Selasa, 21 November 2017 | 00.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ambisi Rahmat Effendi Maju Independen

Ambisi Rahmat Effendi Maju Independen

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 19 Mei 2017 - 19:56 WIB

IMG-22777

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi. (kininews/rakisa)

BEKASI, kini.co.id – Ambisi Rahmat Effendi maju melalui jalur perorangan atau independen pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018, memenuhi syarat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pria yang kini masih aktif sebagai Ketua DPD Partai Golkar dan menempati kursi Wali Kota Bekasi ini, mengisyarakatkan bakal menempuh jalur perorangan dengan mengumpulkan 120 ribu kartu tanda penduduk (KTP) warga Kota Bekasi.

Dalam peraturan KPU, syarat maju dalam jalur perorangan. Kandidat hasrus memperoleh sedikitnya 6,5 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT).

“Harus 6,5 persen dari total DPT di Kota Bekasi. DPT kita kan sekitar 1,9 juta. Jadi sekitar 110 ribu lah,” ujar Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmarasandi, Jumat (19/5/2017).

Tidak hanya sebatas KTP, Ucu menyebutkan bahwa KTP yang diserahkan harus valid dan benar-benar ada pemiliknya (tidak fiktif). Untuk memastikan hal tersebut, KPUD Kota Bekasi nantinya akan melakukan verifikasi KTP.

“Semua kita verifikasi. Ya calonnya, ya KTP pendukungnya. Semua harus benar ada orangnya. Jadi kita verifikasinya satu-satu. Sekarang kan lagi rame yang katanya ada KTP Siluman itu,” terang dia.

Untuk proses verivikasinya sendiri, Ucu mengatakan bahwa KPUD akan mendatangi lokasi setiap pemilik KTP pendukung calon independen, ataupun meminta para pendukung tersebut untuk berkumpul di satu tempat untuk melakukan verivikasi.

“Kan bisa dikumpulkan di lapangan, nanti kita verifikasi disana,” kata dia

Pendaftaran calon indepen, lanjutnya, akan dibuka mulai september 2017, dilakukan tahap verifikasi dan kepastiannya hingga November 2017.

“syarat pengajuan calon dan syarat calon kan kalau dari parpol bisa pakai dukungan partai apa, koalisi dengan siapa. Nah kalau dari inependen kan pakai KTP. Jadi 3 bulan sebelum harus sudah masuk. Jadi November sudah harus selesai verifikasi,” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...