Senin, 20 November 2017 | 04.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>Mentri Yasona Berharap Menag Naikan Batas Usia Nikah Bagi Perempuan

Mentri Yasona Berharap Menag Naikan Batas Usia Nikah Bagi Perempuan

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 19 Mei 2017 - 12:53 WIB

Jakarta, kini.co.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise diharapkan Kementrian Agama sebagai lembaga yang mengurus pernikahan dapat ikut serta menaikkan batas usia nikah perempuan dari 16 tahun ke 18 tahun.  

Dalam Bab 2 pasal 7 ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur bahwa perkawinan hanya diijinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.

Menurutnya, isu perkawinan anak merupakan isu besar. Data yang ada menunjukan,43% dari total perkawinan berada pada usia di bawah 18 tahun.

Yohana mengaku, upaya menaikan batas usia menikah pernah diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dilakukan judicial review, tetapi ditolak.

Seperti dikutip laman Kemenag, Jumat (19/05), pernyataan Mentri Yasona itu disampaikan pada pertemuan antar kedua lembaga negara kemarin.

Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku banyak menerima masukan agar batas usia menikah ditingkatkan, khususnya bagi perempuan.

Lukman bahkan mengaku pernah menanyakan alasan penolakan judicial review kepada hakim MK.

Para hakim MK, kata Lukman, berpandangan bahwa penetapan batasan usia minimal untuk menikah merupakan kewenangan pembuat undang-undang, yakni DPR dan pemerintah. Sehingga akan lebih baik jika upaya ini ditempuh melalui legislatif review bukan judicial review.

Menag lalu memberikan dua pilihan, yakni upaya melalui DPR atau pemerintah. Upaya menaikkan batas usia minimal menikah dapat ditempuh melaluiRevisi UU No. 1 Tahun 1974 atau Perpu.

Terhadap pilihan ini, Menag menyarankan agar menempuh upaya revisi UU ketimbang Perpu. Menurutnya, beberapa organisasi kemasyarakatan saat ini juga telah giat mengupayakan revisi UU tersebut.

Namun demikian, Menag juga mengingatkan pandangan beberapa pihak yang mengatakan, semakin tinggi batas usia minimal menikah, dapat mengakibatkan semakin membuka peluang pergaulan bebas di kalangan remaja.

“Batas dewasa bagi seseorang itu dinamis, saat ini usia 18 tahun dipandang sebagai usia yang cukup untuk menikah, tetapi sepuluh atau dua puluh tahun lagi, kita tidak tahu apakah masih cukup relevan,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...