Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Seruan Lengkap Habib Rizieq Soal Rekonsiliasi atau Revolusi

Ini Seruan Lengkap Habib Rizieq Soal Rekonsiliasi atau Revolusi

Reporter : Ari Syahputra | Jumat, 16 Juni 2017 - 22:29 WIB

IMG-23397

Konsolidasi dan Silaturahmi Nasional "Uji Shahih Alat Bukti Elektronik dalam Kasus Chatting HRS". (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Berikut pernyataan lengkap Habib Rizieq dalam sambungan teleponnya yang diperdengarkan dalam Konsolidasi dan Silaturahmi Nasional “Uji Shahih Alat Bukti Elektronik dalam Kasus Chatting HRS” itu, yang menghadirkan pembicara Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Pengacara Azis Yanuar, Ahli Telematika ITB Hermansyah, serta Dosen Hukum Pidana UI Akhiar Salmi, Jumat 16 Juni 2017 pukul 18.00 WIB di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat:

Kenapa acara seperti ini harus diapresiasi? Bagi saya dan kawan-kawan yang peduli kepada persoalan kriminalisasi ulama dan aktivis, maka silaturahim maupun konsolidasi nasional seperti ini merupakan salah satu bentuk perlawanan. Bahkan, ini masuk kategori perlawanan cerdas. Sekali lagi saya sampaikan perlawanan cerdas.

Jadi bentuk perlawanan kita terhadap kezaliman, kebatilan, dan kemunkaran memang harus beragam, dan ini salah satu bentuk yang sangat efektif dan produktif, dengan menyerap pendapat para pakar, para ahli, untuk kemudian disosialisasikan ke masyarakat, agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam rekayasa-rekayasa dan penyesatan opini yang bersumber dari berbagai macam fitnah dan kebohongan.

Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada segenap panitia penyelenggara, seluruh pimpinan GNPF MUI, dan kepada segenap para pembicara serta para peserta, mudah-mudahan kumpulnya anda pada sore hari ini di tempat ini, akan menjadi penyebab turunnya rahmat dan barakah.

Pada kesempatan ini secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak Profesor Yusril Ihza Mahendra yang telah banyak memberi kontribusi-kontribusi, pendapat-pendapat dan pernyataan-pernyataan yang sangat produktif dan sangat-sangat memperhatikan betul aspirasi Umat Islam seantero negeri.

Maka itu saya pernah katakan kepada beliau yang saya hormati, bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum, akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum.

Karena itu sekali lagi. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada kepada beliau di mana beliau juga telah memberikan usulan-usulan dan saran-saran yang luar biasa, di antaranya adalah usulan tentang rekonsiliasi ulama dan umarah. Ini satu usulan yang brilian karena pada dasarnya GNPF MUI jauh dari sebelum digelarnya aksi bela Islam 1, 2, 3, dan seterusnya, itu telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk kita duduk dialog, untuk kita duduk musyawarah, terhadap berbagai macam persoalan bangsa.

Tapi semua permohonan tersebut selalu ditolak, selalu diabaikan, entah apa sebabnya. Tapi yang jelas, para habaib dan para ulama di GNPF MUI tidak pernah bosan, terus menerus menyerukan dialog dan musyawarah untuk mewujudkan rekonsiliasi.

Karena itu kepada bapak Yusril Ihza Mahendra maupun kawan-kawan yang lainnya perlu membuat satu format yang tepat bagaimana rekonsiliasi yang bisa mengantarkan kepada kedamaian dan menyetop segala kegaduhan.

Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi.

Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan.

Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi.

Itu saja yang bisa sampaikan dari tanah suci, semoga anda semua senantiasa dilindungi diberkahi Allah SWT, sampai jumpa di tanah air, selamat berbuka puasa.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...