Jumat, 19 Januari 2018 | 10.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Penembakan di Rumah Politisi PKS Akibat Peluru Nyasar Brimob yang Macet

Penembakan di Rumah Politisi PKS Akibat Peluru Nyasar Brimob yang Macet

Reporter : Rakisa | Kamis, 18 Mei 2017 - 21:21 WIB

IMG-22762

Ilustrasi penembakan (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Mabes Polri memastikan asal-usul tembakan di rumah Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, adalah milik anggota Brimob yang berlatih.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, proyektil kaliber 5,56 milimeter yang ditemukan itu dipastikan terlontar dari senjata laras panjang yang digunakan Brimob saat latihan.

“Proyektil itu ditemukan kalibernya 5,56 (mm), jelas itu dari senjata panjang dan dari Brimob sana (Kedaung, Ciputat, red),” kata Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (18/5)

Setyo menjelaskan, peluru itu bisa mengenai rumah Jazuli karena kondisi peluru yang macet di dalam senapan usai digunakan latihan. Peluru macet tersebut terlepas pada sudut 30 derajat ketika personel sedang memperbaiki senapan.

“Ada kejadian pada waktu latihan menembak, pelurunya kan ket (macet, red) pada sudut elevasi 30 derajat, itu kekuatan masih full. Jadi kemungkinan dari situ, saat diperbaiki kemudian meledak,” ujar Setyo.

Setyo juga mengakui jarak antara lapangan tempat Brimob latihan menembak dengan kediaman Jazuli hanya 250 meter.

Menurutnya jika personel mengikuti prosedur keamanan latihan menembak yang berlaku, maka tak akan ada resiko yang perlu dikhawatirkan.

“Kira-kira 250 meter dari kediaman Pak Jazuli, tapi itu prosedur sudah betul. Kalau peluru macet itu harus diperbaiki kemudian sudut elevasi larasnya tidak boleh datar, harus 45 atau 30 derajat dan yang penting bebas,” pungkasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...