Minggu, 18 Februari 2018 | 05.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Masa Penangkapan Terduga Teroris Disepakati 21 Hari

Masa Penangkapan Terduga Teroris Disepakati 21 Hari

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 16 Juni 2017 - 00:04 WIB

IMG-23386

Densus 88. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Masa penangkapan terduga teroris disepakati selama 21 hari dalam rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Terorisme, Kamis (15/6) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Ketua Panja RUU Terorisme, Muhammad Syafi’i kesepakatan tersebut awalnya pemerontah mengusulkan masa penahanan selama 300 hari.

“Masa penangkapan sudah, jadinya 14 dan bila diperlukan minta perpanjangan waktu 7 hari kepada pengadilan bila diperlukan,” kata Muhammad Syafi’i di Gedung DPR.

Selain masa penangkapan, kata Muhamamd Syafi’i masa penahan juga disepakati menjadi 200 hari, terdiri dari 120 hari penyidikan, jika masih dibutuhkan maka penyidik meminta perpanjangan penahan kepada Kejaksaan ditambah menjadi 60 hari dan jika masih diperlukan meminta perpanjangan kepada Ketua Pengadilan selama 20 hari, sehingga total 200 hari.

“Masa penahanan sampai dengan keputusan tetap atau inkrah juga disepakati menjadi 791 hari dari 1010 hari,” tambahnya.

Masih kata Romo Syafi’i jika di KUHAP adalah 710 hari, maka dalam RUU Antiterorisme ini ada tambahan 81 hari, sehingga total 791 hari.

“Selain juga disepakati penambahan pasal untuk mencegah adanya perlakuan yang melanggar prinsip hak asasi manusia, yakni tersangka maupun terdakwa tak boleh disiksa, dianiaya, diperlakukan dengan tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia,” tegasnya.

Jika ditemukan adanya perlakuan yang melanggar hak asasi, Romo mengatakan, aparat akan dikenakan ganti rugi karena melanggar aturan yang ada.

“Kalau aparat melanggar soal itu, maka tersangka dan terdakwa bisa minta ganti rugi dan rehabilitasi dan pelakunya bisa dipidana maksimal dua tahun,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...
NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 09:58 WIB

NasDem akan konsolidasi politik di Pilgub Lampung

Partai NasDem akan segera berkonsolidasi dengan Partai Hanura dan PKS setelah calon yang mereka usung dalam Pilgub Lampung, Mustafa ditetapkan ...
Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan
Hukum - Jumat, 16 Februari 2018 - 13:18 WIB

Jadi Tersangka, Bupati Lampung Tengah Langsung Ditahan

Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam, Bupati Lampung Tengah, Mustofa resmi berstatus tersangka dan langsung ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ...