Senin, 20 November 2017 | 04.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Istri Jendral Penampar Petugas Bandara Mengaku Menyesal, Akan Datangi Korban

Istri Jendral Penampar Petugas Bandara Mengaku Menyesal, Akan Datangi Korban

Reporter : Yudi | Sabtu, 8 Juli 2017 - 02:55 WIB

IMG-23903

Joice Warouw, penampar petugas bandara (kacamata hitam) saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/7). Antara/Muhammad Adimaja

JAKARTA, kini.co.id – Joice Waraou pelaku penamparan petugas Aviation Security (Avtec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado selesai menjalani pemeriksaannya di Mapolda Metro Jaya.

Istri Berigjen (Purn) Johan Sumampouw itu diperiksa selama 2 jam dengan 18 pertanyaan yang diajukan kepada Joice selama pemeriksaan.

Pengacara Joice, Lies mengaku berencana akan menemui petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Elizabeth Wehantouw yang menjadi korban penamparan kliennya.

“Kita lagi menuju ke arah itu (mendatangi korban),” kata pengacara Joice, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/7) malam.

Sebelumnya, Joice Waraou mengaku menyesal telah melakukan penamparan terhadap petugas Avtec di Bandara Sam Ratulangi.

“Saya memenuhi panggilan pihak kepolisian, Polres Manado di tempat ini. Saya sangat menyesali atas kejadian ini di Bandara Sam Ratulanangi, tanggal 5 Juli 2017, Rabu kemarin. Saya meminta maaf atas kejadian tersebut,” jelas Joice.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan mengatakan dalam pemeriksaannya, sebanyak 18 pertanyaan telah disampaikan penyidik.

“Tadi pemeriksaan ada 18 pertanyaan, di antaranya latar belakang,” kata Rikwanto.

Rikwanto menyatakan Joice berkunjung ke Manado untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Saat kembali ke Jakarta, ia mengaku terburu-buru naik pesawat karena pesawat yang ditumpanginya segera lepas landas dan lupa melepas jam tangannya.

“Setelah beberapa waktu akan kembali, kebetulan jamnya mepet segera naik pesawat. Sehingga waktu akan memeriksa tasnya lewat sekuriti di situ jamnya terlupa untuk dilepas. Dan di situlah terjadi ‘miss’ sehingga terjadi pemukulan,” jelas Rikwanto.

Rikwanto mengatakan Joice sangat menyesali perbuatannya tersebut dan telah meminta maaf. Dia pun berharap pihak pelapor bisa memaafkannya.

“Ibu ini merasa menyesal, kemudian kejadian begitu saja. Dan sempat bilang kepada kami dengan penyidik juga dan mohon maaf. Mudah-mudahan dimaafkan,” ujar Rikwanto.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf namun demikian kata Riwanto selanjutnya tergantung kepada pelapor, apakah pelapor tetap keukeuh pada tuntutannya atau sudah melihat ibu ini menyampaikan maaf dan menyesali mungkin berubah.

“Silakan itu masing-masing pihak. Itu hak pelapor. Kalau mau diteruskan, itu hak pelapor. Kalau mau selesai, saling memaafkan, itu yang kita harapkan demikian mudah-mudahan,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...