Jumat, 22 September 2017 | 18.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ungkap Teror Novel, Kapolri: Belum Perlu Dibentuk TPF

Ungkap Teror Novel, Kapolri: Belum Perlu Dibentuk TPF

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 18 Mei 2017 - 17:03 WIB

IMG-22748

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. (Ist)

Medan, kini.co.id – Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan belum diperlukan pembentukan adanya Tim Pencarai Fakta (PTF) dalan mengungkap kasus teror penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Basweda.

Pasalnya, kata Tito penyidik masih bekerjakeras mengungkap kasus tersebut. Ia pun meminta agar semua pihak untuk bersabar.

“Belum diperlukan. Tim Polri sudah dan sedang bekerja keras,” kata Tito, di Medan, Rabu (17/5).

Tito menjelaskan, sejak penyerangan terhadap Novel pada 11 April 2017 lalu, pihaknya langsung bergerak melalui Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan.

Penyelidikan, kata Tito, menggunakan metode induktif dan deduktif. Hasilnya, lima orang sempat ditahan.

Tito menyebutkan kelima orang itu adalah Hasan, Mukhlis, Muhammad, Lestaluhu, dan Niko. Niko ditangkap bersama Miryam Haryani, salah satu saksi kasus korupsi e-KTP dan kini menjadi tersangka KPK atas pemberian keterangan palsu dalam sidang kasus itu.

“Lingkaran kedua (Miryam dan Niko) orang ini sedang didalami. Tim bekerja dan ada perkembangannya,” ujar Tito.

Sebelumnya, desakan agar tim pencari fakta independen dibuat untuk kasus Novel mencuat. Hal ini mengemuka karena sudah 36 hari penyelidikan polisi belum bisa menemukan dua orang yang menyiram wajah Novel dengan air keras sehingga menyebabkan kedua mata penyidik KPK itu dioperasi.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945
Tak Berkategori - Jumat, 22 September 2017 - 16:53 WIB

DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya jelas ...
Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 16:11 WIB

Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar akan membacakan putusan sela dalam perkara permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh ...
YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 16:01 WIB

YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan Bank Indonesia tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang ...
Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini ...
Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital
Ekonomi - Jumat, 22 September 2017 - 15:25 WIB

Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital

Pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu ...
Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:23 WIB

Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka lelang barang hasil rampasan dari koruptor. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah itu ...