Minggu, 20 Agustus 2017 | 13.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>PP Pemuda Muhammadiyah Perkuat Dugaan Novel Soal Kasus Teror Air Keras

PP Pemuda Muhammadiyah Perkuat Dugaan Novel Soal Kasus Teror Air Keras

Reporter : Fadilah | Senin, 19 Juni 2017 - 21:12 WIB

IMG-23440

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak di KPK. (kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memperkuat dugaan keterlibatan oknum jendral polisi seperti apa yang pernah disampaikan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada media asing, Majalah Times.

Novel menduga kasus teror yang menimpanya turut melibatkan perwira polisi, sebab kasusnya hingga kini belum menemukan titik terang.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai memang ada kebocoran informasi soal keterlibatan jenderal polisi dalam pengusutan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kebocoran informasi adalah hal yang mungkin terjadi di organisasi manapun.

Memurutnya suatu informasi bisa dibocorkan tentu oleh segelintir pihak yang merasa kecewa. Dalam konteks kasus penyerangan Novel, dia juga melihat demikian, ada pihak yang kecewa kemudian membocorkan informasi penting di instansinya.

“Di setiap institusi itu ada yang kecewa dan siapa saja itu bisa membocorkan apa saja. Itu catatan pertama saya. Di manapun begitu, di KPK pun bgitu, apa saja bisa bocor. Jadi pasti tidak ada yang safety betul-betul,” ujar Dahnil di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (19/6).

Meski begitu, Dahnil menilai kepolisian tidak perlu fokus terhadap informasi yang disampaikan Novel kepada majalah TIME, di Singapura.

Menurut dia, justru kepolisian harus menguak terlebih dulu siapa pelaku penyiraman air keras Novel.

“Jangan fokus pada apa yang disampaikan novel dulu. Selesaikan dulu siapa penyerangnya. Dari penyerang itu kita bisa mengungkap banyak hal, siapa otaknya,” pungkasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar
Politik - Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:31 WIB

Bendera Indonesia Terbalik, Jokowi: Tak Usah Diperbesar

Presiden Jokowi mengaku menyesalkan atas insiden kesalahan cetak foto bendera Indonesia terbalik pada buku panduan resmi yang dibagikan secara gratis ...
Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:52 WIB

Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Penambahan Pasukan ke Timika

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menegaskan tidak ada penambahan pasukan ke Timika pascaaksi anarkis yang dilakukan ...
Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28
Nasional - Minggu, 20 Agustus 2017 - 01:47 WIB

Manajemen Freeport Himbau Karyawan Hindari Check Point 28

Manajemen PT Freeport Indonesia mengimbau para karyawannya agar menghindari Check Point 28 samping Bandara Mozes Kilangin Timika yang sempat diserang ...
Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 23:48 WIB

Cak Imin: Wujud Nyata PKB Bumikan Pancasila Lewat Sineas

Gelaran PKB Movie Award 2017 yang diinisiasi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) akhirnya berhasil mendaptkan nama-nama nominator terbaik. Ajang yang ...
Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura
Nasional - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:39 WIB

Demo Karyawan Freeport, Blokade Jalan Utama Timika-Tembagapura

Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktornya yang selama ini mogok kerja di Timika, Papua beserta istri mereka hingga ...
Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 20:23 WIB

Tito Intruksikan Pengunggah Video Pungli Diberi Penghargaan

Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Polisi Rachmat Mulyana agar memberikan penghargaan kepada sopir yang mengunggah ...