswedan.

Namun demikian Polisi belum dapat memastikan apakah indikasi tersebut signifikan atau tidak.

Dirinya memastikan penyidik terus bekerja keras untuk menemukan dalang di balik teror tersebut. Jenderal bintang dua itu menekankan bahwa proses pengungkapan kasus membutuhkan waktu yang lamanya tak dapat ditentukan.

“Penyidikan butuh waktu, ada faktor keberuntungan, dan kita terus bekerja. Ada lebih dari lima orang (yang diperiksa, red), walau ternyata alibinya tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi,” tutur Setyo.

Sebelumnya Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan secara terang-terangan nama pria berinisial tersebut yang diduga memiliki motif untuk menyerang Novel bernama N.

Tito menyebut N diduga memiliki motif sakit hati karena ditekan Novel. Penyidik juga masih mendalami dugaan tersebut dan belum bisa memastikan motifnya karena pemeriksaannya dilakukan dari berbagai sudut.

Siapakah N yang disebut Kapolri, apakah nama N tersebut diduga adalah NPT yang beberapa waaktu lalu membuat pengakuan lewat video dan menjadi viral.

Dalam sebuah video pengakuannya, N memperkenalkan diri sebagai keponakan Muhtar Ependi, perantara suap hakim Akil Mochtar. N juga meminta maaf kepada pamannya (Muhtar Ependi) karena sudah memberi keterangan palsu dipengadilan karena ditekan penyidik KPK, Novel Baswedaan.

“Saya disuruh oleh penyidik KPK, yaitu Bapak Novel Baswedan, agar om saya dan Bapak Akil Mochtar masuk penjara,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...