Selasa, 21 November 2017 | 00.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ungkap Teror Novel, Kapolri: Belum Perlu Dibentuk TPF

Ungkap Teror Novel, Kapolri: Belum Perlu Dibentuk TPF

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 18 Mei 2017 - 17:03 WIB

IMG-22748

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

Medan, kini.co.id – Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan belum diperlukan pembentukan adanya Tim Pencarai Fakta (PTF) dalan mengungkap kasus teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Basweda.

Pasalnya, kata Tito penyidik masih bekerjakeras mengungkap kasus tersebut. Ia pun meminta agar semua pihak untuk bersabar.

“Belum diperlukan. Tim Polri sudah dan sedang bekerja keras,” kata Tito, di Medan, Rabu (17/5).

Tito menjelaskan, sejak penyerangan terhadap Novel pada 11 April 2017 lalu, pihaknya langsung bergerak melalui Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan.

Penyelidikan, kata Tito, menggunakan metode induktif dan deduktif. Hasilnya, lima orang sempat ditahan.

Tito menyebutkan kelima orang itu adalah Hasan, Mukhlis, Muhammad, Lestaluhu, dan Niko. Niko ditangkap bersama Miryam Haryani, salah satu saksi kasus korupsi e-KTP dan kini menjadi tersangka KPK atas pemberian keterangan palsu dalam sidang kasus itu.

“Lingkaran kedua (Miryam dan Niko) orang ini sedang didalami. Tim bekerja dan ada perkembangannya,” ujar Tito.

Sebelumnya, desakan agar tim pencari fakta independen dibuat untuk kasus Novel mencuat. Hal ini mengemuka karena sudah 36 hari penyelidikan polisi belum bisa menemukan dua orang yang menyiram wajah Novel dengan air keras sehingga menyebabkan kedua mata penyidik KPK itu dioperasi.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...