Selasa, 17 Oktober 2017 | 14.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gerindra sebagai Alat Perjuangan Rakyat Capai Kesejahteraan

Gerindra sebagai Alat Perjuangan Rakyat Capai Kesejahteraan

Sabtu, 17 Juni 2017 - 10:05 WIB

IMG-23399

Ricky Tamba. (ist)

JAKARTA, kini.co.id – Dinamika ekonomi-politik Indonesia yang semakin menunjukkan disintegrasi bangsa di berbagai bidang, menimbulkan keprihatinan mendalam dari mantan aktivis mahasiswa gerakan reformasi 1998 Ricky Tamba. Berangkat dari simpulan matinya reformasi ’98, dia memutuskan untuk melanjutkan perjuangan dengan bergabung ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dikomandoi Ketua Umum Prabowo Subianto.

“Selama bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah ini, saya rutin menganalisa situasi nasional, melakukan shalat istikharah serta sowan silaturahim meminta saran ke banyak senior dan teman-teman yang mumpuni di bidang politik dan kebangsaan, sehingga membulatkan tekad bergabung menjadi kader aktif Partai Gerindra untuk menjalankan perintah Ketua Umum Prabowo Subianto yakni terus berjuang membela rakyat dan membesarkan partai sebagai alat perjuangan rakyat mencapai keadilan dan kesejahteraan,” ujar Ricky Tamba kepada media, Sabtu (17/6/2017).

Pria berkepala plontos penghobi sepakbola dan bolabasket ini menilai, konsistensi seruan-seruan kebangsaan pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto serta visi utama partai sangat sejalan dengan cita-cita para pendiri Republik Indonesia dan semangat reformasi 1998, yakni menjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya dan berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi.

“Puluhan tahun mengadvokasi kasus-kasus kerakyatan, terlibat dalam pembentukan beberapa partai politik walau tak pernah mau menjadi pengurus, serta berteman dengan banyak aktivis dan politisi, baru di tahun 2017 ini saya merasakan puncak kesedihan dan kegeraman melihat arah kehidupan berbangsa bernegara yang semakin melenceng serta fakta-fakta nyata di tengah masyarakat yang kian sulit penghidupannya dalam hal yang sangat mendasar yakni sandang, pangan dan papan. Neokolonialisme neoliberalisme terus menggempur menjajah Indonesia, mayoritas rakyat makin putus asa karena perilaku elite dan politisi mengkhianati cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Pancasila!” kecam Ricky.

Rencananya, setelah mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra, dia akan segera mensosialisasikan visi-misi dan program-program kerakyatan di manifesto partai ke berbagai lapisan masyarakat, serta mengajak jejaring keluarga besar dan aktivis di berbagai daerah untuk bersama membesarkan Partai Gerindra.

“Saya akan segera daftar keanggotaan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, kemudian mengajak keluarga dan teman-teman aktivis untuk membantu partai dan memenangkan Pilkada 2018 di ratusan daerah, hingga Partai Gerindra menjadi pemenang Pemilu 2019. Insha Allah, saya tipikal loyal dan setia, susah senang hanya satu istri satu partai, tak ingin jadi kutu loncat jadi kaum munafik pagi tempe sore kedelai. Demi rakyat dan NKRI, saya tak ambisius pilah-pilih tugas dan jabatan, bahkan siap menjadi Pengurus Desa Partai Gerindra di kampung saya Way Jepara Lampung Timur bila diperintah Ketua Umum Prabowo Subianto. Ayo berjuang bersama wujudkan keadilan dan kesejahteraan, Gerindra menang rakyat sejahtera!” pungkas Ricky Tamba.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...
Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:30 WIB

Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Senin (16/10) malam, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan pertemuan dengan President Fujitrans Corporation ...
Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK

Dipanggil terkait kasus suap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Budi Karya datang ke gedung KPK, Selasa (17/10/2017).Berbaju batik cokelat, Budi tiba ...
Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:26 WIB

Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Uno, ...
Resmi ditutup, KPU terima 27 parpol yang daftar peserta Pemilu 2019
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:23 WIB

Resmi ditutup, KPU terima 27 parpol yang daftar peserta Pemilu 2019

Batas akhir pendaftaran peserta Pemilu 2019 yang dibuka sejak Selasa (3/10) lalu hingga Senin (16/10) resmi ditutup pukul 24.00 WIB.Komisi ...