Minggu, 23 Juli 2017 | 05.54 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Istri Jendral Penampar Petugas Bandara Mengaku Menyesal, Akan Datangi Korban

Istri Jendral Penampar Petugas Bandara Mengaku Menyesal, Akan Datangi Korban

Reporter : Yudi | Sabtu, 8 Juli 2017 - 02:55 WIB

IMG-23903

Joice Warouw, penampar petugas bandara (kacamata hitam) saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/7). Antara/Muhammad Adimaja

JAKARTA, kini.co.id – Joice Waraou pelaku penamparan petugas Aviation Security (Avtec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado selesai menjalani pemeriksaannya di Mapolda Metro Jaya.

Istri Berigjen (Purn) Johan Sumampouw itu diperiksa selama 2 jam dengan 18 pertanyaan yang diajukan kepada Joice selama pemeriksaan.

Pengacara Joice, Lies mengaku berencana akan menemui petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Elizabeth Wehantouw yang menjadi korban penamparan kliennya.

“Kita lagi menuju ke arah itu (mendatangi korban),” kata pengacara Joice, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/7) malam.

Sebelumnya, Joice Waraou mengaku menyesal telah melakukan penamparan terhadap petugas Avtec di Bandara Sam Ratulangi.

“Saya memenuhi panggilan pihak kepolisian, Polres Manado di tempat ini. Saya sangat menyesali atas kejadian ini di Bandara Sam Ratulanangi, tanggal 5 Juli 2017, Rabu kemarin. Saya meminta maaf atas kejadian tersebut,” jelas Joice.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Rikwanto kepada wartawan mengatakan dalam pemeriksaannya, sebanyak 18 pertanyaan telah disampaikan penyidik.

“Tadi pemeriksaan ada 18 pertanyaan, di antaranya latar belakang,” kata Rikwanto.

Rikwanto menyatakan Joice berkunjung ke Manado untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit. Saat kembali ke Jakarta, ia mengaku terburu-buru naik pesawat karena pesawat yang ditumpanginya segera lepas landas dan lupa melepas jam tangannya.

“Setelah beberapa waktu akan kembali, kebetulan jamnya mepet segera naik pesawat. Sehingga waktu akan memeriksa tasnya lewat sekuriti di situ jamnya terlupa untuk dilepas. Dan di situlah terjadi ‘miss’ sehingga terjadi pemukulan,” jelas Rikwanto.

Rikwanto mengatakan Joice sangat menyesali perbuatannya tersebut dan telah meminta maaf. Dia pun berharap pihak pelapor bisa memaafkannya.

“Ibu ini merasa menyesal, kemudian kejadian begitu saja. Dan sempat bilang kepada kami dengan penyidik juga dan mohon maaf. Mudah-mudahan dimaafkan,” ujar Rikwanto.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf namun demikian kata Riwanto selanjutnya tergantung kepada pelapor, apakah pelapor tetap keukeuh pada tuntutannya atau sudah melihat ibu ini menyampaikan maaf dan menyesali mungkin berubah.

“Silakan itu masing-masing pihak. Itu hak pelapor. Kalau mau diteruskan, itu hak pelapor. Kalau mau selesai, saling memaafkan, itu yang kita harapkan demikian mudah-mudahan,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...
Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 17:07 WIB

Gudang Beras PT IBU Digrebek, DPR Bakal Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Menteri Pertanian terkait penggrebekan 1.000 ton beras oplosan di gudang milik PT Indo ...
Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 16:38 WIB

Komnas PA: Jangan Ajarkan Anak Kebencian dan Intoleransi

Anak-anak merupakan aset bangsa yang sungguh berharga. Anak-anak merupakan pesan untuk masa depan. Sehingga harus dididik, dilindungi dan dijamin haknya ...
Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau
Peristiwa - Sabtu, 22 Juli 2017 - 15:45 WIB

Kebakaran Hutan Sebabkan Titik Api di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau ada delapan titik panas karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah ...