Rabu, 13 Desember 2017 | 02.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPOM Minta Produk Syamyang, Kimchi Ditarik Karena Mengandung Babi

BPOM Minta Produk Syamyang, Kimchi Ditarik Karena Mengandung Babi

Reporter : Yudi Andriansyah | Minggu, 18 Juni 2017 - 15:02 WIB

IMG-23414

Edaran BPOM (BPOM)

Jakarta, kini.co.id – Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) secara resmi menyatakan empat produk mi instan asal Korea, yakni Samyang (U-Dong), Samyang (Kimchi), Nongshim, dan Ottogi, positif mengandung babi.

Dalam surat edaran yang tertanggal 15 Juni 2017, BPOM menyebutkan, dalam rangka melindungi masyarakat terhadap produk yang tidak memenuhi ketentuan, maka Badan POM telah melakukan pengawasan terhadap produk yang diduga menandung babi atau turunannya.

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mi instan asal Korea beberapa produk menunjukkan hasil positif (+) mengandung fragmen DNA spesifik babi. Namun tidak mencantumkan peringatan “Mengandung Babi” pada label.

Dengan temuan tersebut, BPOM memerintahkan agar importir yang bersangkuan melakukan penarikan produk-produk tersebut dari peredaran.

Aturan soal makanan atau produk mengandung bahan tertentu tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI nomor HK.00.05.1.23.3516 Tentang Izin Edar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, Suplemen Makanan dan Makanan yang Bersumber Mengandung dari Bahan Tertentu dan atau Mengandung Alkohol.

Dalam aturan tersebut khususnya pasal 7 ayat 1 dan ayat 2 disebutkan ada sanksi administrasi yakni diberi peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali, penghentian sementara kegiatan produksi dan distribusi, pembekuan dan/atau pembatalan Surat Persetujuan dan penarikan produk dari peredaran dan pemusnahan.

Selain administrasi , sanksi pidana juga siap menanti jika tidak abaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...