Minggu, 23 Juli 2017 | 05.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>DPRD Bekasi Minta Tambahan Kuota Penerimaan Siswa Baru

DPRD Bekasi Minta Tambahan Kuota Penerimaan Siswa Baru

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 19 Mei 2017 - 19:58 WIB

IMG-22778

DPRD Bekasi. (ist)

BEKASI, kini.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Tumai, mengatakan, pihaknya meminta penerimaan siswa baru untuk Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan Negeri di Kota Bekasi menggunakan jalur afirmasi serta zonasi wilayah ditambah.

“Kami malah minta ditambah kuotanya,” kata Tumai, Jumat (19/5/2017) kepada Kini.co.id

Tumai mengatakan, dua jalur tersebut untuk mengakomodasi calon siswa baru dari kalangan keluarga miskin dan yang berada di sekitar sekolah, sehingga mereka berhak.

Tahun lalu, ujar Tumai, siswa yang diterima melalui jalur afirmasi atau keluarga miskin mencapai 15 persen dari kuota di sekolah terkait. Sedangkan 10 persen jalur lingkungan atau zonasi di sekitar sekolah.

“Warga miskin berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas yang ditanggung pemerintah,” ucap Tumai.

Karena itu, Tumai menambahkan, lembaganya meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi ihwal program yang sudah berjalan tersebut.

Sebab, dua jalur tersebut adalah kebutuhan yang wajid dipenuhi oleh pemerintah.

“Sekarang kewenangan SMA dan SMK Negeri berada di provinsi,” kata Tumai.

Menurut Tumai, program yang sudah berjalan baik, tidak dihilangkan lantaran kewenangan pengelolaan sekolah telah beralih ke provinsi.

“Jangan sampai lebih buruk dari program yang sudah ada sebelumnya,” ujar dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah, mengatakan pihaknya meminta kepada Provinsi Jawa Barat untuk mensinkronkan sistem penerimaan peserta didik baru tahun 2017 untuk tingkat SMA/SMK Negeri.

“SMP ada jalur afirmasi dan zonasi,” kata Inayatullah.

Tahun lalu, kata Inayatullah, SMA dan SMK Negeri ketika masih dikelola organisasinya, menggunakan dua jalur tersebut.

“Kuotanya 25 persen, dengan rincian 10 persen zonasi lokal, dan 15 persen warga miskin. Kami ingin tetap ada penerimaan dari jalur tersebut,” ujar dia.

Penerimaan dari jalur tersebut untuk mengakomodir siswa dari keluarga miskin dan lokal yang tak bisa bersaing dengan dari jalur umum.

Sehingga, warga miskin dan lokal bisa bersekolah di sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah.

“Sesuai jadwal, penerimaan siswa baru pada pertengahan Juni mendatang,” tandas dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...