Selasa, 21 November 2017 | 00.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Aksi Longmarch Ormas KAGUMI Menuntut Ini

Aksi Longmarch Ormas KAGUMI Menuntut Ini

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 19 Mei 2017 - 21:54 WIB

BEKASI, kini.co.id – Ratusan orang usai mendeklarasikan Organisasi massa Komando Amanah Gerakkan Umat Muslim Indonesia (Ormas KAGUMI) yang diketuai oleh tokoh masyarakat sekaligus Jawara Bekasi, Damin Sada, menggelar aksi longmarch dari Islamic Center sampai dengan Bulan-Bulan Bekasi, Jumat (19/5/2017).

Ramai-ramai mereka berjalan kaki, membawa obor melintasi Jalan Ahmad Yani-Ir.H Juanda dan mengitari kantor Wali Kota Bekasi dengan diiringi satu unit mobil komando.

Selain membawa obor, mereka juga membawa lembaran kertas yang telah di foto copy. Salah satu tuntutan mereka yakni, melarang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ikut serta dalam dalam Piwalkot 2018 lantaran patut diduga berijazah palsu.

Dalam isi lembaran surat itu, mereka juga meminta agar menyetop diskriminalisasi umat islam dan ulama. Menegakkan hukum dan keadilan tanpa pandang bulu, tradisi bakar lilin juga diminta dihentikkan dikarenakan bukan budaya Indonesia.

Kabar teranyar di Kota Bekasi mengenai pemutihan ratusan gereja yang berada di ruko-ruko pun ditolak tegas oleh Ormas KAGUMI. Mereka menolak legalisasi ratusan gereja yang ada di Bekasi tanpa mengacu peraturan dua menteri dan peruntukkan lokasi diatasnya.

Para perantau dari daerah seluruh penjuru tanah air, maupun dari negeri Tionkok (Pribumi KW3) dimohon menaati hukum dan demokrasi ditanah Betawi atau Indonesia dengan menerima hasil demokrasi dan keputusan hukum. Kalau tidak, warga yang dikalim sebagai non-pribumi diminta untuk angkat kaki.

“Kita menyatukan umat islam, jangan sampai terpecah belah. Dan saya mekinta Ahok agar tidak dibebaskan, Takbir, Allahu Akbar,” kata Damin Sada, diikuti ratusan anggotanya menyerukan kalimat takbir.

“Tegakkan keadilan, polisi jangan tangkap ulama. Polisi harus netral karena dia adalah alat negara, bukan alat Jokowi (Presiden RI,Red),” sambung dia menyerukan kalimat takbir dan diikuti kembali oleh ratusan massa.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...