Jumat, 22 September 2017 | 18.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ambisi Rahmat Effendi Maju Independen

Ambisi Rahmat Effendi Maju Independen

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 19 Mei 2017 - 19:56 WIB

IMG-22777

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi. (kininews/rakisa)

BEKASI, kini.co.id – Ambisi Rahmat Effendi maju melalui jalur perorangan atau independen pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018, memenuhi syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pria yang kini masih aktif sebagai Ketua DPD Partai Golkar dan menempati kursi Wali Kota Bekasi ini, mengisyarakatkan bakal menempuh jalur perorangan dengan mengumpulkan 120 ribu kartu tanda penduduk (KTP) warga Kota Bekasi.

Dalam peraturan KPU, syarat maju dalam jalur perorangan. Kandidat hasrus memperoleh sedikitnya 6,5 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT).

“Harus 6,5 persen dari total DPT di Kota Bekasi. DPT kita kan sekitar 1,9 juta. Jadi sekitar 110 ribu lah,” ujar Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmarasandi, Jumat (19/5/2017).

Tidak hanya sebatas KTP, Ucu menyebutkan bahwa KTP yang diserahkan harus valid dan benar-benar ada pemiliknya (tidak fiktif). Untuk memastikan hal tersebut, KPUD Kota Bekasi nantinya akan melakukan verifikasi KTP.

“Semua kita verifikasi. Ya calonnya, ya KTP pendukungnya. Semua harus benar ada orangnya. Jadi kita verifikasinya satu-satu. Sekarang kan lagi rame yang katanya ada KTP Siluman itu,” terang dia.

Untuk proses verivikasinya sendiri, Ucu mengatakan bahwa KPUD akan mendatangi lokasi setiap pemilik KTP pendukung calon independen, ataupun meminta para pendukung tersebut untuk berkumpul di satu tempat untuk melakukan verivikasi.

“Kan bisa dikumpulkan di lapangan, nanti kita verifikasi disana,” kata dia

Pendaftaran calon indepen, lanjutnya, akan dibuka mulai september 2017, dilakukan tahap verifikasi dan kepastiannya hingga November 2017.

“syarat pengajuan calon dan syarat calon kan kalau dari parpol bisa pakai dukungan partai apa, koalisi dengan siapa. Nah kalau dari inependen kan pakai KTP. Jadi 3 bulan sebelum harus sudah masuk. Jadi November sudah harus selesai verifikasi,” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945
Tak Berkategori - Jumat, 22 September 2017 - 16:53 WIB

DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya jelas ...
Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 16:11 WIB

Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar akan membacakan putusan sela dalam perkara permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh ...
YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 16:01 WIB

YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan Bank Indonesia tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang ...
Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini ...
Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital
Ekonomi - Jumat, 22 September 2017 - 15:25 WIB

Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital

Pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu ...
Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:23 WIB

Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka lelang barang hasil rampasan dari koruptor. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah itu ...