Selasa, 24 April 2018 | 17.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novel Baswedan Ditantang Sebut Nama Jendral

Novel Baswedan Ditantang Sebut Nama Jendral

Sabtu, 17 Juni 2017 - 05:22 WIB

IMG-23398

Novel Baswedan tiba di RS Jakarta Eye Center (Ant/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, kini.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Novel Baswedan menyebutkan siapa nama jenderal yang diduga terlibat dalam teror penyiraman air keras terhadap Novel.

“Kalau ada oknum jenderal, jenderal yang mana? Buktinya apa? Itu yang penting,” kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/6).

Tito menyayangkan sikap Novel yang mengungkapkan pernyataan itu kepada media, bukan kepada penyidik Polri.

Pasalnya, menurut Tito, pernyataan Novel di media menimbulkan kesan bahwa ada keterlibatan institusi Polri dalam aksi kejahatan terhadap dirinya.

“Jangan sampai keluar pernyataan tapi kemudian tidak ada buktinya. Tentu saya menyayangkan karena berakibat negatif terhadap institusi Polri,” katanya.

Tito mengaku, akan berkoordinasi dengan KPK mengenai perkembangan penanganan penyidikan teror penyiraman air keras terhadap Novel.

“Senin rencananya saya mau ke KPK,” tegasnya.

Selain akan membicarakan perkembangan penyidikan kasus tersebut, Tito juga akan membahas pernyataan Novel tersebut dengan para petinggi KPK.

“Kalau ada buktinya, kami terbuka untuk itu, kami akan proses,” ujarnya.

Sementara itu Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan sejauh ini penyidik sulit untuk menemui Novel yang masih dirawat di Singapura.

“Oleh dokternya tidak diizinkan. Harus ada dokter dan dokternya sedang cuti. Penyidik hanya diberikan akses lima menit,” katanya.

Setyo pun meminta Novel untuk mengungkapkan keterangannya dalam berita acara pemeriksaan sehingga bernilai hukum.

“Kalau dia punya informasi, silahkan dituangkan dalam BAP. Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati karena kalau tidak terbukti, ada implikasi hukum,” katanya.

Setyo menegaskan bahwa penyidik terus berupaya mencari pelaku kasus tersebut.

“Kami terus melacak pelakunya. Jangan dikatakan ini berhenti,” katanya.

Sejumlah metode investigasi pun telah dilakukan para penyidik untuk membuat kasus ini menjadi terang.

“Ada dua cara metode deduktif dan induktif dari dalam dan dari luar, itu kami lakukan terus,” katanya.

Seperti dikutip antara, dalam wawancara dengan Time, Novel Baswedan menyebut dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Sehingga sudah hampir dua bulan lebih teror yang menimpanya tersebut belum juga kunjung terungkap.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...