Minggu, 20 Agustus 2017 | 12.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Masa Penangkapan Terduga Teroris Disepakati 21 Hari

Masa Penangkapan Terduga Teroris Disepakati 21 Hari

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 16 Juni 2017 - 00:04 WIB

IMG-23386

Densus 88. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Masa penangkapan terduga teroris disepakati selama 21 hari dalam rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Terorisme, Kamis (15/6) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Ketua Panja RUU Terorisme, Muhammad Syafi’i kesepakatan tersebut awalnya pemerontah mengusulkan masa penahanan selama 300 hari.

“Masa penangkapan sudah, jadinya 14 dan bila diperlukan minta perpanjangan waktu 7 hari kepada pengadilan bila diperlukan,” kata Muhammad Syafi’i di Gedung DPR.

Selain masa penangkapan, kata Muhamamd Syafi’i masa penahan juga disepakati menjadi 200 hari, terdiri dari 120 hari penyidikan, jika masih dibutuhkan maka penyidik meminta perpanjangan penahan kepada Kejaksaan ditambah menjadi 60 hari dan jika masih diperlukan meminta perpanjangan kepada Ketua Pengadilan selama 20 hari, sehingga total 200 hari.

“Masa penahanan sampai dengan keputusan tetap atau inkrah juga disepakati menjadi 791 hari dari 1010 hari,” tambahnya.

Masih kata Romo Syafi’i jika di KUHAP adalah 710 hari, maka dalam RUU Antiterorisme ini ada tambahan 81 hari, sehingga total 791 hari.

“Selain juga disepakati penambahan pasal untuk mencegah adanya perlakuan yang melanggar prinsip hak asasi manusia, yakni tersangka maupun terdakwa tak boleh disiksa, dianiaya, diperlakukan dengan tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia,” tegasnya.

Jika ditemukan adanya perlakuan yang melanggar hak asasi, Romo mengatakan, aparat akan dikenakan ganti rugi karena melanggar aturan yang ada.

“Kalau aparat melanggar soal itu, maka tersangka dan terdakwa bisa minta ganti rugi dan rehabilitasi dan pelakunya bisa dipidana maksimal dua tahun,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar
Politik - Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:31 WIB

Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar

Presiden Jokowi mengaku menyesalkan atas insiden kesalahan cetak foto bendera Indonesia terbalik pada buku panduan resmi yang dibagikan secara gratis ...
Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:52 WIB

Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan tidak ada penambahan pasukan ke Timika pascaaksi anarkis yang dilakukan ...
Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:47 WIB

Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28

Manajemen PT Freeport Indonesia mengimbau para karyawannya agar menghindari Check Point 28 samping Bandara Mozes Kilangin Timika yang sempat diserang ...
Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 23:48 WIB

Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas

Gelaran PKB Movie Award 2017 yang diinisiasi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) akhirnya berhasil mendaptkan nama-nama nominator terbaik. Ajang yang ...
Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura
Nasional - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:39 WIB

Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura

Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya yang selama ini mogok kerja di Timika, Papua beserta istri mereka hingga ...
Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:23 WIB

Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana agar memberikan penghargaan kepada sopir yang mengunggah ...