Minggu, 18 Februari 2018 | 05.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Andai Amien Tak Mengusik, Pasti Ia Tak Terusik

Andai Amien Tak Mengusik, Pasti Ia Tak Terusik

Senin, 5 Juni 2017 - 00:58 WIB

IMG-23156

Amien Rais. (kininews/rakisa)

kini.co.id – SEMUA permasalahan yang menimpa pak Amien Rais berasal dari padanan kata mengusik dan terusik. Kenapa saya katakan demikian, siapapun yang merasa kepentingan dan hidupnya terganggu maka pasti pihak yang merasa terganggu akan kembali menggangu orang yang mengusik dirinya (sepanjang ia bisa melakukan hal tersebut).

Andai Amien tak mengusik, pasti ia tak terusik. Lihatlah apa yang dilakukan Amien Rais sebelum ia terusik. Di usia senja yang seharusnya lebih tepat memilih untuk duduk manis sambil minum kopi dan makan cemilan di menara gading.

Namun ia lebih memilih turun gelanggang mengingatkan sang penista agama yang sempat menghebohkan se-antero negeri serta penguasa yang terkesan melindungi untuk mengatakan bahwa ada kesalahan yang dibiarkan terjadi di dalam negeri dan harus segera dicarikan solusi.

Andai Amien tak mengusik, pasti ia tak terusik. Lihatlah apa yang dilakukan Amien sehingga dia menjadi terusik, karena dirinya menantang seorang Jendral untuk bicara terbuka tentang data reklamasi.

Siapa yang tak sport jantung dibuatnya, karena Amien bukanlah aktifis jalanan yang bisa di-ukur dengan kepingan dollar apalagi sekedar jabatan untuk meluluhkan hatinya. Bagi Amien, kebenaran adalah tujuan perjuangan hidupnya.

Andai Amien tak mengusik, pasti ia tak terusik. Setelah mengusik sang Jendral, Amien-pun mengusik sang pemilik kekuasaan yang sedang duduk di singgasana.

Amien mengatakan “kekuasaan yang mulai panik dan lepas dari nilai-nilai moral, biasanya agak serampangan menuduh orang-orang tertentu sebagai pelaku makar atau lebih gawat lagi, sebagai teroris,” katanya.

Karena terlanjur mengkritik jantung penguasa apalagi berhasil merobohkan sang putra mahkota, maka Amien pun terusik mendapat tuduhan korupsi dari kasus yang sebenarnya agak dipaksakan.

Hati-hati para pengusaha dan penerima dana hibah, suatu saat kalian akan dipaksa-dituduh melakukan tindak pidana korupsi jika tidak mau patuh pada perintah penguasa atau mengusik sang pemilik tahta.

Saya yakin bahwa pak Amien sudah terbiasa menerima resiko atas apa yang ia sampaikan. Mungkin bukan hanya tuduhan korupsi, ancaman yang lebih berbahaya dari itu juga pernah ia dapatkan.

Terimakasih pak Amien sudah mengingatkan kami masalah Reklamasi serta skandal mega korupsi lainnya, sekarang rakyat tinggal menunggu mau kemana penegakkan anti korupsi ini di-alamatkan, semoga KPK tidak gagal fokus atau mengalihkan isu mega korupsi e-ktp dan reklamasi (dengan mengorbankan Amien Rais ) serta Nawacita berakhir dengan Dukacita. ***

M. Abrar Parinduri, Dosen PTIS Sumut.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...
NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 09:58 WIB

NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung

Partai NasDem akan segera berkonsolidasi dengan Partai Hanura dan PKS setelah calon yang mereka usung dalam Pilgub Lampung, Mustafa ditetapkan ...
Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan
Hukum - Jumat, 16 Februari 2018 - 13:18 WIB

Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan

Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam, Bupati Lampung Tengah, Mustofa resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ...