Sabtu, 19 Agustus 2017 | 07.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Beberkan Peran Sandiaga Uno di Sidang RS Udayana

KPK Beberkan Peran Sandiaga Uno di Sidang RS Udayana

Reporter : Fadilah | Senin, 3 Juli 2017 - 19:59 WIB

IMG-23759

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Fadillah)

JAKARTA, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menampik bahwa pihaknya akan membeberkan peran Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno dalam dakwaan mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI), Dudung Purwadi.

Dudung merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran (TA) 2009-2011.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menjelaskan dalam dakwaannya jaksa penuntut umum pada KPK akan menguraikan indikasi korupsi atau perbuatan lain yang diduga dilakukan oleh terdakwa bersama-sama pihak lain.

“Apakah pihak lain itu orang per orang atau korporasi nanti akan kita lihat lebih lanjut di persidangan,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (3/7).

Adapun dakwaan tersebut disusun oleh Jaksa KPK lantaran sudah terjadi pelimpahan berkas, barang bukti serta tersangka dari penyidik kepada penuntut umum.

Penuntut umum memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun dakwaannya, setelah itu barulah dilimpahkan ke pengadilan untuk segera mendapatkan jadwal sidang.

“Untuk tersangka DPW hari ini dilakukan pelimpahan dari proses penyidikan ke penuntutan dan direncanakan akan dilakukan persidangan di Jakarta, pelimpahan ini terkait kasus RS Udayana. Informasi lebih lanjut seperti kapan pelimpahan ke persidangan dilakukan nanti akan disampaikan,” pungkas Febri.

Pada 23 Mei 2017 lalu Sandiagadi periksa oleh KPK terkait kasus RS Udayana dan Wisma Atlet. Sandiaga diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Duta Graha Indah (DGI) yang diduga mengetahui terkait proyek-proyek apa saja yang pernah dikerjakan oleh PT DGI. Pasalnya diduga ada indikasi kerugian negara mencapai Rp 50 miliar.

PT DGI sendiri merupakan perrusahaan yang pernah memenangkan sejumlah proyek dari Permai Group. Permai Group merupakan grup usaha milik mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi
Politik - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:04 WIB

Syukuran Ultah Ke-67, OSO Mengaku Bahagia Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang alias OSO menggelar syukuran ulang tahun yang ke-67 di kediamannya kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ...
Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel
Hukum - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Fraksi PPP Inisiasi Pembentukan Satgas Kasus First Travel

Menindaklanjuti pengaduan ratusan calon jamaah umroh korban penipuan First Travel, lembaga DPR menegaskan akan mengusut gagalnya perusahaan yang memberangkatkan umrah ...
Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:47 WIB

Jamaah First Travel Ngadu ke DPR Ingin Tetap Berangkat Umroh

Ratusan korban jamaah umroh First Travel yang mengadukan nasibnya ke DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8) siang. Pada pertemuan itu mereka ...
China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 22:29 WIB

China Development Bank Akan Buka Perwakilan di Indonesia

Investasi China ke Indonesia akan joran-joran seiring dengan sejumlah proyek insfrastruktur yang dibiayainya di tanah air, seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya ...
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...