Selasa, 17 Oktober 2017 | 14.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>PP Pemuda Muhammadiyah Perkuat Dugaan Novel Soal Kasus Teror Air Keras

PP Pemuda Muhammadiyah Perkuat Dugaan Novel Soal Kasus Teror Air Keras

Reporter : Fadilah | Senin, 19 Juni 2017 - 21:12 WIB

IMG-23440

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak di KPK. (kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah memperkuat dugaan keterlibatan oknum jendral polisi seperti apa yang pernah disampaikan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada media asing, Majalah Times.

Novel menduga kasus teror yang menimpanya turut melibatkan perwira polisi, sebab kasusnya hingga kini belum menemukan titik terang.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai memang ada kebocoran informasi soal keterlibatan jenderal polisi dalam pengusutan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kebocoran informasi adalah hal yang mungkin terjadi di organisasi manapun.

Memurutnya suatu informasi bisa dibocorkan tentu oleh segelintir pihak yang merasa kecewa. Dalam konteks kasus penyerangan Novel, dia juga melihat demikian, ada pihak yang kecewa kemudian membocorkan informasi penting di instansinya.

“Di setiap institusi itu ada yang kecewa dan siapa saja itu bisa membocorkan apa saja. Itu catatan pertama saya. Di manapun begitu, di KPK pun bgitu, apa saja bisa bocor. Jadi pasti tidak ada yang safety betul-betul,” ujar Dahnil di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (19/6).

Meski begitu, Dahnil menilai kepolisian tidak perlu fokus terhadap informasi yang disampaikan Novel kepada majalah TIME, di Singapura.

Menurut dia, justru kepolisian harus menguak terlebih dulu siapa pelaku penyiraman air keras Novel.

“Jangan fokus pada apa yang disampaikan novel dulu. Selesaikan dulu siapa penyerangnya. Dari penyerang itu kita bisa mengungkap banyak hal, siapa otaknya,” pungkasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...
Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:30 WIB

Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Senin (16/10) malam, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan pertemuan dengan President Fujitrans Corporation ...
Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK

Dipanggil terkait kasus suap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Budi Karya datang ke gedung KPK, Selasa (17/10/2017).Berbaju batik cokelat, Budi tiba ...
Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:26 WIB

Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Uno, ...
Resmi ditutup, KPU terima 27 parpol yang daftar peserta Pemilu 2019
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:23 WIB

Resmi ditutup, KPU terima 27 parpol yang daftar peserta Pemilu 2019

Batas akhir pendaftaran peserta Pemilu 2019 yang dibuka sejak Selasa (3/10) lalu hingga Senin (16/10) resmi ditutup pukul 24.00 WIB.Komisi ...