Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novel Baswedan Ditantang Sebut Nama Jendral

Novel Baswedan Ditantang Sebut Nama Jendral

Sabtu, 17 Juni 2017 - 05:22 WIB

IMG-23398

Novel Baswedan tiba di RS Jakarta Eye Center (Ant/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, kini.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Novel Baswedan menyebutkan siapa nama jenderal yang diduga terlibat dalam teror penyiraman air keras terhadap Novel.

“Kalau ada oknum jenderal, jenderal yang mana? Buktinya apa? Itu yang penting,” kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/6).

Tito menyayangkan sikap Novel yang mengungkapkan pernyataan itu kepada media, bukan kepada penyidik Polri.

Pasalnya, menurut Tito, pernyataan Novel di media menimbulkan kesan bahwa ada keterlibatan institusi Polri dalam aksi kejahatan terhadap dirinya.

“Jangan sampai keluar pernyataan tapi kemudian tidak ada buktinya. Tentu saya menyayangkan karena berakibat negatif terhadap institusi Polri,” katanya.

Tito mengaku, akan berkoordinasi dengan KPK mengenai perkembangan penanganan penyidikan teror penyiraman air keras terhadap Novel.

“Senin rencananya saya mau ke KPK,” tegasnya.

Selain akan membicarakan perkembangan penyidikan kasus tersebut, Tito juga akan membahas pernyataan Novel tersebut dengan para petinggi KPK.

“Kalau ada buktinya, kami terbuka untuk itu, kami akan proses,” ujarnya.

Sementara itu Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan sejauh ini penyidik sulit untuk menemui Novel yang masih dirawat di Singapura.

“Oleh dokternya tidak diizinkan. Harus ada dokter dan dokternya sedang cuti. Penyidik hanya diberikan akses lima menit,” katanya.

Setyo pun meminta Novel untuk mengungkapkan keterangannya dalam berita acara pemeriksaan sehingga bernilai hukum.

“Kalau dia punya informasi, silahkan dituangkan dalam BAP. Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati karena kalau tidak terbukti, ada implikasi hukum,” katanya.

Setyo menegaskan bahwa penyidik terus berupaya mencari pelaku kasus tersebut.

“Kami terus melacak pelakunya. Jangan dikatakan ini berhenti,” katanya.

Sejumlah metode investigasi pun telah dilakukan para penyidik untuk membuat kasus ini menjadi terang.

“Ada dua cara metode deduktif dan induktif dari dalam dan dari luar, itu kami lakukan terus,” katanya.

Seperti dikutip antara, dalam wawancara dengan Time, Novel Baswedan menyebut dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Sehingga sudah hampir dua bulan lebih teror yang menimpanya tersebut belum juga kunjung terungkap.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...