Senin, 23 April 2018 | 03.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>PP Pemuda Muhammadiyah Perkuat Dugaan Novel Soal Kasus Teror Air Keras

PP Pemuda Muhammadiyah Perkuat Dugaan Novel Soal Kasus Teror Air Keras

Reporter : Fadilah | Senin, 19 Juni 2017 - 21:12 WIB

IMG-23440

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak di KPK. (kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memperkuat dugaan keterlibatan oknum jendral polisi seperti apa yang pernah disampaikan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada media asing, Majalah Times.

Novel menduga kasus teror yang menimpanya turut melibatkan perwira polisi, sebab kasusnya hingga kini belum menemukan titik terang.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai memang ada kebocoran informasi soal keterlibatan jenderal polisi dalam pengusutan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kebocoran informasi adalah hal yang mungkin terjadi di organisasi manapun.

Memurutnya suatu informasi bisa dibocorkan tentu oleh segelintir pihak yang merasa kecewa. Dalam konteks kasus penyerangan Novel, dia juga melihat demikian, ada pihak yang kecewa kemudian membocorkan informasi penting di instansinya.

“Di setiap institusi itu ada yang kecewa dan siapa saja itu bisa membocorkan apa saja. Itu catatan pertama saya. Di manapun begitu, di KPK pun bgitu, apa saja bisa bocor. Jadi pasti tidak ada yang safety betul-betul,” ujar Dahnil di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (19/6).

Meski begitu, Dahnil menilai kepolisian tidak perlu fokus terhadap informasi yang disampaikan Novel kepada majalah TIME, di Singapura.

Menurut dia, justru kepolisian harus menguak terlebih dulu siapa pelaku penyiraman air keras Novel.

“Jangan fokus pada apa yang disampaikan novel dulu. Selesaikan dulu siapa penyerangnya. Dari penyerang itu kita bisa mengungkap banyak hal, siapa otaknya,” pungkasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...