Rabu, 26 Juli 2017 | 13.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>Mentri Yasona Berharap Menag Naikan Batas Usia Nikah Bagi Perempuan

Mentri Yasona Berharap Menag Naikan Batas Usia Nikah Bagi Perempuan

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 19 Mei 2017 - 12:53 WIB

Jakarta, kini.co.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise diharapkan Kementrian Agama sebagai lembaga yang mengurus pernikahan dapat ikut serta menaikkan batas usia nikah perempuan dari 16 tahun ke 18 tahun.  

Dalam Bab 2 pasal 7 ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur bahwa perkawinan hanya diijinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.

Menurutnya, isu perkawinan anak merupakan isu besar. Data yang ada menunjukan,43% dari total perkawinan berada pada usia di bawah 18 tahun.

Yohana mengaku, upaya menaikan batas usia menikah pernah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dilakukan judicial review, tetapi ditolak.

Seperti dikutip laman Kemenag, Jumat (19/05), pernyataan Mentri Yasona itu disampaikan pada pertemuan antar kedua lembaga negara kemarin.

Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku banyak menerima masukan agar batas usia menikah ditingkatkan, khususnya bagi perempuan.

Lukman bahkan mengaku pernah menanyakan alasan penolakan judicial review kepada hakim MK.

Para hakim MK, kata Lukman, berpandangan bahwa penetapan batasan usia minimal untuk menikah merupakan kewenangan pembuat undang-undang, yakni DPR dan pemerintah. Sehingga akan lebih baik jika upaya ini ditempuh melalui legislatif review bukan judicial review.

Menag lalu memberikan dua pilihan, yakni upaya melalui DPR atau pemerintah. Upaya menaikkan batas usia minimal menikah dapat ditempuh melaluiRevisi UU No. 1 Tahun 1974 atau Perpu.

Terhadap pilihan ini, Menag menyarankan agar menempuh upaya revisi UU ketimbang Perpu. Menurutnya, beberapa organisasi kemasyarakatan saat ini juga telah giat mengupayakan revisi UU tersebut.

Namun demikian, Menag juga mengingatkan pandangan beberapa pihak yang mengatakan, semakin tinggi batas usia minimal menikah, dapat mengakibatkan semakin membuka peluang pergaulan bebas di kalangan remaja.

“Batas dewasa bagi seseorang itu dinamis, saat ini usia 18 tahun dipandang sebagai usia yang cukup untuk menikah, tetapi sepuluh atau dua puluh tahun lagi, kita tidak tahu apakah masih cukup relevan,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...