Rabu, 17 Januari 2018 | 19.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Istri Jendral Penampar Petugas Bandara Mengaku Menyesal, Akan Datangi Korban

Istri Jendral Penampar Petugas Bandara Mengaku Menyesal, Akan Datangi Korban

Reporter : Yudi | Sabtu, 8 Juli 2017 - 02:55 WIB

IMG-23903

Joice Warouw, penampar petugas bandara (kacamata hitam) saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/7). Antara/Muhammad Adimaja

JAKARTA, kini.co.id – Joice Waraou pelaku penamparan petugas Aviation Security (Avtec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado selesai menjalani pemeriksaannya di Mapolda Metro Jaya.

Istri Berigjen (Purn) Johan Sumampouw itu diperiksa selama 2 jam dengan 18 pertanyaan yang diajukan kepada Joice selama pemeriksaan.

Pengacara Joice, Lies mengaku berencana akan menemui petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Elizabeth Wehantouw yang menjadi korban penamparan kliennya.

“Kita lagi menuju ke arah itu (mendatangi korban),” kata pengacara Joice, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/7) malam.

Sebelumnya, Joice Waraou mengaku menyesal telah melakukan penamparan terhadap petugas Avtec di Bandara Sam Ratulangi.

“Saya memenuhi panggilan pihak kepolisian, Polres Manado di tempat ini. Saya sangat menyesali atas kejadian ini di Bandara Sam Ratulanangi, tanggal 5 Juli 2017, Rabu kemarin. Saya meminta maaf atas kejadian tersebut,” jelas Joice.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan mengatakan dalam pemeriksaannya, sebanyak 18 pertanyaan telah disampaikan penyidik.

“Tadi pemeriksaan ada 18 pertanyaan, di antaranya latar belakang,” kata Rikwanto.

Rikwanto menyatakan Joice berkunjung ke Manado untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Saat kembali ke Jakarta, ia mengaku terburu-buru naik pesawat karena pesawat yang ditumpanginya segera lepas landas dan lupa melepas jam tangannya.

“Setelah beberapa waktu akan kembali, kebetulan jamnya mepet segera naik pesawat. Sehingga waktu akan memeriksa tasnya lewat sekuriti di situ jamnya terlupa untuk dilepas. Dan di situlah terjadi ‘miss’ sehingga terjadi pemukulan,” jelas Rikwanto.

Rikwanto mengatakan Joice sangat menyesali perbuatannya tersebut dan telah meminta maaf. Dia pun berharap pihak pelapor bisa memaafkannya.

“Ibu ini merasa menyesal, kemudian kejadian begitu saja. Dan sempat bilang kepada kami dengan penyidik juga dan mohon maaf. Mudah-mudahan dimaafkan,” ujar Rikwanto.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf namun demikian kata Riwanto selanjutnya tergantung kepada pelapor, apakah pelapor tetap keukeuh pada tuntutannya atau sudah melihat ibu ini menyampaikan maaf dan menyesali mungkin berubah.

“Silakan itu masing-masing pihak. Itu hak pelapor. Kalau mau diteruskan, itu hak pelapor. Kalau mau selesai, saling memaafkan, itu yang kita harapkan demikian mudah-mudahan,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...